Diklaim Minta Berunding, Iran Tegaskan Tak Ada Negosiasi Rahasia dengan Amerika Serikat

Pebriansyah Ariefana

Senin, 27 Juli 2026 | 17:59 WIB
Diklaim Minta Berunding, Iran Tegaskan Tak Ada Negosiasi Rahasia dengan Amerika Serikat
Rudal Iran (Tasnimnews)
baca 10 detik
  • Iran membantah sedang menggelar negosiasi diplomatik dengan pemerintah Amerika Serikat saat ini.

  • Teheran menuntut Amerika Serikat menghentikan sikap ugal-ugalan dan mematuhi hukum internasional.

  • Eskalasi militer sempat mereda setelah kedua negara menghentikan aksi saling serang di kawasan. 

Suara.com - Teheran menampik kabar yang menyebutkan adanya ruang negosiasi yang sedang berlangsung dengan Washington saat ini. Pihak Iran menegaskan komunikasi diplomatik baru bisa terwujud apabila Amerika Serikat bersedia mengubah konduksi politiknya secara mendasar.

Langkah tegas tersebut diambil di tengah memanasnya konfrontasi militer kedua negara yang sempat meluas di kawasan Timur Tengah. Teheran menilai responsibilities Washington menjadi kunci utama sebelum pembahasan meja perundingan kembali dibuka.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, membantah keras spekulasi yang menyebut negaranya telah meminta ruang dialog kepada AS. Ia menyebut kabar permohonan negosiasi tersebut sama sekali tidak berdasar dan bertentangan dengan pijakan politik Teheran.

Iran bom Bahrain dan Yordania (Al Jazeera)
Iran bom Bahrain dan Yordania (Al Jazeera)

"Itu tidak sesuai dengan prinsip kami. Klaim bahwa Iran telah meminta negosiasi hanyalah laporan belaka," ujar Baqaei sebagaimana dikutip dari kantor berita Mehr.

Baqaei menekankan bahwa diplomasi selalu menjadi instrumen vital bagi negaranya dalam menjaga kedaulatan nasional. Namun, penggunaan jalur diplomasi tersebut harus didasarkan pada iktikad baik dan prinsip saling menghormati.

"Kami tidak pernah ragu untuk menggunakan sarana diplomasi demi melindungi kepentingan nasional kami. Kami memandang diplomasi sebagai cara untuk melindungi kepentingan nasional Iran," ujarnya.

Meskipun mediator internasional terus mengalirkan pesan antar kedua belah pihak, komunikasi langsung secara resmi dipastikan belum berjalan. Teheran menutup rapat pintu perundingan selama AS belum menunjukkan perubahan sikap nyata.

“Saat ini, kami tidak melakukan negosiasi apa pun dengan pihak Amerika,” tegas Baqaei saat menjelaskan posisi terkini Iran.

Ketika disinggung mengenai syarat pembukaan dialog, Baqaei secara terbuka menuntut Washington untuk memperbaiki iklim diplomasi internasional. Menurutnya, AS harus mampu membuktikan komitmennya sebagai negara yang taat pada hukum global.

baca juga

“Amerika Serikat harus belajar bagaimana berperilaku seperti pemerintah yang bertanggung jawab,” kata Baqaei saat menyampaikan perundingan utama.

Ia memberikan kritik menohok atas manuver luar negeri AS selama beberapa tahun terakhir yang dinilai mengabaikan norma hukum internasional. Menurutnya, tindakan Washington dalam periode tersebut sangat mirip dengan pola kerja kelompok kejahatan terorganisir.

Washington dinilai beraksi “like a mafia gang” selama satu hingga dua tahun terakhir akibat pengabaian berulang terhadap hukum internasional.

“Selama perilaku ini terus berlanjut, kita tidak bisa berharap dapat menciptakan suasana publik yang kondusif,” lanjut Baqaei.

Sikap keras diplomasi Iran muncul bersamaan dengan meredanya aksi saling gempur di lapangan militer. Juru Bicara Militer Iran, Amir Mohammad Akraminia, mengonfirmasi pembekuan sementara operasi militer kedua pihak.

