-
Gempa magnitudo 7,1 mengguncang Kumamoto Jepang dan memicu pemadaman listrik 40.000 rumah.
-
Perjalanan kereta cepat Shinkansen terhenti total sementara pabrik chip TSMC dan Sony memeriksa kerusakan.
-
Peringatan tsunami setinggi satu meter akhirnya dicabut dan fasilitas nuklir dinyatakan aman dari kerusakan.
Suara.com - Gempa bumi besar bermagnitudo 7,1 mengguncang Prefektur Kumamoto di kawasan selatan Jepang pada hari Selasa. Guncangan dahsyat ini memutus pasokan listrik ke puluhan ribu rumah, menghentikan operasional kereta api, serta memicu peringatan tsunami.
Sektor industri manufaktur teknologi global yang beroperasi di wilayah tersebut langsung terdampak akibat bencana ini. Pabrik raksasa elektronik Sony dan produsen chip terbesar dunia TSMC tengah memeriksa kondisi fasilitas operasional mereka.
Seorang juru bicara Sony menyatakan bahwa pihak perusahaan sedang memantau dan memeriksa situasi di lapangan.

Sementara itu, pihak TSMC belum memberikan tanggapan resmi saat diminta konfirmasi mengenai kondisi pabrik mereka.
Pemerintah Jepang melayangkan peringatan darurat untuk tujuh prefektur di Pulau Kyushu, meliputi Kumamoto, Nagasaki, Kagoshima, Fukuoka, Saga, Oita, dan Miyazaki.
Badan Meteorologi Jepang sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami dengan perkiraan tinggi gelombang mencapai satu meter.
Peringatan tsunami tersebut akhirnya dicabut sekitar 2 jam kemudian setelah petugas tidak mendeteksi adanya pergerakan gelombang laut yang membahayakan.
Juru bicara Badan Meteorologi Jepang menjelaskan alasan pencabutan peringatan gelombang tinggi tersebut secara mendetail.
“Gempa bumi ini terjadi di darat, dan sejauh ini tidak ada aktivitas tsunami yang teramati. Oleh karena itu, kami berharap dapat mencabut peringatan tsunami relatif lebih awal, tergantung pada kondisi permukaan laut di masa mendatang,” tulis BMKG Jepang, Selasa (28/7/2026) sore.
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengonfirmasi bahwa guncangan gempa menimbulkan korban luka, kerusakan gedung, dan kebakaran.
Otoritas setempat bergerak cepat untuk mengidentifikasi tingkat kerusakan fisik maupun korban jiwa di seluruh area terdampak.
“Kami masih menilai tingkat cedera dan kerusakan properti, tetapi saya telah diberi tahu bahwa sudah ada beberapa orang yang terluka,” ujar Takaichi.
Kondisi darurat dilaporkan memburuk di beberapa wilayah akibat kerusakan sarana transportasi umum dan fasilitas publik.
“Pemadaman listrik dan kebakaran terjadi di beberapa wilayah, serta jalan dan jembatan rusak dan bangunan runtuh.”
Kerusakan sarana vital membuat aktivitas warga setempat terhenti total sesaat setelah gempa terjadi.
Kyushu Electric Power melaporkan pemadaman listrik secara mendadak melanda sekitar 40.000 tempat tinggal penduduk.
Operator jaringan transportasi JR Kyushu menghentikan seluruh perjalanan kereta api, termasuk armada kereta cepat Shinkansen.
Meskipun guncangan terasa sangat kuat, fasilitas energi nuklir di kawasan Kyushu dilaporkan tetap beroperasi aman.
Otoritas Regulasi Nuklir Jepang memastikan tidak ada keanehan atau kerusakan pada pembangkit listrik tenaga nuklir di lokasi gempa.
Kepulauan Jepang berdiri di atas kawasan vulkanik aktif Cincin Api Pasifik yang sangat rawan aktivitas tektonik.
Kondisi geografis ini membuat wilayah Jepang mengalami guncangan gempa bumi rata-rata setiap lima menit sekali.
Negara ini menyumbang sekitar 20 persen dari total gempa bumi berukuran magnitudo 6,0 atau lebih di seluruh dunia.
Kawasan Kumamoto sendiri menyimpan sejarah kelam terkait bencana geologi yang dahsyat satu dekade lalu.
Berdasarkan data resmi pemerintah, gempa bumi besar di Kumamoto 10 tahun lalu merenggut 275 nyawa dan melukai 2.739 orang.