Anggaran Militer Melejit Rp187 T, Kabinet Bayangan: Mau Perang dengan Korbankan Demokrasi?

Muhamad Yasir

Selasa, 28 Juli 2026 | 07:50 WIB
Anggaran Militer Melejit Rp187 T, Kabinet Bayangan: Mau Perang dengan Korbankan Demokrasi?
Ahli manajemen dan ekonomi pertahanan, Curie Maharini, menolak doktrin militeristik yang mengorbankan nilai-nilai demokrasi dan hak privasi warga negara, dalam Konferensi Pers Kabinet Bayangan, Cikini, Jakarta, Senin (27/7/2026). [Suara.com/Cornelius Juan Prawira]
baca 10 detik
  • Kabinet Bayangan mengkritik kenaikan anggaran pertahanan pemerintahan Prabowo tahun 2026.
  • Curie Maharini meminta pemerintah memperketat transparansi pengadaan alutsista demi mencegah terjadinya potensi kebocoran anggaran serta konflik kepentingan.
  • Shofwan Al Bana menilai kebijakan luar negeri Indonesia harus berorientasi pada kepentingan rakyat dan bukan sekadar keputusan terpusat.

Suara.com - Akademisi yang tergabung dalam "Kabinet Bayangan" mengkritik peningkatan anggaran pertahanan di era Presiden Prabowo Subianto. Mereka mengingatkan, penguatan militer tidak boleh mengorbankan demokrasi, hak privasi warga negara, hingga kepentingan rakyat dalam kebijakan luar negeri.

Ahli manajemen dan ekonomi pertahanan Curie Maharini, yang didapuk sebagai Menteri Pertahanan dalam Kabinet Bayangan, menilai kenaikan anggaran pertahanan harus diiringi transparansi dan pengawasan yang ketat.

Curie menyoroti anggaran Kementerian Pertahanan pada 2026 yang mencapai Rp187,1 triliun atau naik 13,3 persen dibandingkan 2025 sebesar Rp165,2 triliun.

Menurutnya, besarnya anggaran tersebut harus dibarengi evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan pertahanan pemerintah.

Sebagai Menteri Pertahanan Kabinet Bayangan, Curie mengatakan pihaknya ingin menghadirkan evaluasi sistematis terhadap berbagai program pertahanan yang dijalankan pemerintahan Prabowo.

Ia juga mendorong transparansi dalam pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista), termasuk regulasi yang lebih ketat terhadap peran broker atau perantara agar tidak memicu kebocoran anggaran maupun konflik kepentingan.

"Apakah kita mau bersiap perang dengan mengorbankan demokrasi, privasi, stabilitas anggaran, dan hasil diplomasi kita?" kata Curie dalam konferensi pers Kabinet Bayangan di Cikini, Jakarta, Senin (27/7/2026).

Menurut Curie, Kabinet Bayangan diharapkan menjadi ruang kolaborasi bagi akademisi dan peneliti untuk menyusun alternatif kebijakan pertahanan yang berbasis riset ilmiah.

"Konsolidasi komunitas epistemik (peneliti) agar kebijakan pertahanan berbasis data ilmiah, bukan hanya kepentingan segelintir pihak," ujarnya.

baca juga
Associate Professor di Departemen Hubungan Internasional Universitas Indonesia, Shofwan Al Bana, dalam Konferensi Pers Kabinet Bayangan, Cikini, Jakarta, Senin (27/7/2026). [Suara.com/Cornelius Juan Prawira]
Associate Professor di Departemen Hubungan Internasional Universitas Indonesia, Shofwan Al Bana, dalam Konferensi Pers Kabinet Bayangan, Cikini, Jakarta, Senin (27/7/2026). [Suara.com/Cornelius Juan Prawira]

Diplomasi Harus Berorientasi pada Kepentingan Rakyat

Sorotan serupa juga datang dari Associate Professor Departemen Hubungan Internasional Universitas Indonesia, Shofwan Al Bana, yang dipercaya menjadi Menteri Luar Negeri Kabinet Bayangan.

Shofwan menegaskan kebijakan luar negeri Indonesia semestinya berangkat dari kepentingan rakyat, bukan sekadar mengikuti gaya politik pemimpin.

