-
Pasukan Israel menangkap sedikitnya 20 warga Palestina dalam penggerebekan malam di Tepi Barat.
-
Sebagian besar penangkapan terfokus di wilayah Nablus di tengah meningkatnya invasi militer.
-
Warga Palestina juga menghadapi lonjakan aksi kekerasan dan serangan dari kelompok pemukim Israel.
Suara.com - Pasukan Israel culik sedikitnya 20 warga Palestina dalam operasi penyergapan intensif yang menyasar kawasan Nablus dan sekitarnya pada malam hari.
Langkah sepihak ini menandai babak baru dari gelombang intimidasi bersenjata yang terus memuncak di seluruh wilayah pendudukan.
Lembaga Klub Tahanan Palestina membenarkan terjadinya gelombang penangkapan massal tersebut secara langsung.
![Warga Palestina mengunjungi kerabat mereka yang tewas akibat serangan tentara Israel selama perang [ANTARA]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/03/31/49518-warga-palestina-mengunjungi-kerabat-mereka-yang-tewas-akibat-serangan-tentara-israel.jpg)
"Penahanan tersebut terjadi selama penggerebekan semalam oleh Israel," kata Klub Tahanan Palestina kepada Al Jazeera, Rabu (29/7/2026).
Pola penangkapan ini memperjelas perluasan invasi militer Israel di wilayah Palestina yang terkepung.
Tekanan terhadap warga sipil kian memburuk seiring meningkatnya aksi brutal yang dilancarkan kelompok pemukim Israel.
Aksi kekerasan kini menjelma menjadi serangan massa yang secara terbuka menargetkan warga Palestina.
Kelompok pemukim melancarkan aksi main hakim sendiri, baik di dalam rumah warga maupun di ruang publik.
Rangkaian penangkapan terbaru ini tidak berdiri sendiri, melainkan bagian dari eskalasi militer yang sistematis di Tepi Barat.
Eskalasi keamanan ini terus memperpanjang daftar panjang pelanggaran hak asasi manusia di wilayah pendudukan tersebut.
Kondisi lapangan yang kian memanas mengancam keselamatan warga sipil yang hidup dalam ancaman serbuan rutin.