BRIN Kembangkan Teknologi untuk Pulihkan Lahan Bekas Tambang, Seberapa Efektif?

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 29 Juli 2026 | 16:10 WIB
BRIN Kembangkan Teknologi untuk Pulihkan Lahan Bekas Tambang, Seberapa Efektif?
Ilustrasi Lahan Pascatambang (dok.Pexels/Tom Fisk)

Suara.com - Lahan bekas tambang kerap menyisakan persoalan yang tidak mudah dipulihkan. Lubang galian menganga, lapisan tanah yang hilang, erosi, longsor, hingga air asam tambang menjadi ancaman bagi ekosistem jika tidak segera direhabilitasi.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kini menawarkan salah satu pendekatan untuk mempercepat pemulihan kawasan tersebut. Melalui teknologi BioReKarst 3S (Reklamasi Tiga Strata Bermikoriza), para peneliti menggabungkan revegetasi bertahap dengan pemanfaatan jamur mikoriza untuk membantu memulihkan kondisi tanah bekas tambang.

Penelitian yang dipimpin Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Mikrobiologi Terapan BRIN, Retno Prayudyaningsih, itu bertujuan mempercepat pemulihan ekosistem sekaligus mengurangi ketergantungan pada pupuk maupun bahan kimia sintetis dalam proses reklamasi.

Menurut Retno, teknologi tersebut bertumpu pada pupuk hayati Isomik MK1, yang dikembangkan dari fungsi mikoriza arbuskular hasil isolasi kawasan karst yang telah terdegradasi.

"Jantung dari teknologi ini adalah Isomik MK1, yaitu pupuk hayati berbasis fungsi mikoriza arbuskular yang kami isolasi dari kawasan karst terdegradasi," kata Retno dalam acara BRIN Goes to Industry 5: Hilirisasi Riset dan Inovasi Sektor Pertambangan di Jakarta.

Pada tahap pembibitan, sekitar lima gram Isomik MK1 diberikan pada setiap lubang tanam. Mikoriza kemudian membentuk hubungan simbiosis dengan akar tanaman sehingga memperluas sistem perakaran dan membantu tanaman menyerap unsur hara, terutama fosfat yang umumnya sangat terbatas di lahan bekas tambang.

BRIN menyebut kondisi tersebut meningkatkan peluang hidup tanaman sekaligus mempercepat pertumbuhannya.

Meniru cara alam memulihkan hutan

Berbeda dengan reklamasi yang hanya berfokus pada penanaman pohon, BioReKarst 3S dirancang mengikuti proses suksesi alami ekosistem.

baca juga

Tahap awal dimulai dengan penanaman cover crop untuk melindungi permukaan tanah sekaligus memperbaiki struktur tanah. Setelah itu, ditanam pohon-pohon pionir yang menghasilkan biomassa dan bahan organik. Pada tahap berikutnya, pohon berumur panjang diharapkan tumbuh sehingga ekosistem hutan dapat terbentuk secara lebih permanen.

Selain menumbuhkan vegetasi, teknologi ini juga ditujukan untuk mengembalikan kehidupan mikroorganisme di dalam tanah.

Retno mengatakan hasil penelitian menunjukkan populasi bakteri dan jamur tanah meningkat dalam waktu sekitar 12 bulan setelah vegetasi dan Isomik MK1 diterapkan.

"Mikroba tanah berperan penting dalam pembentukan tanah dan kesuburannya sehingga pemulihan kehidupan biologis menjadi bagian penting dari proses reklamasi," ujarnya.
Ia menambahkan pendekatan tersebut juga meningkatkan kandungan bahan organik, memperbaiki sifat kimia tanah, serta menjaga ketersediaan nutrisi secara alami tanpa tambahan bahan kimia sintetis.

Berpeluang mendukung kredit karbon

BRIN membuka peluang kerja sama untuk memperluas penerapan BioReKarst 3S, mulai dari produksi massal inokulum mikoriza, penyusunan standar operasional penerapan di lapangan, hingga replikasi teknologi di berbagai kawasan pertambangan.

Dalam jangka panjang, teknologi ini dinilai tidak hanya berpotensi mempercepat rehabilitasi lahan terdegradasi, tetapi juga membuka peluang pengembangan skema kredit karbon melalui peningkatan biomassa hutan hasil reklamasi.

