- Survei SMRC mencatat tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo merosot menjadi 51,1 persen pada Juli 2026.
- Penurunan sebesar 30,1 persen tersebut disebabkan oleh merosotnya sentimen positif terhadap ekonomi, politik, dan penegakan hukum.
- Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengingatkan pemerintah agar segera membuat kebijakan tepat sasaran untuk mengatasi masalah tersebut.
Suara.com - Survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mencatat angka kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto merosot menjadi 51,1 persen pada Juli 2026. PDIP memberikan tanggapan.
Secara umum, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengingatkan survei yang baik perlu dilakukan tidak hanya secara kuantitatif melainkan kualitatif.
"Ya sebenarnya survei menyuarakan itu. Meskipun survei yang tepat juga harus dilakukan dengan pendekatan kualitatif ya, tidak hanya kuantitatif, agar betul-betul tertangkap oleh rakyat," kata Hasto di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta, Minggu (26/7/2026).
Melihat hasil survei lain, Hasto mengingatkan pentingnya pemerintah membuat kebijakan yang tepat sasaran.
"Tetapi kalau kita melihat data-data di mana kelas menengah itu juga mengalami penurunan, Saudara Muhammad Chatib Basri telah mengingatkan Chilean Paradox di mana penurunan kelas menengah yang hidup miskin itu kemudian sangat berbahaya karena kekritisan mereka kalau tidak direspons dengan kebijakan yang tepat bisa menciptakan risiko-risiko sosial dan politik. Kita tidak menginginkan itu," tutur Hasto.

Menurutnya perlu kerja keras semua pihak, baik pemerintah maupun di luar pemerintah dalam menyelesaikan pesoalan politik sampai ekonomi.
"Maka sebaiknya semua bekerja keras untuk bangsa dan negara, di dalam pemerintah maupun yang di luar pemerintah. Semua melihat persoalan politik ekonomi, persoalan sektor riil, ini memerlukan suatu tindakan yang sangat cepat dan itu memerlukan kesatu-paduan kita bersama," kata Hasto.
Diberitakan sebelumnya, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto mengalami penurunan tajam dalam sembilan bulan terakhir.
Survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mencatat angka kepuasan merosot dari 81,2 persen pada November 2025 menjadi 51,1 persen pada Juli 2026.
Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, menyebut penurunan ini mencapai sekitar 30,1 persen.
Hasil survei tersebut dipaparkan dalam studi bertajuk Kondisi Ekonomi Politik dan Approval Rating Presiden yang dirilis melalui kanal SMRC TV.
“Penurunan tingkat kepuasan publik ini berhubungan erat dengan merosotnya sentimen positif terhadap kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum,” ujar Deni.
Survei menunjukkan peningkatan signifikan pada kelompok warga yang tidak puas.
Angkanya naik dari 16 persen pada November 2025 menjadi 46,9 persen pada Juli 2026.
Secara rinci, hanya 4,8 persen responden yang menyatakan sangat puas terhadap kinerja presiden