1,3 Ton Obat Bius dalam Teh Cina Disita Bea Cukai - TNI dari Kapal Asing di Batam

M Nurhadi

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:46 WIB
1,3 Ton Obat Bius dalam Teh Cina Disita Bea Cukai - TNI dari Kapal Asing di Batam
Ilustrasi kapal asing penyelundup obat bius.
baca 10 detik
  • Aparat gabungan menggagalkan penyelundupan 1,3 ton obat bius ketamin di perairan utara Berakit, Bintan, pada Agustus 2026.
  • Operasi gabungan melibatkan Bea Cukai, BNN, Bareskrim Polri, dan TNI Angkatan Laut setelah mendapat informasi intelijen internasional.
  • Petugas menangkap delapan warga negara asing yang bertindak sebagai anak buah kapal di kapal King Sun.

Suara.com - Aparat gabungan berhasil menggagalkan penyelundupan 1,3 ton obat bius jenis ketamin dalam kapal berbendara asing King Sun di perairan Batam, Kepualaun Riau. Tak hanya itu, mereka juga menangkap 8 warga asing yang menjadi anak buah kapal.

Penyergapan ini bukanlah hasil dari patroli rutin biasa. Ini adalah kulminasi dari operasi intelijen 'silent operation' yang melibatkan koordinasi lintas negara selama hampir tiga bulan.

Adapun aparat yang ikut serta dalam misi ini ialah dari Direktorat Interdiksi Narkotika (DIN) Direktorat Jenderal Bea Cukai, BNN, Bareskrim Polri, dan TNI Angkatan Laut.

"Aparat gabungan berhasil melumpuhkan kapal King Sun di perairan utara Berakit, Bintan, yang menyimpan 1,3 ton obat bius ketamin," demikian keterangan otoritas Dirjen Bea Cukai, Sabtu (8/8/2026). 

Perburuan Panjang Sejak Mei

Drama penangkapan ini bermula pada Kamis, 21 Mei 2026. Saat itu, Direktorat Interdiksi Narkotika DJBC menerima informasi krusial dari counterpart Thailand mengenai adanya pergerakan gelap pengangkutan narkotika oleh kapal bernama King Sun.

Radar pemantauan segera diaktifkan. Meskipun kapal sempat terpantau menuju Teluk Thailand pada bulan Mei, analisis intelijen menunjukkan rencana pengangkutan tersebut sempat dibatalkan oleh sindikat, diduga karena mencium adanya pengawasan ketat.

Namun, aparat tidak mengendurkan pengawasan. Memasuki Juli 2026, King Sun kembali bergerak menuju wilayah Teluk Thailand.

Analisis pergerakan kapal target menunjukkan anomali yang konsisten dengan pola penyelundupan berisiko tinggi.

baca juga

Titik terang muncul pada Minggu, 2 Agustus 2026, ketika Bareskrim Polri menerima informasi tambahan dari sumber berbeda, yakni Taiwan Coast Guard.

Informasi ini mengonfirmasi dugaan kuat King Sun tengah membawa muatan haram menuju perairan Indonesia.

Sinergi empat pilar keamanan—Bea Cukai, BNN, Polri, dan TNI AL—segera dikonsolidasikan dalam satu komando operasi gabungan.

Intersepsi di Tengah Laut

Puncak pengejaran terjadi pada Kamis, 6 Agustus 2026. Unsur tempur laut KRI Kerambit-627 bersama kapal patroli BC 30005, melakukan intersepsi taktis di perairan Utara Berakit.

Tanpa perlawanan berarti, kapal King Sun berhasil dikuasai dan segera dikawal menuju Dermaga Kodaeral IV Batam untuk dilakukan pemeriksaan mendalam oleh Satgas gabungan.

Pada Jumat, 7 Agustus 2026, tim gabungan mulai membongkar isi kapal. Di dalam sebuah kompartemen rahasia yang dimodifikasi khusus di dekat anjungan kapal, petugas menemukan puluhan karung berisi bungkusan plastik.

Total terdapat 65 pack besar, di mana setiap pack berisi 20 bungkus kemasan teh Cina seberat masing-masing 1 kg.

"Berdasarkan hasil pengujian, sampel tersebut teridentifikasi sebagai ketamin," tulis laporan Dirjen Bea Cukai setelah dilakukan uji pendahuluan menggunakan alat deteksi Rigaku.

Total barang bukti mencapai kurang lebih 1.300 Kg atau 1,3 ton— angka yang fantastis yang mampu merusak jutaan generasi muda jika berhasil lolos ke pasar gelap.

Sindikat Internasional: 8 ABK Diamankan

Selain mengamankan barang bukti bernilai miliaran rupiah tersebut, petugas juga meringkus delapan orang awak kapal (ABK). Identitas para tersangka menunjukkan kuatnya jaringan lintas negara.

