AS Tolak Kasih VISA, Presiden Palestina Tetap Pidato di Majelis Umum PBB

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 18 September 2026 | 11:41 WIB
AS Tolak Kasih VISA, Presiden Palestina Tetap Pidato di Majelis Umum PBB
Presiden Palestina Mahmoud Abbas menghadiri pertemuan secara daring dengan faksi Palestina mengenai kesepakatan Israel dan Uni Emirat Arab untuk menormalisasi hubungan, di Ramallah, Tepi Barat, Kamis (3/9/2020). Alaa Badarneh/Pool via REUTERS/WSJ/cfo (REUTERS/POOL/POOL)
baca 10 detik
  • PBB mengizinkan Presiden Palestina berpidato via video akibat penolakan visa oleh Amerika Serikat.

  • Sebanyak 152 negara mendukung resolusi khusus pidato pra-rekam Mahmoud Abbas di Sidang PBB.

  • AS membekukan visa pimpinan Palestina karena menganggap PLO dan PNA melanggar kesepakatan bilateral.

Suara.com - Majelis Umum PBB resmi meloloskan aturan khusus agar Presiden Palestina Mahmoud Abbas tetap bisa berpidato melalui rekaman video dalam Sidang Majelis Umum ke-80. Keputusan darurat ini diambil setelah pemerintah Amerika Serikat secara resmi menolak memberikan visa kunjungan bagi pemimpin Palestina tersebut.

Langkah diplomasi internasional ini menjadi jalan keluar atas kebuntuan akibat pembatasan akses masuk yang diterapkan oleh otoritas Washington. Sebanyak 152 negara anggota PBB memberikan suara setuju untuk mendukung hak bicara Palestina di forum dunia.

Kondisi ini menegaskan bahwa blokir diplomatik dari negara tuan rumah markas PBB tidak lagi efektif membendung suara Palestina di tingkat global. Mekanisme pemutaran video pra-rekam kini menjadi preseden baru dalam menjamin hak partisipasi negara anggota.

 Sidang Khusus Majelis Umum PBB (VOA Indonesia)
Sidang Khusus Majelis Umum PBB (VOA Indonesia)

Dokumen resolusi menetapkan bahwa delegasi resmi Palestina yang hadir secara fisik di markas PBB akan memperkenalkan tayangan pidato Abbas sebelum diputar. Sidang internasional tersebut akan mendengarkan pernyataan resmi pimpinan Palestina langsung di Ruang Sidang Majelis Umum.

Mayoritas mutlak anggota forum PBB menyetujui langkah ini, dengan hanya tiga negara menolak dan empat negara memilih abstain. Forum tertinggi PBB tersebut juga menyampaikan penyesalan mendalam atas langkah tegas Amerika Serikat yang membatasi pergerakan diplomatik perwakilan Palestina.

Pemerintah Amerika Serikat melalui Departemen Luar Negeri mengonfirmasi perpanjangan sanksi terhadap jajaran kepemimpinan Palestina yang berdampak pada pembatalan visa Abbas. Kebijakan pembatasan ini mengulang kejadian serupa pada tahun sebelumnya yang membuat Abbas terhalang hadir langsung di New York.

Pihak Washington menyatakan telah memberi tahu Kongres bahwa Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dan Otoritas Nasional Palestina (PNA) gagal memenuhi kewajiban mereka kepada AS sehingga mendorong tindakan dari otoritas Amerika Serikat. Pembatalan akses masuk ini menjadi bentuk tekanan politik lanjutan dari pemerintah AS terhadap lembaga kepemimpinan Palestina.

Tindakan pemblokiran visa oleh negara tuan rumah PBB ini memicu kritik keras karena dianggap menghambat proses diplomasi internasional. Keputusan Majelis Umum PBB meloloskan opsi pidato virtual menjadi solusi teknis sekaligus bentuk perlawanan terhadap dominasi kebijakan visa Amerika Serikat.

