-
Tanker minyak meledak di Selat Hormuz akibat menabrak ranjau laut karena melanggar rute.
-
Iran mewajibkan koordinasi penuh bagi setiap kapal yang ingin melintasi perairan Selat Hormuz.
-
Insiden ledakan tanker ini mengakhiri jeda ketegangan selama dua hari di perairan tersebut.
Suara.com - Sebuah kapal tanker minyak meledak di Selat Hormuz setelah menerjang ranjau laut akibat menyimpang dari rute resmi.
Pemerintah Iran langsung memperketat pengawasan dan menuntut koordinasi penuh dari seluruh armada kapal internasional.
Ledakan mendadak ini mengakhiri masa tenang selama dua hari di kawasan perairan vital perdagangan dunia tersebut.

Otoritas Iran mengonfirmasi bahwa insiden tragis ini murni dipicu oleh kegagalan kapal dalam mematuhi jalur navigasi yang ditetapkan.
Langkah tegas kini diambil demi memastikan tidak ada armada pelayaran yang menerobos tanpa izin resmi.
Otoritas Iran melayangkan peringatan keras kepada seluruh pemilik kapal pedagang yang hendak melintasi jalur laut tersebut.
Mereka menegaskan bahwa keselamatan pelayaran tidak lagi terjamin jika kapal bergerak tanpa arahan langsung dari pihak berwenang.
"Setiap kapal yang mencoba melintas perlu berkoordinasi penuh; jika tidak, Iran tidak dapat menjamin keselamatan kapal tersebut," tegas pejabat Iran, dikutip dari Al Jazeera.
Pernyataan menohok ini menjadi sinyal kuat bahwa Iran memegang kendali penuh atas lalu lintas maritim di wilayahnya.
Ketegangan baru ini membuyarkan kondisi kondusif yang sempat bertahan selama 48 jam terakhir di kawasan Selat Hormuz.
Sebelum insiden ledakan tanker ini terjadi, wilayah perairan Selat Hormuz sempat mengalami masa tenang tanpa serangkaian serangan aksi balasan.
Selat Hormuz sendiri merupakan urat nadi distribusi minyak global yang sangat rentan terhadap bentrokan militer dan pengawasan ketat otoritas lokal.