Teknologi tersebut ditujukan untuk mendukung kegiatan reklamasi di berbagai sektor pertambangan sekaligus memperkuat upaya rehabilitasi lahan yang dilakukan pemerintah maupun pelaku usaha sebagai bagian dari pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KAI dan BRIN Kolaborasi Kembangkan Teknologi ATP untuk Keselamatan Perjalanan Kereta

KAI dan BRIN Kolaborasi Kembangkan Teknologi ATP untuk Keselamatan Perjalanan Kereta

Foto | Selasa, 21 Juli 2026 | 15:15 WIB

Mengapa Muka Air Danau Toba Terus Menurun? BRIN Ungkap Biang Kerok Sebenarnya

Mengapa Muka Air Danau Toba Terus Menurun? BRIN Ungkap Biang Kerok Sebenarnya

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2026 | 11:17 WIB

Tak Lagi Jadi Sampah, Bagaimana Peneliti BRIN Sulap Ampas Kopi Gayo Jadi Kemasan Ramah Lingkungan?

Tak Lagi Jadi Sampah, Bagaimana Peneliti BRIN Sulap Ampas Kopi Gayo Jadi Kemasan Ramah Lingkungan?

Lifestyle | Senin, 20 Juli 2026 | 18:32 WIB

Terkini

Anggota DPRD Medan Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pengeroyokan

Anggota DPRD Medan Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pengeroyokan

Sumut | Rabu, 29 Juli 2026 | 16:07 WIB

Memanas! Tiga Anggota DPRD Kota Madiun Walk Out dari Paripurna KUA-PPAS 2027

Memanas! Tiga Anggota DPRD Kota Madiun Walk Out dari Paripurna KUA-PPAS 2027

Jatim | Rabu, 29 Juli 2026 | 16:03 WIB

Belanja Auto Dicap Boros? Perempuan dan Dilema Nikmati Hasil Kerja Sendiri

Belanja Auto Dicap Boros? Perempuan dan Dilema Nikmati Hasil Kerja Sendiri

Your Say | Rabu, 29 Juli 2026 | 16:00 WIB

Mitsubishi Xforce Apakah Pakai Sunroof? Ini Perbandingannya dengan Versi Lawas

Mitsubishi Xforce Apakah Pakai Sunroof? Ini Perbandingannya dengan Versi Lawas

Otomotif | Rabu, 29 Juli 2026 | 16:00 WIB

Jelang Lawan Vietnam, Media Tetangga Sindir Timnas Indonesia dengan Bendera Belanda dan Australia

Jelang Lawan Vietnam, Media Tetangga Sindir Timnas Indonesia dengan Bendera Belanda dan Australia

Bola | Rabu, 29 Juli 2026 | 15:59 WIB

Tawarkan Bunga Ringan, Penyaluran KUR Perumahan dan FLPP BRI Dominasi Kuota Nasional

Tawarkan Bunga Ringan, Penyaluran KUR Perumahan dan FLPP BRI Dominasi Kuota Nasional

Bri | Rabu, 29 Juli 2026 | 15:58 WIB

Tegas! 17 SPPG di DIY Ditutup, Buntut Kasus Keracunan hingga Masalah Izin

Tegas! 17 SPPG di DIY Ditutup, Buntut Kasus Keracunan hingga Masalah Izin

Jogja | Rabu, 29 Juli 2026 | 15:57 WIB

Klaim Dikriminalisasi Febrie Adriansyah Dipertanyakan, Jangan Semua Tersangka Mengaku Jadi Korban

Klaim Dikriminalisasi Febrie Adriansyah Dipertanyakan, Jangan Semua Tersangka Mengaku Jadi Korban

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 15:57 WIB

Akhirnya PWI Resmi Cabut Laporan Polisi terhadap Hotman Paris

Akhirnya PWI Resmi Cabut Laporan Polisi terhadap Hotman Paris

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 15:55 WIB

Anggota DPRD DKI Bongkar Dugaan Praktik Culas Trayek Mikrotrans: Saya Pernah Ditawari Rp4 Miliar

Anggota DPRD DKI Bongkar Dugaan Praktik Culas Trayek Mikrotrans: Saya Pernah Ditawari Rp4 Miliar

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 15:55 WIB

×