Kenaikan Harga Beras dan Rokok Dorong Warga Hampir Miskin Jatuh ke Jurang Kemiskinan

Vania Rossa, Hiskia Andika Weadcaksana

Kamis, 06 Agustus 2026 | 12:06 WIB
Kenaikan Harga Beras dan Rokok Dorong Warga Hampir Miskin Jatuh ke Jurang Kemiskinan
Ilustrasi kenaikan harga beras. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • BPS menyatakan beras dan rokok menjadi komoditas utama yang menjerumuskan masyarakat hampir miskin ke jurang kemiskinan.
  • Kenaikan harga beras akibat impor dan tingginya konsumsi rokok menggerus daya beli serta mengurangi alokasi gizi anak keluarga.
  • Pemerintah sulit melarang industri rokok karena menyerap tenaga kerja, sehingga penanganan kemiskinan memerlukan jaring pengaman sosial efektif.

Suara.com - Data terbaru BPS menunjukkan bahwa beras dan rokok terus bertahan sebagai dua komoditas utama yang menyeret masyarakat ke bawah garis kemiskinan

Kombinasi kenaikan harga pangan pokok dan ketergantungan tinggi terhadap tembakau terbukti menggerus daya beli, hingga melempar kelompok masyarakat berstatus "hampir miskin" jatuh mendalam ke kategori miskin.

"Beras merupakan kebutuhan pokok masyarakat (neccesities goods). Intinya berapapun harga beras, masyarakat akan tetap membelinya," kata Pengamat Ekonomi dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Y. Sri Susilo kepada Suara.com, Kamis (6/8/2026).

Menurut Sri Susilo, dinamika harga beras di tingkat domestik sangat dipengaruhi oleh siklus panen raya serta ketergantungan pada rantai pasok global. Ketergantungan impor membuat stabilitas harga pangan pokok ini rentan bergejolak setiap kali mata uang domestik tertekan.

"Di samping itu, sebagian beras masih diimpor. Jadi jika nilai tukar Rp terhadap dolar AS melemah maka harga beras di pasar juga naik," ucapnya.

Namun, tekanan ekonomi rumah tangga miskin tidak hanya dipicu oleh bahan pangan. Melainkan juga diperparah oleh perilaku konsumsi rokok. 

Kebiasaan merokok pada kelompok masyarakat miskin dan hampir miskin telah bergeser dari sekadar konsumsi sekunder menjadi kebutuhan harian yang mendesak.

"Jadi baik harga beras dan rokok cenderung naik. Kenaikan tersebut menjadikan daya beli masyarakat yang termasuk kategori 'hampir miskin' kemudian masuk dalam kategori 'miskin'. Dengan demikian kemiskinan meningkat atau jumlah penduduk miskin naik," ungkapnya.

"Bagi perokok lebih baik menunda makan daripada pada menunda merokok," imbuhnya.

baca juga

Perilaku destruktif ini berdampak langsung pada pengalihan alokasi anggaran rumah tangga. Ketika kenaikan tarif cukai mendorong harga rokok melambung setiap tahun, para perokok alih-alih menghentikan konsumsi.

Paea perokok justru tetap memilih mengurangi porsi belanja kebutuhan pokok pangan yang bergizi bagi keluarga.

"Jika mereka mempunyai anak yang masih membutuhkan pangan yang gizi untuk tumbuh kembang, perilaku perokok tersebut di atas, dapat mengurangi kebutuhan gizi anak mereka. Kualitas SDM dalam jangka panjang tentu terdampak," paparnya.

Dilema penanganan kemiskinan ini kian kompleks karena pemerintah tidak memiliki ruang gerak bebas untuk menghentikan produksi rokok secara total. 

Pertimbangan penyerapan tenaga kerja serta besarnya penerimaan negara dari sektor cukai membuat kebijakan konfrontatif terhadap industri tembakau sulit direalisasikan.

"Hampir mustahil rokok dilarang diproduksi karena industri rokok yang padat karya dan penyumbang cukai yang signifikan," pungkasnya.

