Pasokan Rudal Iran Meningkat Pesat, Siap-siap Jika Perundingan Damai dengan AS Gagal Lagi

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:22 WIB
Pasokan Rudal Iran Meningkat Pesat, Siap-siap Jika Perundingan Damai dengan AS Gagal Lagi
Serangan rudal Iran ke pangkalan militer gabungan AS-Inggris di Samudra Hindia memicu kekhawatiran baru tentang kemampuan jarak jauh rudal milik Teheran. [Tangkap layar X]
baca 10 detik
  • Iran memanfaatkan jeda gencatan senjata untuk melipatgandakan produksi rudal dan drone tempur.

  • Stok amunisi Iran diperkirakan masih tersisa mayoritas untuk menghadapi perang jangka panjang.

  • Eskalasi militer di Selat Hormuz terus mengancam keamanan jalur pelayaran kapal komersial dunia.

Suara.com - Militer Iran memanfaatkan celah kesepakatan gencatan senjata dengan Amerika Serikat untuk mendongkrak kapasitas tempur dan memproduksi amunisi secara massif. Langkah percepatan ini diambil sebagai bentuk antisipasi jika proses negosiasi damai berakhir kegagalan dan pertempuran kembali meletus.

Jeda pertempuran yang berlangsung tidak disia-siakan oleh angkatan bersenjata Tehran untuk memulihkan armada tempurnya. Selain memperbaiki unit yang rusak, pasokan alutsista impor dan persenjataan rakitan lokal terus dialirkan ke garda depan.

“Kami telah memanfaatkan semaksimal mungkin peluang nota kesepahaman dan setiap momen gencatan senjata,” kata juru bicara tentara Mohammad Akraminia kepada televisi pemerintah minggu ini, merujuk pada MoU yang kini ditangguhkan yang ditandatangani dengan AS pada bulan Juni.

Rudal Iran (Tasnimnews)
Rudal Iran (Tasnimnews)

Peningkatan kemampuan militer ini ditandai dengan pengerjaan drone generasi paling gres yang telah diuji coba secara langsung di medan konflik. Pihak militer mengklaim pengoperasian drone anyar ini berjalan sukses dan spesifikasinya siap dipublikasikan dalam waktu dekat.

Kapasitas manufaktur persenjataan Tehran tercatat melesat tajam dibandingkan periode sebelum perang pecah. Laju perakitan pesawat tanpa awak bahkan melonjak hingga tiga kali lipat guna memperkuat armada udara mereka.

“Meskipun para komandan senior gugur, angkatan bersenjata tidak hanya tidak kehilangan kohesi mereka, tetapi juga menghadapi musuh dengan banyak kejutan melalui kecepatan, inisiatif, dan kemampuan taktis yang tinggi,” kata penjabat menteri tersebut.

Pasukan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) melaporkan bahwa akurasi lontaran rudal meningkat pesat berkat evaluasi data pertempuran lapangan. Di sisi lain, intelijen Amerika Serikat menaksir Tehran masih menyimpan mayoritas cadangan amunisi strategisnya.

Data menunjukkan Iran bertahan dengan 70 persen stok rudal serta 40 persen armada drone yang utuh. Kondisi persediaan ini dinilai lebih dari cukup untuk melayani perang asimetris berdurasi panjang di kawasan Selat Hormuz.

Serangan udara masif yang diluncurkan pihak lawan gagal melumpuhkan total sistem pertahanan udara Iran. Sejumlah drone pengintai dan tempur milik Amerika Serikat justru berhasil dijatuhkan saat menerobos ruang udara bagian selatan.

baca juga

“Kami telah meningkatkan produksi dan kualitas dalam negeri. Rudal kami sebelumnya telah ditingkatkan dalam hal jangkauan dan daya hancur hulu ledak,” katanya.

Persenjataan rakitan tersebut disimpan secara aman di dalam markas bawah tanah yang tersebar di berbagai wilayah. Fasilitas tersembunyi ini secara berkala menyuplai unit tempur siap pakai ke garis depan pertempuran.

