Sumbang 27 Persen Luas Karhutla Nasional, Kalimantan Barat Jadi Percontohan Peta Risiko Baru

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 31 Juli 2026 | 17:16 WIB
Sumbang 27 Persen Luas Karhutla Nasional, Kalimantan Barat Jadi Percontohan Peta Risiko Baru
Peneliti YKAN meneliti dampak kebakaran di lahan gambut di Singkawang (dok.YKAN)

Suara.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di ekosistem gambut kerap menjadi bencana yang berulang di Indonesia. Berbeda dengan kebakaran di lahan mineral, api di lahan gambut bisa merambat hingga ke lapisan bawah tanah, sulit dipadamkan, dan menghasilkan emisi karbon dalam jumlah besar.

Kondisi itulah yang mendorong Kementerian Kehutanan bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) menyusun ulang peta risiko karhutla, dengan Kalimantan Barat sebagai wilayah percontohan.

Berbeda dengan metode sebelumnya, pemodelan baru ini tidak hanya mempertimbangkan kondisi biofisik seperti jenis lahan dan vegetasi, tetapi juga aktivitas manusia yang berpotensi memicu kebakaran.

Penasihat Senior Kerja Sama Internasional dalam Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan, Israr Albrar, mengatakan penyempurnaan metode tersebut telah dimulai sejak 2025.

"Metode penyusunan peta risiko karhutla sebenarnya sudah tersedia, namun kini kami menyempurnakannya agar dapat memberikan gambaran risiko yang lebih akurat," katanya.

Menurut Israr, peta risiko yang lebih rinci diharapkan dapat membantu pemerintah mengalihkan fokus dari penanganan kebakaran menuju upaya pencegahan.

Mengapa lahan gambut menjadi perhatian?

Peneliti Lahan Gambut dan Iklim YKAN, Dr. Nisa Novita, mengatakan kebakaran di lahan gambut memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan kebakaran di lahan mineral.

Api tidak hanya membakar vegetasi di permukaan, tetapi juga menjalar ke lapisan gambut yang menyimpan cadangan karbon dalam jumlah besar.

baca juga

"Kebakaran lahan gambut lebih sulit dipadamkan," ujar Nisa.

Akibatnya, kebakaran gambut tidak hanya menghasilkan emisi gas rumah kaca dalam jumlah besar, tetapi juga memicu kabut asap yang berdampak pada kesehatan masyarakat serta merusak ekosistem. Proses pemulihan lahan gambut yang terbakar pun dapat berlangsung sangat lama.

Untuk menghasilkan peta risiko yang lebih akurat, BRIN mengembangkan model yang menggabungkan berbagai indikator lingkungan dan aktivitas manusia.

Kepala Pusat Riset Ekologi BRIN, Asep Hidayat, mengatakan penyusunan model dilakukan secara bertahap, mulai dari pengembangan kerangka pemodelan, penentuan indikator, hingga analisis spasial.

"Pendekatan ini diharapkan dapat menjadi dasar ilmiah yang kuat untuk mendukung pengambilan keputusan dalam pengendalian karhutla," katanya.

Mengapa Kalimantan Barat dipilih?

Kalimantan Barat menjadi salah satu provinsi dengan tingkat kebakaran hutan dan lahan tertinggi di Indonesia.

Data Kementerian Kehutanan menunjukkan, hingga Juni 2026 luas area yang terbakar di provinsi tersebut mencapai sekitar 28.860 hektare, atau sekitar 27% dari total luas kebakaran nasional.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat telah mengidentifikasi 335 desa rawan karhutla yang tersebar di 14 kabupaten dan kota. Tiga wilayah dengan tingkat kebakaran tertinggi adalah Ketapang, Mempawah, dan Kubu Raya, yang secara bersama-sama menyumbang sekitar 77% dari total luas kebakaran di provinsi tersebut pada Januari-Juni 2026.

Menurut Nisa, hasil pemodelan kini telah memasuki tahap akhir. Tim peneliti selanjutnya akan menyusun policy brief sebagai masukan bagi Kementerian Kehutanan untuk memperbarui pedoman penentuan wilayah rawan kebakaran, khususnya di kawasan bergambut.

