Perang Meluas, 2 Nadi Minyak Dunia Jadi Arena Terbang Rudal dan Bom Drone

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 24 Juli 2026 | 11:26 WIB
Perang Meluas, 2 Nadi Minyak Dunia Jadi Arena Terbang Rudal dan Bom Drone
Selat Bab al-Mandeb dan Selat Hormuz [Rusen dengan penyesuaian oleh Suara.com]
baca 10 detik
  • Perang AS-Iran dan aksi Houthi mengancam dua jalur pelayaran utama dunia.

  • Gangguan distribusi minyak bumi mendorong harga minyak Brent menembus 90 dolar.

  • Pakistan berusaha menjadi mediator diplomatik guna mencegah perang kawasan meluas.

Suara.com - Ancaman krisis energi global kian nyata saat perang Amerika Serikat vs Iran melumpuhkan dua jalur maritim paling vital di dunia secara bersamaan. Blokade baru di Selat Bab el-Mandeb dan Selat Hormuz kini mengunci lalu lintas kapal tanker hingga meroketkan harga minyak mentah.

Aksi sepihak yang mencekik arus logistik minyak bumi ini memaksa pasar internasional berhadapan langsung dengan lonjakan biaya distribusi. Pasokan komoditas energi dunia pun terancam terputus total jika eskalasi militer di wilayah pesisir tak segera diredam.

Kondisi genting ini tak hanya mengguncang kawasan Timur Tengah, melainkan turut mengancam stabilitas ekonomi dan jalur perdagangan bebas di Indo-Pasifik. Imbasnya, peta konflik geopolitik kini bergeser dari adu serangan udara menjadi perang ekonomi maritim secara terbuka.

Pesawat tempur di dekat Selat Hormuz (FlightRadar24)
Pesawat tempur di dekat Selat Hormuz (FlightRadar24)

Langkah agresif Teheran yang menuntut pungutan liar dan mengarahkan kapal komersial ke wilayah perairan mereka memicu kemarahan diplomatik Washington. Amerika Serikat menilai aksi pemaksaan tarif navigasi di perairan internasional tersebut sebagai tindakan ilegal yang membahayakan.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio melontarkan peringatan keras terhadap manuver Iran yang berpotensi merusak tatanan navigasi global.

“Jika kita menciptakan preseden bahwa sebuah negara dapat memutuskan untuk mengendalikan jalur pelayaran internasional, memungut biaya, dan menghancurkan kapal yang menolak membayar, maka itu akan menjadi preseden yang sangat berbahaya,” kata Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dikutip dari DW Jerman, Jumat (24/7/2026).

Kondisi semakin memanas ketika milisi Houthi Yaman mengumumkan penutupan jalur laut bagi seluruh armada yang terhubung dengan Arab Saudi. Ancaman serangan terhadap kapal pengangkut minyak di Selat Bab el-Mandeb membuat rantai pasok energi dunia tercekik dari dua titik sekaligus.

Reaksi keras datang langsung dari Gedung Putih guna merespons gertakan kelompok yang disokong penuh oleh Iran tersebut. Presiden AS Donald Trump menegaskan kesiapan militernya untuk mengamankan kawasan Laut Merah dari gangguan milisi.

“Sejauh ini itu belum terjadi. Jika hal seperti itu terjadi, kami akan menanganinya,” kata Trump.

baca juga

Kepanikan pasar global tak terhindarkan hingga mendorong harga minyak jenis Brent melonjak melewati angka US$90 atau setara Rp1,61 juta per barel. Gejolak harga ini menjadi perhatian utama dalam forum diplomatik Menteri Luar Negeri ASEAN di Manila.

Rubio kembali menekankan bahaya besar jika praktik pemerasan rute pelayaran ini dibiarkan tanpa perlawanan tegas.

“Jika kita menciptakan preseden bahwa sebuah negara dapat memutuskan untuk mengendalikan jalur pelayaran internasional, memungut biaya, dan menghancurkan kapal yang menolak membayar, maka itu akan menjadi preseden yang sangat berbahaya dan bisa terulang di kawasan lain, termasuk kawasan ini,” kata Rubio.

Kekhawatiran akan penularan krisis ke wilayah Indo-Pasifik memicu kesepakatan empat negara Quad yaitu AS, Australia, India, dan Jepang. Mereka sepakat memperketat penjagaan demi menjamin kebebasan navigasi kapal komersial di seluruh perairan strategis.

Di tengah dentuman meriam, Pakistan bergerak cepat mengambil posisi sebagai juru damai antara Washington dan Teheran. Menteri Dalam Negeri Iran Eskandar Momeni menggelar pertemuan intensif dengan jenderal dan petinggi pemerintah di Islamabad.

Upaya rahasia ini dilakukan untuk mencegah konfrontasi militer berdarah meluas menjadi perang terbuka kawasan.

“Pakistan kembali mulai memainkan peran sebagai mediator untuk menghentikan perang agar tidak meluas,” ujar seorang diplomat.

