Pemerintah Pangkas Pajak Makanan Jadi 1 Persen, Beban Hidup Rakyat Jepang Berkurang

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:13 WIB
Pemerintah Pangkas Pajak Makanan Jadi 1 Persen, Beban Hidup Rakyat Jepang Berkurang
Para pejalan kaki memakai masker, di tengah pandemi penyakit virus corona (COVID-19), di Tokyo, Jepang, Sabtu (15/1/2022). [REUTERS/Issei Kato/hp/cfo]
baca 10 detik
  • Pemerintah Jepang memangkas pajak konsumsi makanan menjadi satu persen mulai April 2027.

  • Kebijakan pajak ini menyasar bantuan efektif nol persen bagi warga berpenghasilan rendah.

  • Pembiayaan program ditutup dari efisiensi anggaran tanpa memicu penerbitan utang baru.

Suara.com - Pemerintah Jepang secara resmi menyetujui pemangkasan pajak konsumsi makanan dari 8 persen menjadi 1 persen selama dua tahun mulai April 2027. Kebijakan radikal ini diambil guna menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Selain pemotongan tarif pajak pangan, masyarakat berpenghasilan rendah hingga menengah juga akan menerima bantuan finansial khusus. Skema insentif tambahan tersebut dirancang agar beban pajak kelompok masyarakat ini secara efektif menjadi nol persen.

Langkah berani kabinet Jepang ini memberikan stimulus ekonomi langsung tanpa mengandalkan penerbitan obligasi penutup defisit anggaran. Langkah ini membuktikan komitmen pemerintah dalam menjaga kestabilan fiskal jangka panjang secara akuntabel.

Ilustrasi suasana hiruk-pikuk pejalan kaki di kawasan pertokoan Jepang. (Foto: Pexels/Altaf Shah)
Ilustrasi suasana hiruk-pikuk pejalan kaki di kawasan pertokoan Jepang. (Foto: Pexels/Altaf Shah)

Dikutip dari NHK, pemerintah Jepang bakal merombak seluruh alokasi pengeluaran serta penerimaan negara untuk menutup kebutuhan dana kebijakan insentif pajak ini.

Penataan ulang mencakup pemangkasan subsidi, penghapusan keringanan pajak khusus, hingga optimalisasi pendapatan non-pajak.

Rincian pembiayaan secara menyeluruh ditargetkan rampung pada penyusunan anggaran tahun fiskal 2027. Setelah masa berlaku pajak satu persen usai, pemerintah menyiapkan program bantuan sosial baru berbasis besaran pendapatan mulai tahun fiskal 2029.

Kendati resmi disetujui dalam rapat kabinet luar biasa pada Rabu, penolakan internal dari Partai Demokrat Liberal masih terus bermunculan.

Sejumlah politisi mengkhawatirkan dampak pemotongan pajak terhadap disiplin anggaran dan beban keuangan negara.

Koalisi partai berkuasa tetap melangkah maju dengan menyusun pedoman reformasi perpajakan yang memuat pemotongan pajak konsumsi tersebut.

baca juga

Pemerintah berencana menyerahkan draf rancangan undang-undang terkait pada sidang luar biasa Diet yang dijadwalkan berlangsung musim gugur mendatang.

Kebijakan pemangkasan pajak ini lahir di tengah tekanan inflasi bahan pokok yang membebankan daya beli rumah tangga di Jepang. Penyesuaian tarif konsumsi makanan menjadi respons atas tuntutan publik yang mendesak intervensi langsung pemerintah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Jepang Pangkas Subsidi BYD Hingga Setengah Harga Demi Lindungi Produk Lokal

Pemerintah Jepang Pangkas Subsidi BYD Hingga Setengah Harga Demi Lindungi Produk Lokal

Otomotif | Selasa, 31 Maret 2026 | 19:30 WIB

Alasan Jepang Enggan Kutuk Serangan Israel, Ini 5 Faktanya!

Alasan Jepang Enggan Kutuk Serangan Israel, Ini 5 Faktanya!

Video | Jum'at, 06 Maret 2026 | 11:19 WIB

Swedia Ingin Kurangi Emisi Lewat Pajak Makanan Tak Ramah Lingkungan, Bisakah Ditiru?

Swedia Ingin Kurangi Emisi Lewat Pajak Makanan Tak Ramah Lingkungan, Bisakah Ditiru?

News | Rabu, 29 Oktober 2025 | 13:28 WIB

Terkini

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:32 WIB

Awas! Harga Bitcoin di Ambang Jurang, Ini Level Kritis yang Wajib Dipantau

Awas! Harga Bitcoin di Ambang Jurang, Ini Level Kritis yang Wajib Dipantau

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 21:25 WIB

Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara

Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara

Jogja | Rabu, 04 November 2026 | 21:18 WIB

Dari Modal Rp 400 Ribu, Ade Sukses Kembangkan Usaha Rumahan hingga Beromzet Rp 98 Juta

Dari Modal Rp 400 Ribu, Ade Sukses Kembangkan Usaha Rumahan hingga Beromzet Rp 98 Juta

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:14 WIB

20.980 Prajurit TNI Disiapkan ke Jakarta, TNI AD Ungkap Alasan Pengerahan Pasukan

20.980 Prajurit TNI Disiapkan ke Jakarta, TNI AD Ungkap Alasan Pengerahan Pasukan

Sumsel | Rabu, 04 November 2026 | 21:14 WIB

Daftar Angka Keberuntungan 12 Shio dari Tikus hingga Babi

Daftar Angka Keberuntungan 12 Shio dari Tikus hingga Babi

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:05 WIB

Kepala Bappeda DKI Atika Nur Rahmania Meninggal Dunia

Kepala Bappeda DKI Atika Nur Rahmania Meninggal Dunia

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:04 WIB

Lagu Anak-anak Berjaya Lagi! Sikilku Iso Muni Sabet AMI Awards 2026

Lagu Anak-anak Berjaya Lagi! Sikilku Iso Muni Sabet AMI Awards 2026

Entertainment | Rabu, 04 November 2026 | 21:02 WIB

Ulasan Cerpen Senyum Karyamin: Ironi Kemiskinan dan Kritik Ahmad Tohari

Ulasan Cerpen Senyum Karyamin: Ironi Kemiskinan dan Kritik Ahmad Tohari

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 21:00 WIB

Isu Pengerahan Warga Berbayar Rp50 Ribu di Jogja, RANS Akui Rombak Ulang Agenda

Isu Pengerahan Warga Berbayar Rp50 Ribu di Jogja, RANS Akui Rombak Ulang Agenda

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 20:56 WIB

×