Harapannya, metode tersebut tidak hanya diterapkan di Kalimantan Barat, tetapi juga dapat diadaptasi oleh daerah lain sesuai karakteristik bentang alam masing-masing.

Penulis: Chairunisa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Karhutla Hanguskan 40 Hektare Lahan di Palangka Raya

Karhutla Hanguskan 40 Hektare Lahan di Palangka Raya

Foto | Kamis, 30 Juli 2026 | 06:00 WIB

BRIN Kembangkan Teknologi untuk Pulihkan Lahan Bekas Tambang, Seberapa Efektif?

BRIN Kembangkan Teknologi untuk Pulihkan Lahan Bekas Tambang, Seberapa Efektif?

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 16:10 WIB

Ke Depan Tak Ada Lagi Kecelakaan Kereta Api , KAI Kembangkan Teknologi Baru

Ke Depan Tak Ada Lagi Kecelakaan Kereta Api , KAI Kembangkan Teknologi Baru

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 08:50 WIB

Terkini

Prabowo Sebut Arab Saudi hingga Mesir Ingin jadi Pemilik Senjata Nuklir, Ada Apa?

Prabowo Sebut Arab Saudi hingga Mesir Ingin jadi Pemilik Senjata Nuklir, Ada Apa?

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 17:17 WIB

Sumbang 27 Persen Luas Karhutla Nasional, Kalimantan Barat Jadi Percontohan Peta Risiko Baru

Sumbang 27 Persen Luas Karhutla Nasional, Kalimantan Barat Jadi Percontohan Peta Risiko Baru

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 17:16 WIB

18 Orang Tewas Tenggelam Berenang dari Maroko ke Ceuta Spanyol, Terobos Perbatasan dengan Ilegal

18 Orang Tewas Tenggelam Berenang dari Maroko ke Ceuta Spanyol, Terobos Perbatasan dengan Ilegal

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 17:16 WIB

Viral Calon Pegawai BPJS Jalan di Atas Bara Api, DPR Minta Penjelasan Resmi

Viral Calon Pegawai BPJS Jalan di Atas Bara Api, DPR Minta Penjelasan Resmi

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 17:15 WIB

Jumanji Open World Hadirkan Dunia Gim ke Realitas dalam Petualangan Baru

Jumanji Open World Hadirkan Dunia Gim ke Realitas dalam Petualangan Baru

Your Say | Jum'at, 31 Juli 2026 | 17:15 WIB

4 Sepatu Lari Hoka Terbaik untuk Daily Run, Empuk dan Stabil di Setiap Langkah

4 Sepatu Lari Hoka Terbaik untuk Daily Run, Empuk dan Stabil di Setiap Langkah

Lifestyle | Jum'at, 31 Juli 2026 | 17:15 WIB

Rekam Jejak Wasit Asal Korsel Laga Timnas Indonesia vs Timor Leste, Pernah Buat Malu Shin Tae-yong

Rekam Jejak Wasit Asal Korsel Laga Timnas Indonesia vs Timor Leste, Pernah Buat Malu Shin Tae-yong

Bola | Jum'at, 31 Juli 2026 | 17:13 WIB

Jesslyn Wijaya Masih Tak Bisa Dihubungi, Calon Suami Lapor ke Komnas Perempuan

Jesslyn Wijaya Masih Tak Bisa Dihubungi, Calon Suami Lapor ke Komnas Perempuan

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 17:12 WIB

Dari Titik Terendah hingga Dipercaya Kelola Uang Rp 3 Miliar, Inspirasi dari Jafar Tri Maulana

Dari Titik Terendah hingga Dipercaya Kelola Uang Rp 3 Miliar, Inspirasi dari Jafar Tri Maulana

Lifestyle | Jum'at, 31 Juli 2026 | 17:05 WIB

Seteru dengan Pramoedya hingga Si Oyen: Sisi Lain Buya Hamka dalam Ayah

Seteru dengan Pramoedya hingga Si Oyen: Sisi Lain Buya Hamka dalam Ayah

Your Say | Jum'at, 31 Juli 2026 | 17:00 WIB

×