“Kami juga memiliki persediaan di kota-kota rudal dan drone bawah tanah kami, bagian-bagian barunya secara bertahap memasuki jalur operasional kami,” kata Kanani Moghaddam, seraya menambahkan bahwa ini adalah salah satu alasan mengapa Trump berulang kali membatalkan serangan yang lebih besar terhadap Iran.

Ancaman serangan terhadap infrastruktur sipil yang ditiupkan Washington belum mampu menekan Tehran untuk menyerah. Pembatalan serangan secara mendadak oleh pemerintah Amerika Serikat memicu ketidakpastian keamanan di kawasan Timur Tengah.

Dampak gejolak ini menjalar hingga ke wilayah Laut Merah melalui aksi penyerangan kapal-kapal komersial. Insiden ledakan juga terdeteksi di area perbatasan Kuwait yang diduga berasal dari lintasan drone.

Laluan kapal tanker di Selat Hormuz kini berada di bawah pengawasan ketat garda militer Iran. Jalur pelayaran utara hanya dibuka bagi kapal yang telah berkoordinasi langsung dengan pihak otoritas Tehran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perang di Selat Hormuz Berpotensi Mereda dalam 48 Jam Jika AS - Iran Tak Batal Damai

Perang di Selat Hormuz Berpotensi Mereda dalam 48 Jam Jika AS - Iran Tak Batal Damai

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:50 WIB

AS Lipat Gandakan Produksi Komponen Interseptor Rudal PAC-3 dan THAAD

AS Lipat Gandakan Produksi Komponen Interseptor Rudal PAC-3 dan THAAD

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:28 WIB

2 Raksasa Maskapai Penerbangan Mulai Goyang karena Perang AS-Iran dan BBM Naik

2 Raksasa Maskapai Penerbangan Mulai Goyang karena Perang AS-Iran dan BBM Naik

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:45 WIB

Terkini

BRI Buka Program BRIncubator 2026, Dukung UMKM Go Global

BRI Buka Program BRIncubator 2026, Dukung UMKM Go Global

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:47 WIB

Serial Monster Kembali dengan Season Baru, Angkat Kasus Pembunuh Berkapak

Serial Monster Kembali dengan Season Baru, Angkat Kasus Pembunuh Berkapak

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:45 WIB

Menteri LH dan Gubernur Sulsel Turun Tangan Percepat Proyek PSEL Mamminasata

Menteri LH dan Gubernur Sulsel Turun Tangan Percepat Proyek PSEL Mamminasata

Sulsel | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:40 WIB

Waspada Video Lawas! Pemilik Akun Medsos Penyebar Hoaks Demo Anarkis Bisa Dipidana

Waspada Video Lawas! Pemilik Akun Medsos Penyebar Hoaks Demo Anarkis Bisa Dipidana

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:39 WIB

Link Download Logo Hari Pramuka 2026 ke-65 Format PNG Resmi dan Maknanya

Link Download Logo Hari Pramuka 2026 ke-65 Format PNG Resmi dan Maknanya

Tekno | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:35 WIB

Menko Polkam Bantah Pagar Tinggi Mal Terkait Isu Keamanan Agustus 2026

Menko Polkam Bantah Pagar Tinggi Mal Terkait Isu Keamanan Agustus 2026

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:34 WIB

BRI Siapkan 3 Sektor Bisnis Ini Jadi Tulang Punggung Ekspor Indonesia 2026

BRI Siapkan 3 Sektor Bisnis Ini Jadi Tulang Punggung Ekspor Indonesia 2026

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:34 WIB

Universitas Muhammadiyah Ungkap Alasan Pecat Dosen Mengaku Tegur Mahasiswi Berpakaian Ketat

Universitas Muhammadiyah Ungkap Alasan Pecat Dosen Mengaku Tegur Mahasiswi Berpakaian Ketat

Sulsel | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:32 WIB

Nyaris 1,5 Juta Penerima Bansos Terindikasi Main Judol, Kemensos Tahan Penyaluran Bantuan

Nyaris 1,5 Juta Penerima Bansos Terindikasi Main Judol, Kemensos Tahan Penyaluran Bantuan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:26 WIB

Kapolri Listyo Sigit Buka Suara Soal Isu Bakal Diganti

Kapolri Listyo Sigit Buka Suara Soal Isu Bakal Diganti

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:26 WIB

×