Hasto Wanti-wanti Demokrasi Bisa Mati Tanpa Kudeta Militer, Tanda-tanda Mulai Terlihat

Bangun Santoso, Novian Ardiansyah

Minggu, 26 Juli 2026 | 16:48 WIB
Hasto Wanti-wanti Demokrasi Bisa Mati Tanpa Kudeta Militer, Tanda-tanda Mulai Terlihat
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto saat memberikan pidato kebangsaan dalam peringatan "30 Tahun Kudatuli" di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026). (Dok. PDIP)
baca 10 detik
  • Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan demokrasi mati perlahan melalui ambisi kekuasaan dalam pidato di Jakarta pada 26 Juli 2026.
  • Intervensi lembaga tinggi negara seperti putusan Mahkamah Konstitusi berdampak merusak supremasi hukum demi melanggengkan kekuasaan pihak tertentu.
  • Elemen pro demokrasi perlu bersatu memperjuangkan kebebasan dan menolak intervensi untuk menyelamatkan masa depan sistem politik Indonesia.

Suara.com - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengingatkan tentang bahaya kematian demokrasi. Menurutnya demokrasi bisa mati sekalipun tanpa kudeta militer.

Hasto mengingatkan hal tersebut saat memberikan pidato kebangsaan dalam peringatan "30 Tahun Kudatuli" di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026).

"Sejarah mengajarkan bahwa demokrasi tidak mati oleh serbuan sebagaimana terjadi pada Kudatuli, demokrasi mati secara perlahan melalui ambisi kekuasaan," kata Hasto.

Selain ambisi kekuasan, Hasto mengatakan intervensi lembaga tinggi negara, lembaga eksekutif, juga bisa berakibat terhadap kematian demokrasi.

Salah satu intervensi lembaga tinfgi negara yang dimaksud Hasto menyoal Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 90/PUU-XXI/2023, yang mengubah syarat usia minimal calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres).

"Sebagaimana terjadi terhadap putusan MK nomor 90 tahun 2023 hanya demi melanggengkan kekuasaan. Ini Pak Ganjar jadi korbannya. Sama Pak Mahfud MD," kata Hasto.

Menukil pandangan Dr. Sukidi, sosok cendekiawan jebolan Harvard, lulusan Harvard, Hasto mengatakan demokrasi dalam era modern bisa mati tanpa melalui kudeta militer.

Ia berujar kematian demokrasi terjadi secara bertahap, legal, dan menggunakan institusi demokrasi yang sah. Tanda-tanda kematian demokrasi salah satunya tampak dari kehancuran supremasi hukum.

"Ini sudah dan sedang terjadi," kata Hasto.

baca juga

Tanda lainnya, lemahnya penyeimbang dan ketidakhadiran check and balances dalam kehidupan politik nyata.

"Jadi PDI Perjuangan ini partai penyeimbang, Ibu Mega sudah mengirimkan surat, memberikan penjelasan tentang bagaimana posisi sebagai partai penyeimbang secara ideologis, konstitusional dan mekanisme bekerjanya," tutur Hasto.

Perubahan undang-undang demi kepentingan penguasa tidak luput menjadi pendorong kematian demokrasi. Hasto menilai hal demikian sdang terjadi.

"Keempat, hilangnya kebebasan berpendapat, berserikat dan berkumpul termasuk pelemahan masyarakat sipil. Ini secara empiris terbukti," ujar Hasto.

Mengenai peringatan "30 tahun Kudatuli", Hasto mengatakan peringatan tersebut mengandung tanggung jawab masa depan.

Ia menilai perlu semua elemen menyatukan diri dengan gerakan masyarakat sipil, perguruan tinggi dan seluruh kelompok pro demokrasi guna menyelamatkan demokrasi.

Demi menjaga nyala api demorkasi, Hasto mengatakan berbagai perlu dilakukan, seperti memperjuangkan supremasi hukum, kebebasan pers dan tersedianya ruang ekspresi bagi kelompok kritis hingga mendorong lembaga legislatif dan eksekutif agar steril dari intervensi kekuasaan.

"Kita juga harus merombak kebijakan negara agar lebih berfokus pada perubahan struktural menuju keadilan pada wataknya yang progresif dalam bidang ekonomi, hukum dan politik. Selain itu, politik moral dan keteladanan politik harus selalu dikedepankan," kata Hasto.

"Hadirin sekalian, itulah pesan Ibu Megawati Soekarnoputri, pemikiran-pemikiran Ibu Megawati Soekarnoputri yang saya sampaikan dan saya di sini hanya bertindak sebagai loud speaker dari beliau. Itulah refleksi ideologis Kudatuli," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Antusiasme Anak Muda Malang Tinggi, PDIP Jatim Siapkan RedTalks sebagai Ruang Aspirasi

Antusiasme Anak Muda Malang Tinggi, PDIP Jatim Siapkan RedTalks sebagai Ruang Aspirasi

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 18:00 WIB

Warning Hasto Jelang Muktamar: NU Terlalu Besar Diseret ke Politik Praktis, Jangan Coba Pecah Belah

Warning Hasto Jelang Muktamar: NU Terlalu Besar Diseret ke Politik Praktis, Jangan Coba Pecah Belah

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 20:33 WIB

Bro Ron Skakmat Pramono: Daripada Urus Orang Pindah Partai, Mending Beresin Bau Sampah Rorotan!

Bro Ron Skakmat Pramono: Daripada Urus Orang Pindah Partai, Mending Beresin Bau Sampah Rorotan!

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:20 WIB

Prabowo Bicara Persatuan Politik: Sebut PDIP dan Koalisi Punya Hati yang Sama

Prabowo Bicara Persatuan Politik: Sebut PDIP dan Koalisi Punya Hati yang Sama

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 00:19 WIB

Dino Patti Djalal Ingatkan Bahaya Demokrasi Bertumpu pada Sosok Pemimpin

Dino Patti Djalal Ingatkan Bahaya Demokrasi Bertumpu pada Sosok Pemimpin

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 14:35 WIB

Rumah Bocor Malah Usir Pemiliknya: Sengkarut Narasi 'Pindah Negara'

Rumah Bocor Malah Usir Pemiliknya: Sengkarut Narasi 'Pindah Negara'

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 11:10 WIB

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:00 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×