Selain membujuk Iran membuka kembali Selat Hormuz, Pakistan menyerukan permohonan bantuan dana stabilisasi devisa US$10 miliar kepada Departemen Keuangan AS. Bantuan sebesar Rp179,3 triliun ini dibutuhkan demi memperkuat mata uang rupee di tengah tekanan reformasi ekonomi IMF.

Sejumlah negara tetangga seperti Yordania, Bahrain, dan Kuwait kini menguatkan persenjataan mereka karena khawatir terseret arus konflik. Di sisi lain, pembengkakan biaya operasi militer AS telah menembus angka fantastis mencapai US$37,5 miliar atau sekitar Rp672 triliun.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth sampai mengajukan pendorong dana cadangan baru kepada Kongres demi melanggengkan aksi militer. Kendati demikian, AS menawarkan insentif ekonomi bagi Lebanon dengan rencana pembukaan penerbangan langsung yang sempat terhenti sejak 1985.

Eskalasi perang AS-Iran sejatinya bermula dari perseteruan sanksi ekonomi dan ketegangan nuklir yang merembet ke konflik regional. Situasi memuncak ketika serangan balasan meluas ke jalur navigasi vital seperti Selat Hormuz dan Laut Merah.

Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb merupakan urat nadi utama perdagangan dunia yang mengalirkan porsi terbesar minyak mentah global. Gangguan permanen pada kedua selat ini berpotensi memicu krisis ekonomi dunia yang sulit dipulihkan dalam waktu singkat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Warga Timteng Siaga, Amerika Siap Serang Iran Lagi, Donald Trump: Akan Lebih Besar

Warga Timteng Siaga, Amerika Siap Serang Iran Lagi, Donald Trump: Akan Lebih Besar

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 10:50 WIB

Buntut Serangan Rudal ke Tanker Arab Saudi, Dunia Terancam Krisis BBM Lagi

Buntut Serangan Rudal ke Tanker Arab Saudi, Dunia Terancam Krisis BBM Lagi

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 10:32 WIB

Harga Minyak Naik Jadi USD 100 per Barel, Perang Merembet ke Selat Bab el-Mandeb

Harga Minyak Naik Jadi USD 100 per Barel, Perang Merembet ke Selat Bab el-Mandeb

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 06:00 WIB

Terkini

Redmi Note 17 Series Siap Hadir di Indonesia, Apa yang Membuatnya Istimewa?

Redmi Note 17 Series Siap Hadir di Indonesia, Apa yang Membuatnya Istimewa?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:25 WIB

Modus Pejabat Desa Jual Kawasan Hutan Rp2 M di Bengkalis, Terungkap dari Karhutla

Modus Pejabat Desa Jual Kawasan Hutan Rp2 M di Bengkalis, Terungkap dari Karhutla

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 10:25 WIB

Anak Krakatau Sudah Siaga Sejak Juli, Lalu Mitigasi Pemerintah ke Mana?

Anak Krakatau Sudah Siaga Sejak Juli, Lalu Mitigasi Pemerintah ke Mana?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:23 WIB

Bahas Chemistry Instan, Le Sserafim Comeback dengan Lagu 'Made My Night'

Bahas Chemistry Instan, Le Sserafim Comeback dengan Lagu 'Made My Night'

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:15 WIB

7 Cara Menghilangkan Noda Bekas Setrika yang Nempel di Baju dengan Mudah

7 Cara Menghilangkan Noda Bekas Setrika yang Nempel di Baju dengan Mudah

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 10:15 WIB

Harga Diri Dipertaruhkan! Wali Kota Bakar Semangat PSM Jelang Lawan Arema FC

Harga Diri Dipertaruhkan! Wali Kota Bakar Semangat PSM Jelang Lawan Arema FC

Sulsel | Minggu, 13 September 2026 | 10:13 WIB

Kualitas Udara Jakarta Tak Sehat Minggu Pagi, Masuk Tiga Besar Terburuk di Dunia

Kualitas Udara Jakarta Tak Sehat Minggu Pagi, Masuk Tiga Besar Terburuk di Dunia

News | Minggu, 13 September 2026 | 10:10 WIB

10 Manfaat Rutin Membersihkan Pori-pori Wajah, Mencegah Penuaan Dini

10 Manfaat Rutin Membersihkan Pori-pori Wajah, Mencegah Penuaan Dini

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 10:10 WIB

Jepang Cetak Sejarah Dunia Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Kalimantan

Jepang Cetak Sejarah Dunia Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Kalimantan

News | Minggu, 13 September 2026 | 10:05 WIB

Karhutla 400 Hektare di Kaltim Didominasi Lahan Mineral, BNPB: Sawit Belum Masif

Karhutla 400 Hektare di Kaltim Didominasi Lahan Mineral, BNPB: Sawit Belum Masif

Kaltim | Minggu, 13 September 2026 | 10:05 WIB

×