- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung baru mengetahui kerusakan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 setelah viral pada Kamis, 23 Juli 2026.
- Pergantian kepemimpinan serta mekanisme perencanaan anggaran yang panjang menyebabkan tertundanya pembangunan ulang gedung sekolah sejak tahun 2024.
- Siswa sekolah tersebut harus dirugikan dengan menerapkan sistem belajar shift bergantian bersama SMP 11 sejak akhir tahun 2024.
Suara.com - Kondisi kerusakan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 yang telah terjadi sejak tahun 2024 baru diketahui oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung setelah viral.
Hal itu tentu menimbulkan pertanyaan, mengingat Pramono berulang kali menegaskan bahwa urusan pendidikan jadi salah satu poin prioritas di kepemimpinannya.
Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Selatan, Santoso mengatakan, minimnya pelaporan kasus ini ke Gubernur dipicu pergantian tampuk kepemimpinan.
"Pak Gubernur baru memimpin, saya juga baru bertugas sebagai Kasudin. Tentunya saya benarkan kalau Gubernur baru mengetahui, karena proses ini dilakukan di tahun 2024, di mana Gubernur belum memimpin," katanya usai mendampingi Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo meninjau SDN Kebayoran Lama Selatan 09, Kamis (23/7/2026).
Sementara terkait pembangunan ulang gedung yang juga tertunda hingga dua tahun, Santoso beralasan bahwa proses penanganan yang panjang ini disebabkan mekanisme penganggaran yang harus melalui tahap perencanaan sebelum direalisasikan.
"Dengan dihitung anggaran dan lain-lainnya gitu," kata dia.
Kasus ini bukan sekadar keterlambatan administratif, melainkan juga mengindikasikan lemahnya arus informasi antara level suku dinas hingga ke Gubernur selama pergantian masa jabatan.
Selain SDN 09, rupanya masih terdapat sejumlah sekolah lain di Jakarta Selatan dengan model bangunan lama serupa yang berpotensi mengalami kerusakan struktural.
Di mana penyebab robohnya sekolah sendiri dipicu faktor usia bangunan yang sudah berdiri sejak 1974, tanpa pernah mengalami perubahan struktur saat direnovasi.
"Masih ada sekolah-sekolah di Jakarta yang model bangunannya seperti di KLS 09, yang dibangun di tahun 70-an sekian, satu lantai," beber Santoso.
Yang pasti setelah informasi ini viral, Gubernur bersama DPRD mulai mendorong percepatan penanganan SDN Kebayoran Lama Selatan 09.
"Mudah-mudahan, pelayanan kami di dalam penyelenggaraan pendidikan terhadap masyarakat bisa lebih baik lagi," harap Santoso.
Terlambatnya informasi hingga ke level Gubernur tentu harus dijadikan bahan evaluasi, terkait sejauh mana efektivitas sistem pengawasan dan pelaporan kondisi infrastruktur sekolah di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.
Siswa SDN Kebayoran Lama Selatan 09 jadi pihak yang paling dirugikan, karena harus belajar dengan sistem shift bergantian dengan SMP 11 sejak akhir 2024.
"Dari jam 13.00 sampai dengan jam 17.30," ungkap Kepala Sekolah SDN Kebayoran Lama Selatan 09, Kenhayati Dwi.