Iran, Oman dan Amerika Hampir Berdamai soal Selat Hormuz, Apa yang Mereka Mau?

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 06 Agustus 2026 | 15:16 WIB
Iran, Oman dan Amerika Hampir Berdamai soal Selat Hormuz, Apa yang Mereka Mau?
Ilustrasi konflik AS-Israel-Iran di selat hormuz picu kenaikan pangan internasional [Suara.com]
baca 10 detik
  • AS dan Iran mendekati kesepakatan teknis untuk membuka kembali pelayaran Selat Hormuz.

  • Oman memediasi pembagian rute masuk dan keluar untuk menjamin keamanan kapal komersial.

  • Kesepakatan darurat ini diharapkan mencegah lonjakan harga minyak global akibat kelangkaan pasokan.

Ketegangan Tarif dan Keamanan Navigasi

Trump juga menolak keras gagasan pembukaan tarif atau retribusi bagi kapal komersial yang melintas di Selat Hormuz.

"Saya tidak akan membiarkan mereka memungut biaya," kata Trump.

Ia menegaskan posisi AS terkait pemungutan biaya lintas laut. "Jika ada yang memungut biaya, kami yang akan memungut biaya," ucapnya.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menjelaskan bahwa perundingan Selat Hormuz dipisahkan dari negosiasi program nuklir Iran.

"Ada kesepakatan besar, yaitu kesepakatan yang berkaitan dengan ambisi nuklir mereka," kata Rubio.

Rubio menekankan fokus diplomasi saat ini berada pada pengamanan jalur laut.

"Kesepakatan mendesak dan yang saat ini menjadi fokus utama adalah masalah selat," ujarnya.

Wakil Presiden Eksekutif Quincy Institute for Responsible Statecraft, Trita Parsi, menilai AS tidak perlu memaksakan dominasi mutlak dalam penguasaan selat.

baca juga

"Pemerintahan Trump makin membingkai tujuannya untuk mencegah Iran 'mengendalikan' selat tersebut. Padahal, kepentingan utama Amerika di jalur perairan strategis secara historis bukanlah tentang siapa yang mengelolanya, melainkan apakah kapal dapat melintas dengan bebas, terprediksi, dan tanpa diskriminasi," jelas Parsi.

Realita Diplomatik di Jalur Laut

Parsi menambahkan bahwa mencegah kontrol musuh hanyalah sarana untuk menjamin kelancaran navigasi. Karena itu, Washington "tidak boleh menolak kesepakatan hanya karena gagal mempertahankan kesan dominasi mutlak Amerika."

Mantan direktur urusan Semenanjung Arab di Departemen Pertahanan AS, David Des Roches, menyebut penghentian serangan menjadi kunci utama diplomasi.

"Yang benar-benar dibutuhkan di sini adalah semacam kesepakatan yang mengarah pada pengumuman resmi Iran bahwa mereka akan berhenti menyerang pelayaran sipil netral, baik di perairan Oman maupun di perairan internasional," kata Des Roches.

Des Roches menilai kompromi teritorial merupakan opsi paling realistis saat ini.

"Saya pikir garis besar kesepakatan adalah bahwa Iran akan menolak perlintasan internasional bebas di area laut teritorialnya," ujarny.

Ia menutup analisisnya dengan menekankan keterbatasan opsi yang ada.

"Saya pikir itu mungkin hal terbaik yang dapat dicapai pada titik waktu ini," ucap Des Roches.

Kondisi geopolitik kawasan sejauh ini masih bergerak sangat dinamis dan memicu ketidakpastian tinggi. Peneliti senior Center for Middle East Strategic Studies, Abas Aslani, menggambarkan situasi kawasan yang berubah cepat.

"Saya pikir kawasan ini terasa seperti 'roller-coaster' berkecepatan tinggi karena beberapa hari lalu semua orang bersiap untuk eskalasi masif," kata Aslani.

Eskalasi krisis di Selat Hormuz bermula sejak pecahnya perang antara AS-Israel melawan Iran pada 28 Februari. Penutupan selat oleh Iran langsung melumpuhkan rute perdagangan yang biasanya dilalui sepertiga pasokan minyak mentah jalur laut dunia.