Ia mengkritik kecenderungan pengambilan keputusan yang dinilai terlalu terpusat pada Presiden Prabowo sehingga berpotensi mengabaikan masukan diplomat karier di Kementerian Luar Negeri.

"Kebijakan luar negeri itu dimulai dari rumah. Kalau urusan dalam negeri berantakan, maka citra di luar juga akan buruk," kata Shofwan.

Ia juga menyoroti sejumlah kesepakatan internasional yang dinilai belum memiliki kejelasan, seperti rencana joint development di Blok Ambalat bersama Malaysia hingga kesepakatan tarif resiprokal dengan Amerika Serikat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

DPR Dinilai Gagal Awasi Pemerintah, 15 Akademisi Bentuk Kabinet Bayangan

DPR Dinilai Gagal Awasi Pemerintah, 15 Akademisi Bentuk Kabinet Bayangan

News | Senin, 27 Juli 2026 | 20:00 WIB

Prabowo Minta Kampus Kuasai Teknologi Perkapalan

Prabowo Minta Kampus Kuasai Teknologi Perkapalan

News | Senin, 27 Juli 2026 | 16:26 WIB

Prabowo, SBY, dan Jokowi Duduk Semeja, Ajudan Ungkap Isi Obrolan Singkat Mereka

Prabowo, SBY, dan Jokowi Duduk Semeja, Ajudan Ungkap Isi Obrolan Singkat Mereka

News | Senin, 27 Juli 2026 | 10:37 WIB

Terkini

PSIS Kunci Raffinha, Mahesa Jenar Perkuat Misi Kembali ke Super League

PSIS Kunci Raffinha, Mahesa Jenar Perkuat Misi Kembali ke Super League

Jawa Tengah | Selasa, 28 Juli 2026 | 08:03 WIB

Cashlez Kantongi Dana Rp237,2 Miliar dari Rights Issue, Siap Perluas Ekosistem Pembayaran Digital

Cashlez Kantongi Dana Rp237,2 Miliar dari Rights Issue, Siap Perluas Ekosistem Pembayaran Digital

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 08:01 WIB

Kobaran Api Kepung Hutan Gunung Jati

Kobaran Api Kepung Hutan Gunung Jati

Foto | Selasa, 28 Juli 2026 | 08:00 WIB

Deepfake AI Teror Mahasiswi PTN di Solo, Polisi Kantongi Profil Terduga Pelaku

Deepfake AI Teror Mahasiswi PTN di Solo, Polisi Kantongi Profil Terduga Pelaku

Jawa Tengah | Selasa, 28 Juli 2026 | 07:55 WIB

Penjualan Semen SIG Tembus 18,27 Juta Ton, Naik 5,6% di Tengah Persaingan Ketat

Penjualan Semen SIG Tembus 18,27 Juta Ton, Naik 5,6% di Tengah Persaingan Ketat

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 07:52 WIB

Anggaran Militer Melejit Rp187 T, Kabinet Bayangan: Mau Perang dengan Korbankan Demokrasi?

Anggaran Militer Melejit Rp187 T, Kabinet Bayangan: Mau Perang dengan Korbankan Demokrasi?

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 07:50 WIB

Siap-Siap! Jatim Usulkan 2.100 Kursi CPNS 2026, Ini Bocoran Jadwalnya

Siap-Siap! Jatim Usulkan 2.100 Kursi CPNS 2026, Ini Bocoran Jadwalnya

Jatim | Selasa, 28 Juli 2026 | 07:39 WIB

IHSG dan Rupiah Melemah Usai Perry Warjiyo Mundur, Gubernur BI Buka Suara

IHSG dan Rupiah Melemah Usai Perry Warjiyo Mundur, Gubernur BI Buka Suara

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 07:37 WIB

Minat Investor Asing Akuisisi Bank Indonesia Masih Tinggi, Proses Merger BPR/BPRS Terus Bertambah

Minat Investor Asing Akuisisi Bank Indonesia Masih Tinggi, Proses Merger BPR/BPRS Terus Bertambah

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 07:35 WIB

Menolak Punah: Komunitas Menjadi Benteng Utama Karya Musik dan Buku Indie

Menolak Punah: Komunitas Menjadi Benteng Utama Karya Musik dan Buku Indie

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 07:35 WIB

×