- Prof. Fatma Lestari dari FKM UI menyatakan pada Rabu, 29 Juli 2026, bahwa keselamatan tenaga kesehatan harus menjadi prioritas nasional.
- Berbagai kasus kematian dokter dan peserta PPDS akibat tekanan psikososial serta kelelahan kerja memicu perhatian publik di Indonesia.
- Sebagian besar fasilitas kesehatan di Indonesia belum memiliki sistem manajemen risiko kelelahan dan bahaya psikososial bagi para pekerjanya.
Suara.com - Di balik tugas menyelamatkan nyawa pasien, tenaga kesehatan ternyata menghadapi ancaman yang kerap luput dari perhatian. Beban kerja berlebihan, kelelahan berkepanjangan, tekanan psikologis, hingga risiko kecelakaan kerja disebut telah menciptakan "silent crisis" atau krisis senyap di dunia kesehatan Indonesia.
Guru Besar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Prof. Fatma Lestari, menilai keselamatan tenaga kesehatan sudah saatnya menjadi prioritas nasional, bukan sekadar isu internal rumah sakit.
"Tenaga kesehatan selama ini dipandang sebagai penyelamat kehidupan, namun sering kali terlupakan bahwa mereka juga merupakan pekerja yang memiliki risiko keselamatan dan kesehatan kerja yang tinggi," kata Fatma dalam keterangannya, Rabu (29/7/2026), mengutip dari ANTARA.
Deretan Kasus yang Menjadi Alarm
Pernyataan tersebut muncul setelah dalam beberapa pekan terakhir terjadi sejumlah kasus meninggalnya dokter dan tenaga kesehatan yang memicu perhatian publik.
Salah satunya adalah meninggalnya peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi Universitas Diponegoro, dr. Aulia Risma Lestari, yang diduga berkaitan dengan perundungan serta tekanan psikososial selama menjalani pendidikan.
Selain itu, beberapa dokter internship juga dilaporkan meninggal dunia sepanjang 2026. Kasus-kasus tersebut bahkan mendorong DPR RI mengusulkan pembentukan tim investigasi nasional untuk menelusuri penyebabnya.
Menurut Fatma, setiap kematian tenaga kesehatan yang berkaitan dengan pekerjaannya seharusnya dipandang sebagai sentinel event atau peristiwa serius yang menjadi bahan evaluasi sistem, bukan hanya dianggap sebagai tragedi individu.
"Setiap kematian tenaga kesehatan yang berkaitan dengan pekerjaannya merupakan sentinel event yang harus menjadi pembelajaran sistem," ujarnya.
Bahaya Psikologis Sama Seriusnya dengan Penyakit Akibat Kerja
Fatma menilai persoalan yang dihadapi tenaga kesehatan bukan hanya kelelahan fisik, tetapi juga tekanan mental yang berkepanjangan.
Kasus PPDS Undip, menurutnya, membuka mata publik terhadap persoalan workplace bullying, tekanan akademik, beban kerja tinggi, hingga gangguan kesehatan mental yang selama ini jarang dibicarakan secara terbuka.
Ia menegaskan bahwa bahaya psikososial harus diperlakukan sama seriusnya dengan penyakit akibat kerja lainnya karena dapat berujung pada kematian.
Kelelahan Jadi "Silent Killer"
Salah satu persoalan terbesar adalah fatigue atau kelelahan kerja yang disebut sebagai silent killer bagi tenaga kesehatan.