- Mensesneg Prasetyo Hadi menegaskan belum ada rencana resmi perombakan kabinet oleh Presiden Prabowo Subianto pada Agustus 2026.
- Jika perombakan kabinet terjadi, pemerintah akan memprioritaskan pengisian kursi jabatan yang saat ini kosong seperti posisi wakil menteri.
- Isu perombakan kabinet menguat setelah muncul kabar pengusaha Norman Joesoef akan dilantik sebagai Wakil Menteri Pertahanan.
Suara.com - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, memberikan klarifikasi terkait kabar yang beredar mengenai rencana Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan kabinet atau reshuffle pada bulan Agustus ini.
Prasetyo menegaskan, bahwa hingga kekinian belum ada agenda resmi untuk merombak susunan kabinet secara menyeluruh.
"Yang ketiga reshuffle. Ini pertanyaan setiap minggu setiap bulan. Nah masalah reshuffle juga perlu kami sampaikan bahwa sampai hari ini belum ada rencana reshuffle Kabinet Merah Putih," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (7/8/2026).
Menurutnya, kalaupun nanti akam ada perombakan kabinet, itu lebih untuk diprioritaskan pada kursi jabatan di Kabinet yang masih kosong.
"Sekali lagi, kalaupun kemudian akan ada terjadi perubahan atau diistilahkan reshuffle, barangkali prioritasnya adalah kepada mengisi jabatan-jabatan yang oleh karena sesuatu hal saat ini jabatan-jabatan itu kosong," ujarnya.
Lebih lanjut, Prasetyo memberikan gambaran mengenai jabatan apa saja yang menjadi prioritas jika nantinya ada pelantikan pejabat baru di jajaran kementerian.
Ia menyebutkan posisi Wakil Menteri di kementerian tertentu masih dalam status kosong.
"Contohnya adalah Wakil Menteri Pertanian, kemudian Wakil Menteri Immpas. Jadi itu kalau mengenai masalah reshuffle," kata dia.
Sebelumnya, kabar adanya perombakan atau reshuffle kabinet pada bulan Agustus 2026, kembali menguat.
Terbaru, Presiden Prabowo Subianto disebut-sebut akan melantik pengusaha muda sekaligus pakar industri pertahanan, Norman Joesoef sebagai Wakil Menteri Pertahanan RI.

Norman Joesoef masuk dalam jajaran pengusaha muda yang tengah naik daun. Dia adalah pendiri sekaligus CEO Republikorp, perusahaan swasta nasional bidang pertahanan serta teknologi strategis.
"Dia bukan dari kalangan militer. Tapi Norman akan masuk jajaran kabinet saat reshuflle bulan Agustus ini," kata Sumber yang mengetahui hal itu kepada Suara.com, Kamis (6/8/2026).
Munculnya nama Norman Joesoef sebagai pendamping Menhan sjafrie Sjamsoeddin, dinilai sebagai langkah strategis Prabowo mempercepat kemandirian industri pertahanan dalam negeri.
Sebagai sosok yang telah lama berkecimpung di sektor alutsista dan perlengkapan taktis, Norman dinilai memiliki kapasitas teknis dan manajerial yang mumpuni mewujudkan visi pertahanan Prabowo yang modern dan mandiri.