Jatim Media Summit 2026: AI Disebut Jadi "Jalan Pulang" Jurnalisme

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 30 Juli 2026 | 18:55 WIB
Jatim Media Summit 2026: AI Disebut Jadi "Jalan Pulang" Jurnalisme
Penutupan Jatim Media Summit (JMS) 2026 memunculkan satu benang merah yang kuat: media nasional maupun daerah tidak lagi cukup bertahan hanya dengan mengejar klik dan trafik.
baca 10 detik
  • Pembicara di Jatim Media Summit 2026 sepakat media harus berhenti hanya mengejar klik dan mulai mengembalikan fokus pada jurnalisme yang kredibel dan dipercaya publik.
  • Di tengah era AI dan post-truth, verifikasi fakta, independensi, dan kualitas konten dinilai menjadi nilai terpenting yang membedakan media dari platform lainnya.
  • Pemerintah, media, kampus, dan industri didorong membangun ekosistem bersama untuk memperkuat literasi digital, pemanfaatan AI secara bertanggung jawab, dan masa depan jurnalisme.

Suara.com - Penutupan Jatim Media Summit (JMS) 2026 memunculkan satu benang merah yang kuat: media nasional maupun daerah tidak lagi cukup bertahan hanya dengan mengejar klik dan trafik. Di tengah ledakan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan derasnya arus disinformasi, jurnalisme dituntut kembali pada fungsi utamanya sebagai penjaga kebenaran.

Pesan itu mengemuka dari sejumlah pembicara pada sesi penutup JMS 2026, Kamis (30/7/2026). Mulai dari Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Timur Sherlita Ratna Dewi Agustin, Guru Besar Universitas Negeri Surabaya Prof. Dr. Martadi, hingga Chief Content Officer KapanLagi Youniverse Wensesiaus Manggut.

Sherlita mengungkapkan, penetrasi internet di Jawa Timur kini mencapai 83,41 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata nasional yang berada di angka 81,72 persen. Kontribusi pengguna internet Jawa Timur terhadap nasional juga mencapai 15,10 persen, menjadikannya salah satu provinsi dengan aktivitas digital terbesar di Indonesia.

Mayoritas pengguna internet berasal dari kelompok usia produktif, terutama Generasi Milenial dan Generasi Z. Bahkan, Generasi Alpha kini semakin akrab dengan dunia digital sejak usia dini.

"Media harus berubah karena konsumennya juga berubah. Anak-anak sekarang lahir ketika internet sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari," ujar Sherlita.

Sherlita menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur kini mendorong seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) memiliki akun media sosial yang terverifikasi sebagai langkah membangun kepercayaan publik sekaligus melawan penyebaran informasi palsu.

Selain itu, Pemprov Jatim juga memperkuat literasi digital melalui program Cerdik (Cerdas Digital) yang telah diikuti lebih dari 41 ribu peserta sejak 2025. Tahun ini, pelatihan diperluas hingga materi AI Agent, prompt engineering, hingga pengembangan sistem AI bersama perguruan tinggi seperti ITS, Universitas Brawijaya, dan Universitas Gadjah Mada melalui program AI Talent Factory.

Meski demikian, Sherlita mengingatkan masyarakat agar tidak mempercayai AI secara mentah.

"Gunakan AI, tetapi jangan percaya seratus persen. AI tetap harus diverifikasi karena masih bisa menghasilkan informasi yang keliru," tegasnya.

baca juga

Ia juga memaparkan berbagai program keamanan siber seperti Cyber Defense Academy dan kompetisi keamanan digital yang melibatkan pelajar SMA/SMK bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), sebagai upaya menyiapkan talenta keamanan siber sejak dini.

Ancaman Post-Truth, Media Harus Jadi Penjaga Fakta
Sementara itu, Guru Besar Universitas Negeri Surabaya Prof. Dr. Martadi mengingatkan dunia sedang memasuki era post-truth, ketika kebohongan yang terus diulang dapat dipercaya sebagai sebuah kebenaran.

Menurutnya, dalam situasi tersebut media memiliki tanggung jawab yang semakin besar sebagai institusi yang melakukan verifikasi fakta.

"Ketika masyarakat ragu apakah sebuah informasi benar atau tidak, mereka akan kembali kepada media yang terpercaya. Itulah roh media yang tidak boleh hilang," katanya.

