-
Profil dan rekam jejak Oegroseno mencatat keberaniannya menolak perintah eksekusi mati.
-
Profil dan rekam jejak Oegroseno melesat hingga menjabat posisi puncak Wakapolri.
-
Pembahasan profil dan rekam jejak Oegroseno mencuat usai pemanggilan kasus Sepolwan.
Suara.com - Mantan Wakapolri Oegroseno tengah menjadi sorotan usai diundang klarifikasi oleh Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri terkait dugaan korupsi lahan Sepolwan.
Jauh sebelum kasus ini muncul, Oegroseno dikenal sebagai perwira tinggi yang berani.
Ia punya sejarah panjang di kepolisian, termasuk momen ikonik saat ia dicopot dari jabatannya karena berani menentang perintah atasan demi hati nurani.
Jejak Karier Oegroseno yang Sempat Dicopot dari Kapolda Sulteng
Momen paling diingat dalam sejarah karier Oegroseno adalah saat ia menjabat sebagai Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng) pada tahun 2006.
Saat itu, ia diperintahkan untuk menyiapkan regu tembak guna mengeksekusi mati Fabianus Tibo cs, terpidana kerusuhan Poso.

Namun, Oegroseno menolak dan berargumen bahwa para terpidana masih memiliki hak konstitusional untuk mengajukan grasi.
Sikapnya yang teguh memegang aturan ini membuatnya dipanggil ke Jakarta untuk disidang oleh Kapolri saat itu, Jenderal Sutanto, beserta petinggi BIN dan Jaksa Agung.
Buntutnya, Oegroseno dicopot dari jabatan Kapolda dan dimutasi ke Mabes Polri.
Karier Melejit ke Bintang Tiga Usai Dicopot
Meski sempat dicopot dari jabatannya dan dimutasi, integritas Oegroseno justru diakui oleh Istana di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Alih-alih meredup, kariernya justru melesat tajam.
- Kadiv Propam Polri (2009-2010): Ia naik pangkat menjadi jenderal bintang dua (Irjen).
- Kapolda Sumatera Utara: Di sini, ia turun langsung ke lapangan memimpin perburuan teroris kelompok Fadli yang merampok bank CIMB Niaga Medan dan menyerang Polsek Hamparan Perak.
- Kalemdikpol (2011): Menjabat sebagai Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri.
- Kabaharkam: Menjabat sebagai Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan.
Puncaknya di tahun 2013, Oegroseno dilantik menjadi Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) menggantikan Komjen Pol Nanan Soekarna.
Ia pensiun dengan hormat pada Maret 2014, yang membuktikan bahwa sikap melawan arus tidak menghambatnya mencapai puncak tertinggi.
Latar Belakang Keluarga Pejabat dan Militer
Kekuatan prinsip Oegroseno ternyata mengalir dari sang ayah, yang merupakan Bupati Pati tahun 1970-an sekaligus mantan Wakil Gubernur Akpol.
Keluarga besarnya pun bukan orang sembarangan, saudara-saudaranya berkarier di TNI Angkatan Darat hingga pemerintahan desa.
Lulusan Akpol 1978 ini memang dikenal sebagai sosok yang religius dan selalu menekankan pentingnya bertanya pada hati nurani sebelum bertindak.
Setelah melepas seragam cokelatnya, Oegroseno tidak lantas diam. Pada 2015, ia dipilih Presiden Joko Widodo menjadi anggota Tim Independen (Tim 9) untuk menengahi polemik antara Polri dan KPK.
Ia juga sempat dipercaya menjabat sebagai Komisaris Independen PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Kini, di tengah masa pensiunnya, Oegroseno harus kembali berurusan dengan markas besarnya sendiri.
Ia diundang memberikan klarifikasi terkait dugaan korupsi pengadaan lahan Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan) di Lembang dan Ciputat periode 2010-2014.
Oegroseno menduga ada unsur kriminalisasi atas sikap kritisnya selama ini. Meski begitu, sang pensiunan jenderal bintang tiga ini mengaku siap kooperatif dan akan hadir membawa bukti dokumen pada 30 Juli 2026 mendatang.