JPPI Minta Evaluasi Buku Pelajaran Tak Dimanfaatkan untuk Kepentingan Bisnis

Vania Rossa, Lilis Varwati

Senin, 10 Agustus 2026 | 10:45 WIB
JPPI Minta Evaluasi Buku Pelajaran Tak Dimanfaatkan untuk Kepentingan Bisnis
Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonensia (JPPI) Ubaid Matraji (kiri). (Ist)
baca 10 detik
  • Koordinator Nasional JPPI Ubaid Matraji meminta rencana pemerintah mengevaluasi buku sekolah pada Senin (10/8/2026) bebas dari kepentingan politik dan bisnis.
  • JPPI menyarankan pemerintah mengaudit buku yang ada daripada mengganti semuanya untuk mencegah pemborosan anggaran negara.
  • Proses penyusunan buku harus transparan, berbasis ilmiah, dan melibatkan guru, akademisi, serta berbagai elemen masyarakat.

Suara.com - Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) meminta rencana Presiden Prabowo Subianto memperbaiki dan menetapkan ulang buku pelajaran tingkat SD hingga SMA tidak dijadikan pintu masuk bagi kepentingan politik maupun bisnis pengadaan.

Koordinator Nasional JPPI Ubaid Matraji mengatakan, penyusunan buku pelajaran seharusnya berangkat dari kebutuhan peserta didik dan bukti ilmiah, bukan berdasarkan selera pejabat ataupun keinginan setiap pemerintahan untuk memiliki buku pelajaran versinya sendiri.

“Jangan sampai alasan memperbaiki kualitas buku menjadi pintu masuk bagi proyek bisnis buku pelajaran. Pemerintah harus transparan mengenai buku apa yang akan diganti, berapa anggarannya, siapa yang menyusun, siapa yang menilai, siapa yang mencetak, dan bagaimana proses pengadaannya,” kata Ubaid, Senin (10/8/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan JPPI menyusul perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap kualitas buku pelajaran yang digunakan siswa. Pemerintah berencana mengevaluasi buku ajar mulai dari jenjang SD hingga SMA.

JPPI menilai evaluasi buku pelajaran memang penting. Namun, proses penyusunan dan penetapan buku harus dilakukan secara transparan dan melibatkan banyak pihak, bukan hanya pemerintah.

Menurut Ubaid, proses tersebut harus melibatkan guru, akademisi, ahli mata pelajaran, ahli pedagogi, ahli perkembangan anak, kelompok pendidikan inklusif dan disabilitas, serta masyarakat sipil.

Buku yang akan digunakan juga perlu diuji coba kepada guru dan siswa dari berbagai kondisi daerah. Pengujian tidak cukup hanya melihat kesesuaian buku dengan kurikulum, tetapi juga harus melihat sejauh mana buku membantu anak memahami pelajaran, membangun rasa ingin tahu, serta meningkatkan kemampuan literasi, numerasi, dan penalaran.

Jangan Semua Buku Diganti

JPPI sebelumnya juga mengingatkan pemerintah mengenai risiko pemborosan anggaran jika evaluasi buku berujung pada pencetakan ulang jutaan eksemplar buku di seluruh Indonesia.

baca juga

Ubaid menilai pemerintah perlu melakukan audit terlebih dahulu terhadap buku yang saat ini digunakan untuk menentukan buku yang benar-benar sudah tidak layak, buku yang hanya membutuhkan revisi sebagian, dan buku yang masih bisa digunakan.

“Jangan semua persoalan buku dijawab dengan pengadaan buku baru. Kalau yang bermasalah hanya beberapa bagian, revisi bagian itu. Jangan kemudian seluruh buku diganti hanya karena pemerintahan berganti. Itu berpotensi menjadi pemborosan anggaran, bahkan bisa menggeser agenda pendidikan menjadi sekadar proyek pengadaan,” tegasnya.

JPPI juga mengingatkan agar pembenahan buku tidak dipisahkan dari reformasi pembelajaran secara keseluruhan. Menurut Ubaid, kualitas pendidikan tidak otomatis meningkat hanya karena siswa mendapatkan buku baru.

