-
Korea Utara mempromosikan sup daging anjing untuk mengatasi krisis gelombang panas ekstrem.
-
Kebijakan promosi kuliner ini bertolak belakang dengan larangan total daging anjing di Korea Selatan.
-
Suhu ekstrem hingga 40 derajat Celsius diprediksi terus bertahan melintasi Semenanjung Korea.
Suara.com - Pemerintah Korea Utara menginstruksikan warganya mengonsumsi sup daging anjing sebagai solusi utama menghadapi gelombang panas menyengat yang melanda seluruh Semenanjung Korea. Langkah strategis ini menjadi pembeda nyata dibandingkan negara tetangga yang justru resmi mempidanakan industri kuliner tersebut.
Otoritas Pyongyang menilai olahan tradisional ini mampu menjaga stamina tubuh di tengah melonjaknya suhu udara hingga mendekati angka 40 derajat Celsius. Media resmi pemerintah secara masif membagikan panduan kesehatan khusus agar masyarakat terhindar dari risiko fatal akibat cuaca ekstrem.
Surat kabar Rodong Sinmun terbitan hari Minggu menyoroti pentingnya pertolongan pertama pada gangguan kesehatan akibat cuaca panas. Rumah Sakit Umum Pyongyang mengingatkan bahwa paparan panas berlebih mampu memperburuk komplikasi pernapasan dan jantung.
![Momen tak biasa terjadi saat pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un menemui pemain sepak bola putri dari klub Naegohyang Women’s FC usai meraih gelar juara Liga Champions Wanita Asia. [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/04/60121-kim-jong-un.jpg)
"Penyakit kardiovaskular, diabetes, dan hipertiroidisme dapat memburuk akibat kelelahan akibat panas dan sengatan panas," ujar dokter senior Rumah Sakit Umum Pyongyang dalam wawancaranya bersama Rodong Sinmun.
Selain daging anjing, warga disarankan mengonsumsi makanan penyegar seperti semangka, mentimun, serta bubur kacang hijau. Hidangan sup daging anjing atau dangogi guk tetap menjadi menu utama yang dipromosikan karena nilai gizinya yang tinggi.
Meski dinilai manjur melawan cuaca panas, makanan ini tergolong hidangan mewah yang sulit dijangkau oleh sebagian besar masyarakat biasa. Faktor harga membuat santapan ini lebih sering hadir pada momen-momen tertentu saja.
"Dangogi populer di Utara, tetapi merupakan makanan yang mahal," kata Ri Chol, mantan diplomat Korea Utara, kepada This Week in Asia.
Ia menambahkan bahwa hidangan tersebut mayoritas dikonsumsi saat puncak musim panas demi mencegah kelelahan fisik. Pemerintah bahkan mendirikan berbagai restoran mewah di sepanjang Sungai Taedong khusus menyajikan olahan ini.
Upaya melestarikan kuliner ekstrem ini juga dilakukan melalui kompetisi memasak tahunan di ibu kota. Pemerintah menjadikan tradisi ini sebagai simbol patriotisme dalam bertahan hidup di tengah musim panas.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan kebijakan di Korea Selatan yang telah memperketat aturan hukum terkait hewan tersebut. Hukum terbaru di Selatan melarang keras praktik pembudidayaan dan penjualan untuk konsumsi manusia.
Undang-undang di Korea Selatan memberikan masa tenggang tiga tahun sebelum sanksi pidana diberlakukan secara penuh pada 2027. Pelanggar aturan ini terancam hukuman penjara hingga tiga tahun atau denda finansial yang sangat besar.
Sementara itu, Pyongyang terus mencatat rekor suhu malam hari yang tetap panas di atas 25 derajat Celsius sejak akhir Juli. Badan meteorologi setempat melaporkan bahwa gelombang panas masih akan bertahan hingga akhir pekan.
Wilayah tengah dan utara diprediksi mengalami puncak suhu hingga 35 derajat Celsius dengan kelembapan udara melebihi 70 persen. Peringatan suhu tinggi bahkan dikeluarkan untuk wilayah Pyongyang dan provinsi sekitarnya hingga mencapai 40 derajat Celsius.
Di sisi lain, wilayah Korea Selatan juga mengalami krisis gelombang panas terburuk dalam beberapa dekade terakhir. Suhu udara ekstrem yang membakar wilayah tenggara kini mulai bergerak mendekati kawasan metropolitan Seoul.
Kehadiran Topan Dolphin di sekitar perairan Jepang diperkirakan tidak akan membawa udara sejuk ke Semenanjung Korea. Dua kubah udara panas yang mengapit wilayah tersebut justru akan memblokir pergerakan badai dan mendorong angin kering panas.
"Karena Topan Dolphin bergerak ke barat dari perairan utara Guam, angin timur diperkirakan akan bertahan, sehingga suhu di wilayah barat kemungkinan akan tetap tinggi untuk saat ini," kata Kim Soo-hyeon, prakirawan di Badan Meteorologi Korea.
Fenomena gelombang panas ekstrem ini menjadi latar belakang utama mengapa Pemerintah Korea Utara gencar mendorong konsumsi bahan pangan tinggi kalori bagi warganya. Perbedaan respon sosial dan hukum antara Utara dan Selatan mencerminkan polarisasi budaya yang semakin melebar di Semenanjung Korea dalam menghadapi krisis iklim global.