Bukan Cuma Kualitas, Fenomena Bangku Kosong SD Negeri Bukti Gagalnya Perencanaan Pendidikan

Bangun Santoso, Hiskia Andika Weadcaksana

Kamis, 23 Juli 2026 | 14:05 WIB
Bukan Cuma Kualitas, Fenomena Bangku Kosong SD Negeri Bukti Gagalnya Perencanaan Pendidikan
Foto sebagai ILUSTRASI: Seorang guru mengajar satu siswa baru saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Negeri Cepokosawit II, Boyolali, Jawa Tengah, Senin (13/7/2026). [ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/tom]
baca 10 detik
  • Pada SPMB 2026/2027, sejumlah SDN di berbagai daerah mengalami kekurangan siswa hingga tidak mendapat murid baru sama sekali.
  • Pengamat pendidikan Endro Dwi Hatmanto menyatakan penurunan populasi anak dan pergeseran permukiman warga memicu fenomena sekolah sepi peminat.
  • Pemerintah diminta memprioritaskan revitalisasi dan redistribusi guru sebelum memutuskan melakukan penggabungan atau penutupan sekolah terdampak.

Suara.com - Fenomena sekolah sepi peminat kembali mewarnai Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027. Sejumlah Sekolah Dasar Negeri (SDN) di berbagai daerah hanya menerima satu hingga tiga siswa baru, bahkan beberapa sekolah di Jawa Timur dilaporkan tidak memperoleh murid sama sekali.

Di sisi lain, sebagian sekolah swasta berbasis diferensiasi—seperti Sekolah Islam Terpadu, sekolah alam, dan sekolah nasional plus—justru kebanjiran pendaftar hingga melebihi kapasitas.

Kondisi sebaliknya menimpa sekolah swasta konvensional yayasan lama yang harus berjuang keras mempertahankan operasional akibat penurunan pendaftar.

Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) sekaligus pengamat pendidikan nasional, Endro Dwi Hatmanto, menyoroti fenomena sejumlah Sekolah Dasar Negeri (SDN) di berbagai daerah yang sepi peminat.

Menurutnya, fenomena bangku kosong ini bukan sekadar persoalan strategi promosi, persaingan antarlembaga maupun penurunan mutu pendidikan. Ia menyebut tren ini dipengaruh oleh sejumlah faktor yang jauh lebih kompleks.

"Bangku kosong itu sebenarnya merupakan data kebijakan. Kondisi tersebut menunjukkan perubahan struktur penduduk, ketidaktepatan lokasi sekolah, ketimpangan mutu, perubahan harapan masyarakat, atau kurang baiknya perencanaan pendidikan," kata Endro, Kamis (23/7/2026).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan angka kelahiran total (Total Fertility Rate/TFR) Indonesia merosot tajam dari 5,61 anak per perempuan pada tahun 1971 menjadi 2,18 anak per perempuan pada 2022.

Penurunan bertahap ini secara langsung berdampak pada berkurangnya populasi anak usia sekolah.

Belum lagi menyoal tentang dinamika kehidupan keluarga modern dengan banyak pasangan yang menunda pernikahan, membatasi jumlah anak, hingga memilih menjalani kehidupan tanpa anak (childfree).

baca juga

"Kita tidak bisa langsung menyimpulkan bahwa sekolah-sekolah tersebut gagal atau kualitasnya buruk. Persoalan ini jauh lebih kompleks," ungkapnya.

Namun, Endro menilai persoalan mendasar terletak pada relevansi lokasi sekolah saat ini. Banyak sekolah lama berada di kawasan padat yang kini mengalami penuaan penduduk.

Hal itu tak terlepas oleh keluarga muda yang berpindah ke perumahan baru. Sehingga muncul ketimpangan, kawasan baru kekurangan fasilitas pendidikan, sedangkan sekolah lama kehilangan calon siswa.

Di sisi lain, perilaku masyarakat dalam memilih sekolah juga bergeser. Orang tua saat ini tidak lagi menjadikan faktor jarak sebagai satu-satunya pertimbangan.

Ada pertimbangan soal reputasi sekolah dan kualitas pengajar, keamanan lingkungan dan fasilitas keselamatan, program keagamaan dan penguasaan bahasa asing hingga tingkat literasi digital dan keterbukaan komunikasi di media sosial.