Volume pelayaran merosot drastis dari rata-rata 130 kapal per hari menjadi hanya delapan kapal saat krisis memuncak. Ketegangan militer semakin memanas setelah sebuah kapal kargo dihantam proyektil misterius di lepas pantai Oman, yang mempercepat diplomasi pembukaan kembali selat tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Israel Makin Jauh dari Amerika, Benjamin Netanyahu Mau Serang Iran Sendiri

Israel Makin Jauh dari Amerika, Benjamin Netanyahu Mau Serang Iran Sendiri

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 11:07 WIB

Antrian Pertalite Panjang dan Harganya Mau Naik? Menko Airlangga Kasih Bocoran Ini

Antrian Pertalite Panjang dan Harganya Mau Naik? Menko Airlangga Kasih Bocoran Ini

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:41 WIB

Tanpa Amerika, Iran dan Oman Finalisasi Rute Pelayaran Selat Hormuz Agar Tidak Bersengketa

Tanpa Amerika, Iran dan Oman Finalisasi Rute Pelayaran Selat Hormuz Agar Tidak Bersengketa

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:30 WIB

Terkini

Iran, Oman dan Amerika Hampir Berdamai soal Selat Hormuz, Apa yang Mereka Mau?

Iran, Oman dan Amerika Hampir Berdamai soal Selat Hormuz, Apa yang Mereka Mau?

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 15:16 WIB

Apakah Tablet Android Bisa Menggantikan Fungsi Laptop untuk Kuliah?

Apakah Tablet Android Bisa Menggantikan Fungsi Laptop untuk Kuliah?

Tekno | Kamis, 06 Agustus 2026 | 15:15 WIB

Review You and Everything Else: Saat Persahabatan Jadi Sumber Luka Dalam

Review You and Everything Else: Saat Persahabatan Jadi Sumber Luka Dalam

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 15:15 WIB

Cara Cek Apakah Sudah Terdaftar Jadi Peserta Upacara di Istana Negara, Ini Link-nya

Cara Cek Apakah Sudah Terdaftar Jadi Peserta Upacara di Istana Negara, Ini Link-nya

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 15:13 WIB

Menyesap Selang Demi Setetes Air, Potret Ketangguhan Warga Bantul Bertahan Saat Kemarau

Menyesap Selang Demi Setetes Air, Potret Ketangguhan Warga Bantul Bertahan Saat Kemarau

Jogja | Kamis, 06 Agustus 2026 | 15:12 WIB

Lumajang Krisis Air Bersih, Ribuan Warga Lumajang Hanya Bergantung pada Truk Tangki

Lumajang Krisis Air Bersih, Ribuan Warga Lumajang Hanya Bergantung pada Truk Tangki

Jatim | Kamis, 06 Agustus 2026 | 15:05 WIB

Saepul Bongkar Kronologi Mutilasi di Depok, Alasan Buang Potongan Jasad Terungkap

Saepul Bongkar Kronologi Mutilasi di Depok, Alasan Buang Potongan Jasad Terungkap

Video | Kamis, 06 Agustus 2026 | 15:05 WIB

Kanker Paru Kini Bisa Dideteksi Lebih Dini, Peluang Sembuh Juga Meningkat

Kanker Paru Kini Bisa Dideteksi Lebih Dini, Peluang Sembuh Juga Meningkat

Health | Kamis, 06 Agustus 2026 | 15:02 WIB

Review More Than a Tree, Kisah Pohon yang Mengajarkan Arti Kehilangan

Review More Than a Tree, Kisah Pohon yang Mengajarkan Arti Kehilangan

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 15:00 WIB

3 Rekomendasi HP Terbaik untuk Fotografi Maksimal Harga 3 Juta, Memori Lapang, Megapiksel Besar

3 Rekomendasi HP Terbaik untuk Fotografi Maksimal Harga 3 Juta, Memori Lapang, Megapiksel Besar

Tekno | Kamis, 06 Agustus 2026 | 15:00 WIB

×