-
Gempa bumi magnitudo 7,1 di Prefektur Kumamoto menelan total 30 korban jiwa.
-
Kerusakan fasilitas umum memicu pemadaman listrik, krisis air, dan penghentian total kereta peluru.
-
Perbedaan angka korban terjadi akibat beda sumber data antara pemerintah pusat dan daerah.
Suara.com - Jumlah korban jiwa gempa bumi Jepang di Prefektur Kumamoto, Jepang barat daya, melonjak hingga menyentuh angka 30 orang. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyampaikan langsung update data terbaru tersebut mencakup para korban yang terindikasi meninggal akibat bencana.
Perbedaan pelaporan data kian menonjol karena pemerintah lokal Prefektur Kumamoto baru mengonfirmasi secara resmi 18 korban tewas. Delapan pekerja gugur di pabrik Nippon Paper Industries Co. kawasan Yatsushiro dan enam warga meninggal di pusat perbelanjaan Aeon wilayah Kashima akibat ledakan pascagempa bermagnitudo 7,1 pada Selasa (28/7).
Tiga jenazah tambahan terkonfirmasi di Yatsushiro serta satu korban jiwa lainnya ditemukan pada wilayah Kota Kosa. Menurut laporan Kyodo, tim penyelamat juga telah menemukan keberadaan satu pekerja yang sempat hilang di area pabrik kertas, meski kondisi kesehatannya belum dipastikan.

Pemerintah Kota Uki secara terpisah mengonfirmasi adanya dua korban tewas namun belum memasukkan laporan tersebut ke pemerintah prefektur. Kantor Berita Vietnam juga melaporkan seorang tenaga kerja asal Vietnam meninggal dunia setelah tertimpa mesin crane di pabrik kawasan Kosa.
Saling silang jumlah korban meninggal muncul akibat disparitas sumber pendataan antara otoritas pusat dan daerah.
Sekretaris Kabinet Minoru Kihara, dalam konferensi pers di Tokyo, menjelaskan perbedaan data itu terjadi karena pemerintah pusat mengandalkan data dari kepolisian dan dinas pemadam kebakaran, sementara pemerintah prefektur menghitung angka berdasarkan laporan dari pemerintah kota.
Lebih dari 10.000 warga kini terpaksa bertahan di berbagai lokasi pengungsian darurat hingga Kamis pagi. Bencana ini memutus aliran listrik ke 23.000 rumah dan menghentikan suplai air bersih bagi 75.000 rumah tangga.
Sektor transportasi publik lumpuh total akibat kerusakan infrastruktur rel yang belum selesai diperiksa. Layanan kereta peluru Kyushu Shinkansen rute Stasiun Kumamoto menuju Stasiun Kagoshima-chuo terpaksa dihentikan sementara.
Pihak operator JR Kyushu juga membatalkan pembukaan kembali rute Stasiun Chikugo-Funagoya menuju Stasiun Kumamoto pada hari Kamis. Langkah pembatalan penuh operasional kereta diambil guna memastikan keamanan jalur dari potensi bahaya susulan.
Gempa bumi dahsyat bermagnitudo 7,1 menggetarkan wilayah Uki dan Hikawa pada Selasa (28/7) pukul 16.27 waktu setempat. Skala intensitas gempa di kedua wilayah tersebut mencatatkan kekuatan maksimum level 7 pada standar Jepang.
Badan Meteorologi Jepang menjelaskan bahwa guncangan level 7 membuat warga mustahil berdiri tegak atau bergerak tanpa merangkak. Gempa ekstrem pada tingkat ini bahkan memiliki daya lontar yang sanggup melempar tubuh manusia ke udara.