Martadi juga mengusulkan terbentuknya ekosistem kolaborasi permanen antara pemerintah, media, perguruan tinggi, dan industri agar hasil-hasil riset akademik tidak berhenti di jurnal ilmiah, tetapi dapat diterjemahkan menjadi informasi yang mudah dipahami masyarakat melalui media massa.
Ia menilai ribuan hasil penelitian di kampus belum memberikan dampak maksimal karena minim dipublikasikan kepada publik luas.

AI Jadi Jalan Pulang Jurnalisme

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jatim Media Summit 2026: Ancaman Siber Mengintai Media dan Kreator, Keamanan Digital Jadi Keharusan

Jatim Media Summit 2026: Ancaman Siber Mengintai Media dan Kreator, Keamanan Digital Jadi Keharusan

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:26 WIB

Meta AI Muse Spark 1.1 Kini Bisa Eksekusi Tugas Nyata, Bukan Sekadar Jawab Prompt

Meta AI Muse Spark 1.1 Kini Bisa Eksekusi Tugas Nyata, Bukan Sekadar Jawab Prompt

Tekno | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:28 WIB

Jatim Media Summit 2026: Masa Depan Media Ada di Kolaborasi, Bukan Sekadar Pemberitaan

Jatim Media Summit 2026: Masa Depan Media Ada di Kolaborasi, Bukan Sekadar Pemberitaan

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:14 WIB

Terkini

Mantri BRI Tempuh Perjalanan Antardesa untuk Dampingi UMKM di Kepulauan Talaud

Mantri BRI Tempuh Perjalanan Antardesa untuk Dampingi UMKM di Kepulauan Talaud

Sumbar | Kamis, 30 Juli 2026 | 19:06 WIB

Venom Audio Hadirkan Head Unit Berbasis ChatGPT dan Produk Terbaru di GIIAS 2026

Venom Audio Hadirkan Head Unit Berbasis ChatGPT dan Produk Terbaru di GIIAS 2026

Otomotif | Kamis, 30 Juli 2026 | 19:05 WIB

Tolak Suap Rp1 Miliar, Eks Wakapolri Oegroseno Buka-bukaan Soal Kasus Tanah Sepolwan

Tolak Suap Rp1 Miliar, Eks Wakapolri Oegroseno Buka-bukaan Soal Kasus Tanah Sepolwan

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 19:02 WIB

Menjangkau Pelosok Talaud, Mantri BRI Perkuat Perekonomian Masyarakat Lewat Pendampingan UMKM

Menjangkau Pelosok Talaud, Mantri BRI Perkuat Perekonomian Masyarakat Lewat Pendampingan UMKM

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 19:01 WIB

1 Agustus Hari Apa? Ini Daftar Hari Besar Nasional dan Internasional

1 Agustus Hari Apa? Ini Daftar Hari Besar Nasional dan Internasional

Lifestyle | Kamis, 30 Juli 2026 | 19:00 WIB

WIND UP: The Movie Membuktikan Olahraga Bukan tentang Kemenangan Semata

WIND UP: The Movie Membuktikan Olahraga Bukan tentang Kemenangan Semata

Your Say | Kamis, 30 Juli 2026 | 19:00 WIB

3 Serum Wardah untuk Kulit Kering dan Kusam yang Cocok Dipakai Sehari-hari

3 Serum Wardah untuk Kulit Kering dan Kusam yang Cocok Dipakai Sehari-hari

Lifestyle | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:59 WIB

UMKM Antre Ajukan KUR Perumahan, Kuota Dinaikkan Jadi Rp50 Triliun

UMKM Antre Ajukan KUR Perumahan, Kuota Dinaikkan Jadi Rp50 Triliun

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:58 WIB

Modus Terbongkar! Bea Cukai Gagalkan Ekspor 3,4 Ton Merkuri Disamarkan Keramik Senilai Rp17,5 Miliar

Modus Terbongkar! Bea Cukai Gagalkan Ekspor 3,4 Ton Merkuri Disamarkan Keramik Senilai Rp17,5 Miliar

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:57 WIB

PHK Ribuan Pekerja Garmen di Jateng Akibat Turunnya Ekspor

PHK Ribuan Pekerja Garmen di Jateng Akibat Turunnya Ekspor

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:56 WIB

×