Malaysia Merasa Aneh, Kenapa Pilot Mohd Saufi bin Othman Lolos di Bandara KL Padahal Bawa Ekstasi

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 04 Agustus 2026 | 10:23 WIB
Malaysia Merasa Aneh, Kenapa Pilot Mohd Saufi bin Othman Lolos di Bandara KL Padahal Bawa Ekstasi
Otoritas Malaysia menginvestigasi menyeluruh dugaan keterlibatan oknum bandara terkait kasus kopilot pembawa 26 kilogram ekstasi. (Antara)
baca 10 detik
  • Otoritas Malaysia menyelidiki lolosnya kopilot pembawa 26 kilogram ekstasi di Bandara KLIA.

  • Petugas Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta menggagalkan penyelundupan 70.144 butir ekstasi oleh kopilot Malaysia.

  • Pemerintah Malaysia berjanji menindak tegas jika ada oknum petugas bandara yang terlibat.

Suara.com - Kepolisian Malaysia mengusut tuntas celah keamanan Bandara Internasional Kuala Lumpur yang dilanggar Pilot Malaysia Airlines Mohd Saufi bin Othman saat menyelundupkan puluhan kilogram ekstasi. Penyelidikan berskala nasional ini melibatkan gabungan kementerian dan lembaga penerbangan untuk membongkar modus operandi pelaku.

Penyidik memfokuskan pemeriksaan pada rute khusus awak penerbangan yang digunakan pelaku untuk menghindari deteksi kargo biasa. Dugaan keterlibatan oknum petugas darat kini menjadi sorotan utama dalam penyelidikan intensif tersebut.

Skandal ini mencuat setelah petugas Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta mencegat pelaku yang membawa koper berisi 70.144 butir ekstasi seberat 26 kilogram. Keberhasilan penangkapan di Indonesia tersebut langsung memicu evaluasi mendasar terhadap protokol pemeriksaan kargo penerbangan internasional di Malaysia.

Pesawat Malaysia Airlines di Melbourne, (1/6/2017). (AFP)
Pesawat Malaysia Airlines di Melbourne, (1/6/2017). (AFP)

Empat instansi strategis, yakni PDRM, Kementerian Perhubungan Malaysia, AKPS, serta Malaysia Aviation Group turun tangan mengurai jejak kejahatan ini. Fokus utama penyelidik yakni membongkar alasan barang haram dalam jumlah sangat besar tersebut berhasil melewati gerbang pemeriksaan awal.

Direktur Jenderal Badan Pengawasan dan Perlindungan Perbatasan Malaysia (AKPS) Mohd Shuhaily Mohd Zain menyatakan setiap kru penerbangan di Malaysia melalui pemeriksaan ketat di bandara.

Menurut Shuhaily, setiap pelaku memiliki modus untuk dapat melakukan tindak pidana seperti penyelundupan. Hal tersebut, kata dia, yang kini tengah diselidiki kepolisian Malaysia.

Pemerintah Malaysia memastikan tidak memberi toleransi sedikit pun bagi personel pengamanan bandara yang terbukti membantu aksi kejahatan ini. Ketegangan internal meningkat seiring desakan publik yang mempertanyakan keandalan sistem pemindaian di bandara internasional.

Manajemen Malaysia Aviation Group memperketat standar operasional prosedur terhadap seluruh awak pesawat demi mencegah insiden serupa terulang. Pengawasan ketat kini diberlakukan pada seluruh akses masuk dan keluar jalur khusus awak penerbangan.

Pengungkapan kasus ini bermula dari kecurigaan petugas Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta terhadap koper yang dibawa MSO saat tiba di Indonesia. Pelaku memanfaatkan status prafungsi sebagai awak pesawat untuk melintasi pemeriksaan bea cukai melalui jalur khusus.

baca juga

Warganet di media sosial turut mengecam kelonggaran pengawasan di KLIA setelah muncul dugaan pelaku berada di bawah pengaruh obat terlarang saat bertugas. Gelombang kritik publik mendesak adanya reformasi total pada sistem pengamanan bandara udara di Malaysia.

Penyelundupan narkoba jaringan internasional yang melibatkan awak kabin pesawat menjadi ancaman serius bagi keamanan penerbangan antarnegara. Penyalahgunaan akses khusus awak pesawat kerap dimanfaatkan para penyelundup untuk melintasi batas negara tanpa melalui pemindaian sekunder yang ketat.

Kasus penangkapan kopilot MSO di Bandara Soekarno-Hatta menjadi alarm keras bagi otoritas penerbangan kawasan ASEAN untuk memperketat sinergi pengawasan border control. Pengetatan prosedur kini menjadi fokus utama guna menjaga integritas dunia penerbangan sipil dari kejahatan terorganisir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pilot Malaysia Airlines Selundupkan 70 Ribu Ekstasi, PDRM Telusuri Rekaman CCTV KLIA

Pilot Malaysia Airlines Selundupkan 70 Ribu Ekstasi, PDRM Telusuri Rekaman CCTV KLIA

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 16:23 WIB

Kata-kata Pilot Malaysia Airlines Mohd Saufi bin Othman Bawa 25 Kilogram Ekstasi

Kata-kata Pilot Malaysia Airlines Mohd Saufi bin Othman Bawa 25 Kilogram Ekstasi

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 10:48 WIB

Akal Bulus Pilot Malaysia Airlines Mohd Saufi bin Othman Lolos dari Jeratan Narkoba, Tapi Gagal

Akal Bulus Pilot Malaysia Airlines Mohd Saufi bin Othman Lolos dari Jeratan Narkoba, Tapi Gagal

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 10:29 WIB

Terkini

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:24 WIB

Komdigi Klaim 98,9% Wilayah Berpopulasi Sudah Tercover Seluler, Blank Spot Jadi Pekerjaan Berikutnya

Komdigi Klaim 98,9% Wilayah Berpopulasi Sudah Tercover Seluler, Blank Spot Jadi Pekerjaan Berikutnya

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:23 WIB

Jejak Sukses Mantan PMI Tati Purwanti, Bawa Bubur Cirebon hingga Taipei

Jejak Sukses Mantan PMI Tati Purwanti, Bawa Bubur Cirebon hingga Taipei

Jatim | Sabtu, 12 September 2026 | 20:22 WIB

Ada Risiko Fiskal Meski Pemerintah Ambil Alih Utang Kereta Cepat

Ada Risiko Fiskal Meski Pemerintah Ambil Alih Utang Kereta Cepat

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:22 WIB

Tati Purwanti Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei, Tumbuh Bersama Dukungan BRI

Tati Purwanti Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei, Tumbuh Bersama Dukungan BRI

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 20:18 WIB

Bubur Cirebon Jadi Jalan Sukses Tati Purwanti, Mantan PMI yang Kini Berbisnis di Taipei

Bubur Cirebon Jadi Jalan Sukses Tati Purwanti, Mantan PMI yang Kini Berbisnis di Taipei

Riau | Sabtu, 12 September 2026 | 20:17 WIB

×