Mereka adalah:

  1. Tsai Ming Sun (43 tahun), warga negara Taiwan yang diduga kuat sebagai pengendali atau orang kepercayaan sindikat di atas kapal.
  2. Kaung Htet (29), asal Myanmar
  3. .Min Min Latt (36) asal Myanmar.
  4. Myo Lwin (55) asal Myanmar.
  5. Phyo Lwin (27) asal Myanmar.
  6. Than Aung (51) asal Myanmar.
  7. Zaw Oo (38) asal Myanmar.
  8. Min Min Lat (44) asal Myanmar.

Kombinasi antara otak dari Taiwan dan kru dari Myanmar ini mengonfirmasi pola klasik sindikat narkotika Golden Triangle, yang kerap memanfaatkan jalur laut strategis di Kepulauan Riau sebagai pintu masuk utama ke pasar Indonesia.

Saat ini, seluruh barang bukti dan delapan tersangka telah diamankan di Pangkalan Kodaeral IV, Tanjung Sengkuang.

Tim gabungan masih melakukan penghitungan detail dan pengujian lanjutan di Pomal Batam untuk memastikan kemurnian zat tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siapa Ahmad Dedi alias Dedi Congor? Pejabat Bea Cukai yang Diduga Terima Suap Rp30 Miliar

Siapa Ahmad Dedi alias Dedi Congor? Pejabat Bea Cukai yang Diduga Terima Suap Rp30 Miliar

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:35 WIB

Siswi Saksi Penembakan Sekolah Thailand: Saya Berlindung di Belakang Guru yang Ditembak Mati

Siswi Saksi Penembakan Sekolah Thailand: Saya Berlindung di Belakang Guru yang Ditembak Mati

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 18:44 WIB

Kesaksian Suasana Penembakan Massal di Sekolah Thailand: Tiba-tiba Dor Dor Dor, Lalu Hening

Kesaksian Suasana Penembakan Massal di Sekolah Thailand: Tiba-tiba Dor Dor Dor, Lalu Hening

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:34 WIB

Industri Otomotif Indonesia Didorong Ekspor Baterai Kendaraan Listrik ke Thailand

Industri Otomotif Indonesia Didorong Ekspor Baterai Kendaraan Listrik ke Thailand

Otomotif | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 15:58 WIB

Siswa Thailand Bawa Pistol Kakek ke Sekolah, Berondong Guru dan Murid Muntahkan 26 Peluru

Siswa Thailand Bawa Pistol Kakek ke Sekolah, Berondong Guru dan Murid Muntahkan 26 Peluru

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 15:52 WIB

Siswa Thailand Tembak Mati 5 Guru dan 9 Orang Kritis, Setelah Itu Bunuh Diri

Siswa Thailand Tembak Mati 5 Guru dan 9 Orang Kritis, Setelah Itu Bunuh Diri

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 14:56 WIB

Foto Detik-detik Siswa Sembunyi di Bawah Meja saat Penembakan Brutal di Sekolah Nonthaburi Thailand

Foto Detik-detik Siswa Sembunyi di Bawah Meja saat Penembakan Brutal di Sekolah Nonthaburi Thailand

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 14:40 WIB

Terkini

Kapal Kargo Panama Tabrak Kapal Nelayan China di Selat Singapura

Kapal Kargo Panama Tabrak Kapal Nelayan China di Selat Singapura

News | Selasa, 22 September 2026 | 07:19 WIB

Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun

Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun

News | Selasa, 22 September 2026 | 07:14 WIB

Peraturan Membawa Powerbank ke Dalam Pesawat Terbaru 2026, Cek Batas mAh yang Aman

Peraturan Membawa Powerbank ke Dalam Pesawat Terbaru 2026, Cek Batas mAh yang Aman

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 07:10 WIB

Seni Tidak Melakukan Apa-Apa: Membedah Konsep Niksen Lewat Neurosains

Seni Tidak Melakukan Apa-Apa: Membedah Konsep Niksen Lewat Neurosains

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 07:05 WIB

Perbankan Diminta Waspadai Dampak Karhutla, Risiko NPL Jadi Perhatian

Perbankan Diminta Waspadai Dampak Karhutla, Risiko NPL Jadi Perhatian

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 07:05 WIB

Kelompok Houthi Ancam Pakistan dan Turki: Jangan Ikut Campur Bela Arab Saudi

Kelompok Houthi Ancam Pakistan dan Turki: Jangan Ikut Campur Bela Arab Saudi

News | Selasa, 22 September 2026 | 06:56 WIB

10 Cara Menghilangkan Noda Oli di Baju untuk Ibu Rumah Tangga

10 Cara Menghilangkan Noda Oli di Baju untuk Ibu Rumah Tangga

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 06:44 WIB

Apakah Aman Membiarkan Charger HP Tetap Menancap di Stop Kontak Seharian?

Apakah Aman Membiarkan Charger HP Tetap Menancap di Stop Kontak Seharian?

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 05:42 WIB

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

×