- PAM Jaya menyiapkan investasi Rp22,8 triliun untuk meremajakan 13.000 kilometer jaringan pipa air Jakarta.
- Proses penjajakan pasar atau market sounding bersama calon investor ditargetkan mulai Desember 2026.
- Komisi B DPRD DKI Jakarta menilai positif langkah tersebut untuk menekan angka kehilangan air bersih.
Suara.com - PAM Jaya menyiapkan investasi jumbo senilai sekitar Rp22,8 triliun untuk meremajakan sekitar 13.000 kilometer jaringan pipa air bersih di Jakarta yang sudah menua. Untuk merealisasikan proyek tersebut, perusahaan akan menggelar market sounding guna menjaring calon investor.
Rencana tersebut disampaikan Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin usai Komisi B DPRD DKI Jakarta meninjau reservoir PAM Jaya di Pondok Kopi, Jakarta Timur, dan Cilincing, Jakarta Utara, pada Selasa (28/7/2026).
Ia mengatakan proses penjajakan pasar ditargetkan berlangsung pada Desember 2026 sebagai langkah awal mencari skema pendanaan yang tepat.
"Dalam waktu dekat, kami akan melakukan market sounding. Target waktunya sekitar bulan Desember," kata Arief dikutip dari pernyataan resmi perusahaan, Rabu (29/7/2026).
Menurut Arief, kebutuhan investasi yang sangat besar membuat PAM Jaya harus berhitung cermat sebelum menentukan model kerja sama dengan investor.
"Kami harus berhati-hati karena kebutuhan investasinya cukup besar. Kami harus menghitung secara cermat apakah investasi sebesar itu nantinya dapat memberikan pengembalian yang memadai melalui skema business to business (B2B)," tuturnya.

Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Nova Harivan Paloh merespons positif langkah PAM Jaya dalam mempercepat pembenahan jaringan perpipaan sekaligus menekan angka Non-Revenue Water (NRW) atau kehilangan air.
"Kami dari Komisi B tentu mengapresiasi upaya PAM Jaya yang terus bekerja keras untuk menurunkan angka NRW," kata Nova.
Peninjauan ke dua reservoir tersebut merupakan tindak lanjut rapat kerja Komisi B bersama PAM Jaya yang sebelumnya membahas strategi menekan kehilangan air.
Selain peremajaan pipa, DPRD juga mendorong PAM Jaya memperluas sambungan rumah agar air bersih yang telah diproduksi dapat dimanfaatkan masyarakat secara maksimal.
"Jangan sampai air hanya mengalir atau tersimpan di jaringan pipa tanpa tersambung ke rumah-rumah warga. Dengan bertambahnya sambungan rumah, diharapkan angka NRW bisa turun dari tiga kategori yang tadi dijelaskan," ujar Nova.
Saat ini, reservoir PAM Jaya di Pondok Kopi memiliki kapasitas sekitar 5 juta liter, sedangkan reservoir di Cilincing mampu menampung hingga 20 juta liter air.
Kedua fasilitas tersebut menjadi penopang utama pasokan air bersih bagi wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Utara.