Penolakan visa ini berakar dari ketegangan hubungan diplomatik antara Washington dan otoritas Palestina terkait dinamika konflik Timur Tengah. Otoritas Amerika Serikat secara konsisten mengaitkan pemberian fasilitas visa diplomatik dengan pemenuhan syarat politik serta komitmen keamanan dari pihak Palestina.

baca juga

Kebijakan sanksi ini terus memicu perdebatan mengenai hak dan kewajiban Amerika Serikat sebagai negara tuan rumah Markas Besar PBB. Langkah PBB menyediakan saluran pidato alternatif memastikan agenda pemaparan pandangan politik Palestina tetap berjalan sesuai jadwal sidang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Israel Senjatai AI ImiSight untuk Usir Warga Palestina di Tepi Barat

Israel Senjatai AI ImiSight untuk Usir Warga Palestina di Tepi Barat

News | Kamis, 17 September 2026 | 15:13 WIB

Gedung Pengungsi Jalur Gaza Roboh, 5 Orang Tewas

Gedung Pengungsi Jalur Gaza Roboh, 5 Orang Tewas

News | Rabu, 16 September 2026 | 12:07 WIB

Kementan Targetkan Ekspor 10.000 Ton Beras ke Palestina

Kementan Targetkan Ekspor 10.000 Ton Beras ke Palestina

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 17:06 WIB

Terkini

Viral Oknum Satpol PP DKI Diduga Nunggak Kontrakan Sampai Main Judol

Viral Oknum Satpol PP DKI Diduga Nunggak Kontrakan Sampai Main Judol

News | Jum'at, 18 September 2026 | 11:39 WIB

Kemnaker Raih Terbaik II Anugerah Layanan Investasi 2026

Kemnaker Raih Terbaik II Anugerah Layanan Investasi 2026

News | Jum'at, 18 September 2026 | 11:38 WIB

Indeks CFX10 Menghijau ke Level 919,61, Kripto HYPE Lagi Naik

Indeks CFX10 Menghijau ke Level 919,61, Kripto HYPE Lagi Naik

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 11:36 WIB

Salju Abadi Terakhir di Papua Terus Menyusut, Kini Tinggal 2 Persen dari Luas 1988

Salju Abadi Terakhir di Papua Terus Menyusut, Kini Tinggal 2 Persen dari Luas 1988

News | Jum'at, 18 September 2026 | 11:30 WIB

Haji Isam Masuk BYAN, RKAB 3 Tambang Dikabarkan Segera Terbit

Haji Isam Masuk BYAN, RKAB 3 Tambang Dikabarkan Segera Terbit

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 11:28 WIB

Cara Menghilangkan Bau Basi Membandel di Magic Com, Cek Bagian Ini

Cara Menghilangkan Bau Basi Membandel di Magic Com, Cek Bagian Ini

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 11:27 WIB

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Dilimpahkan ke Kejari Jaksel, Kapan Sidang?

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Dilimpahkan ke Kejari Jaksel, Kapan Sidang?

News | Jum'at, 18 September 2026 | 11:24 WIB

Bara Tersembunyi di Tumpukan Bahan Baku, Kebakaran Gudang Mojokerto Masuk Hari Kedua

Bara Tersembunyi di Tumpukan Bahan Baku, Kebakaran Gudang Mojokerto Masuk Hari Kedua

Jabar | Jum'at, 18 September 2026 | 11:19 WIB

Bikin Dada Bergetar, Dokter Ungkap Suara Sound Horeg Picu Denyut Jantung dan Tensi Naik

Bikin Dada Bergetar, Dokter Ungkap Suara Sound Horeg Picu Denyut Jantung dan Tensi Naik

News | Jum'at, 18 September 2026 | 11:18 WIB

Dino Patti Djalal: Sebenarnya Ada Alat Pendeteksi Kebakaran di Istana, Presiden Bisa Pantau

Dino Patti Djalal: Sebenarnya Ada Alat Pendeteksi Kebakaran di Istana, Presiden Bisa Pantau

Video | Jum'at, 18 September 2026 | 11:17 WIB

×