- KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap lima bupati di Jawa Tengah dari Januari hingga Juli 2026.
- Para bupati tersebut berasal dari Kabupaten Pati, Pekalongan, Cilacap, Sukoharjo, serta Pemalang dalam perkara berbeda.
- Kasus yang menjerat para kepala daerah itu meliputi dugaan suap, pemerasan, serta pengadaan barang dan jasa.
Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan sejumlah Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap kepala daerah sepanjang 2026.
Jawa Tengah menjadi salah satu provinsi yang cukup banyak disorot karena lima bupati dari wilayah tersebut terjaring operasi senyap KPK.
Kelima bupati tersebut berasal dari Kabupaten Pati, Pekalongan, Cilacap, Sukoharjo, dan Pemalang.
Mereka diamankan dalam perkara yang berbeda, mulai dari dugaan suap hingga pemerasan terhadap pejabat di lingkungan pemerintah daerah.
Berikut lima bupati di Jawa Tengah yang terjaring OTT KPK sepanjang 2026.
1. Sudewo, Bupati Pati
![Bupati Pati Sudewo dibawa ke mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (20/1/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/20/27855-bupati-pati-sudewo-diperiksa-kpk-sudewo.jpg)
Sudewo menjadi salah bupati pertama di Jawa Tengah yang terseret OTT KPK pada 2026.
Ia diamankan pada 19 Januari 2026 dan kemudian ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi.
Kasus yang menjerat Sudewo berkaitan dengan praktik jual beli jabatan perangkat desa.
Ia disebut meminta tim suksesnya dan orang kepercayaannya mulai memalak calon perangkat desa. Tarif yang dipatok antara Rp165 juta hingga Rp225 juta.
Namun ternyata angka tersebut sudah digelembungkan oleh Kades Karangrowo Suyono dan Kades Arumanis Sumarjiono dari semula Rp125 juta - Rp150 juta.
Selain itu, ia juga terlibat dalam dugaan suap proyek di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) ketika masih menjabat sebagai anggota DPR.
2. Fadia Arafiq, Bupati Pekalongan
![Bupati Pekalongan Fadia Arafiq (tengah) berjalan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK Merah Putih, Jakarta, Rabu (4/3/2026). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/bar]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/04/99644-bupati-pekalongan-fadia-arafiq-fadia-arafiq.jpg)
Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, terjaring OTT KPK pada Selasa, 3 Maret 2026.
Fadia terjaring kasus pengadaan barang dan jasa di Pemkab Pekalongan, salah satunya pengadaan outsourcing.
Fadia mendirikan perusahaan boneka atas nama keluarga, PT Raja Nusantara Berjaya untuk memonopoli proyek outsourcing.
Perusahaan tersebut diketahui mendapat Rp46 miliar dari kontrak dengan Pemkab Pekalongan sepanjang 2023-2026.