-
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menggelar pertemuan tertutup dengan Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei.
-
Pertemuan tingkat tinggi tersebut membahas strategi pemulihan ekonomi dan langkah taktis militer Iran.
-
Milisi Basij mengklaim memiliki bukti rekaman keberadaan Mojtaba untuk menepis isu kesehatan.
Wakil Organisasi Basij, Qasem Qoraishi, mengklaim pihak keamanan mengantongi rekaman video yang membuktikan keberadaan Mojtaba di tengah warga.
Qoraishi menegaskan bahwa publikasi bukti visual tersebut siap diluncurkan untuk mematahkan tuduhan dari musuh-musuh politik Iran.
"Sekali lagi mempermalukan musuh dan pihak-pihak yang mencela rakyat Iran," ujar Qoraishi menepis keraguan publik atas kondisi fisik pimpinannya.
Upaya diplomasi publik ini menjadi gambaran betapa kerasnya rezim Iran menjaga stabilitas domestik di tengah tekanan internasional.
Pemerintah berusaha keras meyakinkan warga bahwa roda pemerintahan dan pertahanan tetap berjalan solid di bawah kendali Mojtaba.
Eskalasi politik di Teheran tidak dapat dilepaskan dari rentetan peristiwa berdarah pada akhir Februari lalu.
Serangan militer Amerika Serikat secara mendadak mengubah peta kekuatan politik Iran setelah menewaskan Pemimpin Tertinggi terdahulu, Ali Khamenei.
Penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai penerus kekuasaan ayahnya berlangsung di bawah bayang-bayang ketidakpastian dan ancaman keamanan tinggi.
Kondisi fisik yang terluka parah serta ancaman intelijen asing memaksa Mojtaba menjalankan roda pemerintahan dari balik layar tanpa pernah terlihat langsung oleh publik.