Akraminia menyatakan AS telah menghentikan gempuran udara dalam dua hari terakhir, yang kemudian diikuti dengan penghentian operasi balasan dari pihak Iran. Langkah penahanan diri ini menandai jeda krusial dalam eskalasi konflik terbuka kedua negara.

Laporan Axios menguatkan fenomena tersebut dengan mengungkapkan instruksi langsung dari Presiden AS Donald Trump kepada militer Amerika. Trump memerintahkan penghentian serangan baru ke wilayah Iran setelah intensitas gempuran berlangsung hampir dua pekan.

Suhu politik kedua negara sebelumnya berada pada titik nadir usai AS melancarkan serangan udara berturut-turut ke sasaran Iran. Langkah tersebut direspons Teheran dengan menargetkan berbagai fasilitas serta peralatan militer AS yang tersebar di wilayah regional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Katy Perry Protes ke Gedung Putih, Lagu Firework Jadi Backsound Video Serangan Amerika ke Iran

Katy Perry Protes ke Gedung Putih, Lagu Firework Jadi Backsound Video Serangan Amerika ke Iran

News | Senin, 27 Juli 2026 | 14:52 WIB

6 Kapal Dicegat Iran di Selat Hormuz Senin Pagi, Matikan Sistem Navigasi

6 Kapal Dicegat Iran di Selat Hormuz Senin Pagi, Matikan Sistem Navigasi

News | Senin, 27 Juli 2026 | 13:16 WIB

Kenapa Amerika Stop Serang Iran? Hal Ini Mungkin Jadi Alasan Donald Trump

Kenapa Amerika Stop Serang Iran? Hal Ini Mungkin Jadi Alasan Donald Trump

News | Senin, 27 Juli 2026 | 12:49 WIB

Terkini

4 Tinted Sunscreen Lokal SPF 30, Kunci Wajah Tampak Flawless dan Atasi PIH

4 Tinted Sunscreen Lokal SPF 30, Kunci Wajah Tampak Flawless dan Atasi PIH

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:52 WIB

PG Jatiroto Buka Suara soal Dugaan Penggelapan 75 Ton Gula, Kerugian Pembeli Capai Rp1,2 Miliar

PG Jatiroto Buka Suara soal Dugaan Penggelapan 75 Ton Gula, Kerugian Pembeli Capai Rp1,2 Miliar

Jatim | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:51 WIB

Cara Menghentikan SMS Penawaran dan Spam Judi Online di HP, Ikuti Tips Ini

Cara Menghentikan SMS Penawaran dan Spam Judi Online di HP, Ikuti Tips Ini

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:49 WIB

Pengawasan BPOM Dinilai Lemah, Kasus Ikan Asin Disemprot Baygon Picu Reaksi Keras DPR

Pengawasan BPOM Dinilai Lemah, Kasus Ikan Asin Disemprot Baygon Picu Reaksi Keras DPR

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:38 WIB

MUI: Imam Mahdi Bangkalan Sesat

MUI: Imam Mahdi Bangkalan Sesat

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:35 WIB

Usung Pelestarian Budaya Berkelanjutan, Ini Rangkaian Acara Tentrem Cultural Week 2026

Usung Pelestarian Budaya Berkelanjutan, Ini Rangkaian Acara Tentrem Cultural Week 2026

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:33 WIB

Harga Samsung Galaxy S26 Ultra Bisa Rp489 Ribuan per Bulan, Ini Syaratnya

Harga Samsung Galaxy S26 Ultra Bisa Rp489 Ribuan per Bulan, Ini Syaratnya

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:32 WIB

Pembunuhan Perempuan di Madiun Termasuk Femisida, IFW Desak Pelaku Dijerat Pasal 459 KUHP

Pembunuhan Perempuan di Madiun Termasuk Femisida, IFW Desak Pelaku Dijerat Pasal 459 KUHP

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:31 WIB

BSU 2026 Cair Berapa Kali? Ini Ketentuan Penyalurannya Menurut Permenaker Terbaru

BSU 2026 Cair Berapa Kali? Ini Ketentuan Penyalurannya Menurut Permenaker Terbaru

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:31 WIB

I Built a Rocket Ship: Merangkai Kenangan untuk Seseorang yang Telah Pergi

I Built a Rocket Ship: Merangkai Kenangan untuk Seseorang yang Telah Pergi

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:30 WIB

×