Ia menilai intervensi pemerintah guna menekan angka kemiskinan harus ditopang oleh jaring pengaman sosial yang efektif, seperti bantuan operasi pasar pangan yang terarah by name and by address. 

Di samping itu, pembatasan ruang gerak perokok melalui pengetatan area bebas rokok, pembatasan iklan, serta sosialisasi dampak kesehatan secara masif menjadi jalur tidak langsung yang harus terus dipaksakan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Beras Terus Naik, Cabai Rawit Merah Sentuh Rp59.700 per Kg, Daya Beli Tertekan?

Harga Beras Terus Naik, Cabai Rawit Merah Sentuh Rp59.700 per Kg, Daya Beli Tertekan?

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:29 WIB

Penduduk Melarat Susut, Tapi Kesenjangan Orang Kaya dan Miskin Makin Besar

Penduduk Melarat Susut, Tapi Kesenjangan Orang Kaya dan Miskin Makin Besar

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 07:31 WIB

Perang Timur Tengah Belum Goyahkan Ekspor RI, BPS Ungkap Mesin Pertumbuhan Ekonomi Masih Ngebut

Perang Timur Tengah Belum Goyahkan Ekspor RI, BPS Ungkap Mesin Pertumbuhan Ekonomi Masih Ngebut

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Terkini

Kenaikan Harga Beras dan Rokok Dorong Warga Hampir Miskin Jatuh ke Jurang Kemiskinan

Kenaikan Harga Beras dan Rokok Dorong Warga Hampir Miskin Jatuh ke Jurang Kemiskinan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 12:06 WIB

Mengenal Fenomena 'Deskilling': Benarkah AI Perlahan Menurunkan Keterampilan Berpikir Manusia?

Mengenal Fenomena 'Deskilling': Benarkah AI Perlahan Menurunkan Keterampilan Berpikir Manusia?

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 12:03 WIB

Sawah Terendam Rob Disulap Jadi Wisata Kano, Begini Penampakannya

Sawah Terendam Rob Disulap Jadi Wisata Kano, Begini Penampakannya

Foto | Kamis, 06 Agustus 2026 | 12:00 WIB

Aturan BPJS vs Ekspektasi Pasien: Siapa yang Sebenarnya Perlu Disalahkan?

Aturan BPJS vs Ekspektasi Pasien: Siapa yang Sebenarnya Perlu Disalahkan?

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 12:00 WIB

Rincian Bunga Deposito BRI dan BNI Terbaru Tahun 2026

Rincian Bunga Deposito BRI dan BNI Terbaru Tahun 2026

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 11:59 WIB

Komisi IX DPR Kecam Oknum Nakes yang Diduga Nirempati pada Yurizal: BPJS Bukan Pasien Kelas Dua

Komisi IX DPR Kecam Oknum Nakes yang Diduga Nirempati pada Yurizal: BPJS Bukan Pasien Kelas Dua

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 11:54 WIB

Panduan Susunan Upacara Bendera 17 Agustus di Sekolah Lengkap dari Awal sampai Akhir

Panduan Susunan Upacara Bendera 17 Agustus di Sekolah Lengkap dari Awal sampai Akhir

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 11:51 WIB

Dipimpin Hakim Richard Edwin Basoeki, Sidang Praperadilan Febrie Adriansyah Digelar 18 dan Agustus

Dipimpin Hakim Richard Edwin Basoeki, Sidang Praperadilan Febrie Adriansyah Digelar 18 dan Agustus

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 11:47 WIB

Seberapa Oke Mobil Listrik Jaecoo J5 EV? Intip Kata Pakar

Seberapa Oke Mobil Listrik Jaecoo J5 EV? Intip Kata Pakar

Otomotif | Kamis, 06 Agustus 2026 | 11:44 WIB

Riset Terbaru Ungkap Manfaat Sistem Kerja Hybrid bagi Karyawan saat Musim Libur Sekolah

Riset Terbaru Ungkap Manfaat Sistem Kerja Hybrid bagi Karyawan saat Musim Libur Sekolah

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 11:42 WIB

×