“Buku baru tidak otomatis membuat pendidikan menjadi bermutu. Buku hanyalah salah satu instrumen pembelajaran. Kalau kesejahteraan dan kualitas guru, budaya membaca, kemampuan literasi dan numerasi, ketimpangan fasilitas, serta proses belajar di kelas tidak diperbaiki, mengganti buku hanya akan mengganti benda, bukan mengubah kualitas pendidikan,” ujar Ubaid.

Karena itu, JPPI meminta proses evaluasi dan penyusunan buku dilakukan secara berbasis kebutuhan peserta didik dan bukti ilmiah serta dijauhkan dari kepentingan politik maupun bisnis pengadaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Temuan Senjata Api hingga Narkoba di Sekolah Bukti Tata Kelola Pendidikan Bermasalah

Temuan Senjata Api hingga Narkoba di Sekolah Bukti Tata Kelola Pendidikan Bermasalah

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 12:37 WIB

Sekolah Bukan Gudang Senjata, JPPI Sebut Dalih Ekskul Menembak di Pondok Pinang Tak Masuk Akal

Sekolah Bukan Gudang Senjata, JPPI Sebut Dalih Ekskul Menembak di Pondok Pinang Tak Masuk Akal

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 11:43 WIB

DPR dan Pemerintah Jangan Akali Konstitusi: Pisahkan Anggaran MBG dari Dana Pendidikan Mulai 2027!

DPR dan Pemerintah Jangan Akali Konstitusi: Pisahkan Anggaran MBG dari Dana Pendidikan Mulai 2027!

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 10:01 WIB

Terkini

Kala Hati Mengajak Pulang: Perjalanan Nyoman Nadiana Membangun Desa Les

Kala Hati Mengajak Pulang: Perjalanan Nyoman Nadiana Membangun Desa Les

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 10:42 WIB

Takut Dibom Houthi, Kapal Tanker Arab Saudi Samarkan Rute Pelayaran ke Terusan Suez

Takut Dibom Houthi, Kapal Tanker Arab Saudi Samarkan Rute Pelayaran ke Terusan Suez

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 10:37 WIB

Jelang HUT RI dan 5 Abad Jakarta, Pemkot Jaksel Sikat PKL hinga Parkir Liar di Kalibata City

Jelang HUT RI dan 5 Abad Jakarta, Pemkot Jaksel Sikat PKL hinga Parkir Liar di Kalibata City

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 10:37 WIB

Perbedaan Sifat Gemini Mei dan Gemini Juni, Kamu Related?

Perbedaan Sifat Gemini Mei dan Gemini Juni, Kamu Related?

Lifestyle | Senin, 10 Agustus 2026 | 10:33 WIB

Nyoman Nadiana: Sosok di Balik Kebangkitan Garam Tradisional Bali yang Tembus Pasar Modern

Nyoman Nadiana: Sosok di Balik Kebangkitan Garam Tradisional Bali yang Tembus Pasar Modern

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 10:32 WIB

5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag

5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag

Tekno | Senin, 10 Agustus 2026 | 10:32 WIB

Spider-Man: Brand New Day, Petualangan Baru Peter Parker Setelah No Way Home

Spider-Man: Brand New Day, Petualangan Baru Peter Parker Setelah No Way Home

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 10:30 WIB

PSSI Pasang Badan, Minta Fans Tak Hujat Pemain Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026

PSSI Pasang Badan, Minta Fans Tak Hujat Pemain Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026

Bola | Senin, 10 Agustus 2026 | 10:24 WIB

Anak 14 Tahun Pelaku Penembakan Sekolah Thailand 2 Tahun Belajar Pakai Pistol

Anak 14 Tahun Pelaku Penembakan Sekolah Thailand 2 Tahun Belajar Pakai Pistol

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 10:18 WIB

Siapa Mazaki Ahmad? Intip Profil dan Pekerjaan Suami Dea Annisa

Siapa Mazaki Ahmad? Intip Profil dan Pekerjaan Suami Dea Annisa

Entertainment | Senin, 10 Agustus 2026 | 10:15 WIB

×