"Ada perubahan demografi, perpindahan penduduk, munculnya kawasan permukiman baru, hingga persebaran sekolah yang mungkin tidak lagi sesuai dengan keberadaan anak usia sekolah," paparnya.

Terkait wacana penggabungan (regrouping) atau penutupan sekolah, Endro mengingatkan agar langkah tersebut dijadikan pilihan paling akhir.

Sebelum mengambil keputusan ekstrem, pemerintah perlu mengupayakan revitalisasi mutu, penguatan sarana prasarana, redistribusi guru secara adil, penyediaan transportasi pendidikan untuk daerah terpencil, hingga kerja sama antar-sekolah.

"Tujuan utama kebijakan pendidikan bukan sekadar mempertahankan bangunan sekolah agar tetap beroperasi, melainkan memastikan setiap anak memperoleh layanan pendidikan yang bermutu, aman, mudah dijangkau, dan berkeadilan," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hadapi Suhu yang Kian Panas, Anak SD Diajak Merancang Sekolah yang Lebih Sejuk

Hadapi Suhu yang Kian Panas, Anak SD Diajak Merancang Sekolah yang Lebih Sejuk

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2026 | 12:55 WIB

Teknologi bagi Siswa: Membantu Belajar atau Membuat Malas?

Teknologi bagi Siswa: Membantu Belajar atau Membuat Malas?

Your Say | Kamis, 23 Juli 2026 | 11:00 WIB

Kisah Anak-anak di Wae Moto: Orang Tua Saya Berjuang di Sawah, Saya Berjuang di Sekolah

Kisah Anak-anak di Wae Moto: Orang Tua Saya Berjuang di Sawah, Saya Berjuang di Sekolah

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:00 WIB

Masihkah Pendidikan Menjadi Tiket Keluar dari Kemiskinan?

Masihkah Pendidikan Menjadi Tiket Keluar dari Kemiskinan?

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:40 WIB

Atap Kelas Ambruk, Siswa SD di Grobogan Terpaksa Belajar Bergantian

Atap Kelas Ambruk, Siswa SD di Grobogan Terpaksa Belajar Bergantian

Foto | Selasa, 21 Juli 2026 | 17:35 WIB

Tidak Harus Lulus Cepat: Fenomena Gap Year dan Pendidikan Non-Linear

Tidak Harus Lulus Cepat: Fenomena Gap Year dan Pendidikan Non-Linear

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 17:45 WIB

Teach You a Lesson: Drama Aksi Sekolah dengan Kritik Pedas Sistem Pendidikan

Teach You a Lesson: Drama Aksi Sekolah dengan Kritik Pedas Sistem Pendidikan

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 19:00 WIB

Terkini

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime

Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:40 WIB

BEI Siap Periksa Acak Free Float Emiten, Direksi Terancam Sanksi Tegas!

BEI Siap Periksa Acak Free Float Emiten, Direksi Terancam Sanksi Tegas!

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:15 WIB

Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO

Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:14 WIB

Pakar Geopolitik: Konser Andrea Bocelli di Borobudur Harus Jadi Pesan Perdamaian Dunia

Pakar Geopolitik: Konser Andrea Bocelli di Borobudur Harus Jadi Pesan Perdamaian Dunia

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:04 WIB

Kronologi WNI Eks Sopir Taksi Jadi Tentara Bayaran Rusia, Baru 10 Hari Latihan Tewas di Ukraina

Kronologi WNI Eks Sopir Taksi Jadi Tentara Bayaran Rusia, Baru 10 Hari Latihan Tewas di Ukraina

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Kunci Sukses Indonesia di Mata Presiden Prabowo: Pendidikan dan Pemimpin Berhati Bersih

Kunci Sukses Indonesia di Mata Presiden Prabowo: Pendidikan dan Pemimpin Berhati Bersih

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:00 WIB

DPW PPP Sebut Pemberhentian Agus-Yasin Tak Sah: Bakal Ditolak Menkum

DPW PPP Sebut Pemberhentian Agus-Yasin Tak Sah: Bakal Ditolak Menkum

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:58 WIB

3 Shio Ini Diramal Paling Beruntung di Bulan November 2026

3 Shio Ini Diramal Paling Beruntung di Bulan November 2026

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:55 WIB

×