- PAM JAYA menyelenggarakan sosialisasi K3 di Jakarta pada Sabtu (8/8/2026) guna melindungi tenaga kerja konstruksi.
- PAM JAYA berencana membangun tujuh ribu kilometer pipa baru untuk mencapai target layanan seratus persen pada 2029.
- Komisaris Utama PAM JAYA Prasetyo Marsudi meminta seluruh mitra kerja berkomitmen penuh mengutamakan standar keselamatan.
Suara.com - PAM JAYA memperkuat komitmen terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3) seiring dengan masifnya pembangunan infrastruktur perpipaan di Jakarta. Perusahaan air minum tersebut tengah menyiapkan pembangunan sekitar 7.000 kilometer jaringan pipa baru dalam beberapa tahun ke depan.
Komitmen tersebut ditegaskan melalui kegiatan Sosialisasi dan Komitmen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang digelar PAM JAYA di Jakarta, Sabtu (8/8/2026). Kegiatan ini dihadiri Komisaris Utama PAM JAYA Prasetyo Marsudi, jajaran direksi, serta sejumlah perusahaan mitra kerja yang terlibat dalam pekerjaan konstruksi dan operasional.
Sosialisasi dilakukan untuk memperkuat pemahaman para mitra mengenai pentingnya perlindungan dan keselamatan pekerja di lapangan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh tenaga kerja mendapatkan perlindungan ketika menghadapi risiko selama menjalankan pekerjaan.
Direktur Teknik PAM JAYA Akhmad Santika mengatakan, dalam beberapa tahun ke depan PAM JAYA akan membangun sekitar 7.000 kilometer jaringan pipa baru. Jaringan tersebut akan melengkapi infrastruktur perpipaan yang saat ini telah mencapai sekitar 13.000 kilometer.
Sementara itu, Direktur Strategi dan Bisnis PAM JAYA Anugrah Esa mengatakan percepatan pembangunan jaringan perpipaan dilakukan untuk mengejar target 100 persen cakupan layanan perpipaan pada 2029.
Menurutnya, kebutuhan pembangunan juga semakin mendesak mengingat sebagian jaringan pipa yang saat ini beroperasi telah berusia lebih dari satu abad.
"Oleh karena itu, penerapan K3 tidak boleh dipandang sebagai sekadar kewajiban administratif, melainkan harus menjadi budaya kerja yang dijalankan secara konsisten demi melindungi pekerja, menjaga keselamatan masyarakat, serta memastikan keberlangsungan pelayanan kepada pelanggan," ujar Anugrah melalui keterangan resmi di Jakarta.
Dengan skala pembangunan yang besar, PAM JAYA menilai pengawasan terhadap penerapan standar K3 di lapangan juga perlu diperkuat. Pengawasan tidak hanya ditujukan kepada internal perusahaan, tetapi juga seluruh mitra yang terlibat dalam pekerjaan konstruksi.
Akhmad mengatakan PAM JAYA tengah menyusun sistem monitoring pekerjaan lapangan untuk memperkuat pengawasan terhadap seluruh mitra kerja.
"PAM JAYA sedang menyusun sistem monitoring pekerjaan lapangan untuk memperkuat pengawasan terhadap seluruh mitra. Ke depan, identitas mitra akan dicantumkan pada standar PPDU maupun barrier di setiap lokasi pekerjaan agar akuntabilitas semakin jelas," papar Santika.
Ia menambahkan, pencantuman identitas mitra di lokasi pekerjaan diharapkan dapat memperjelas pihak yang bertanggung jawab atas setiap aktivitas pembangunan di lapangan.
Komisaris Utama PAM JAYA Prasetyo Marsudi juga mengingatkan seluruh mitra kerja agar memiliki komitmen yang sama dalam mengutamakan keselamatan selama proses pembangunan infrastruktur.
"Setiap pekerjaan harus dilaksanakan secara aman, tertib, bertanggung jawab, serta mengedepankan kepatuhan terhadap standar keselamatan kerja yang telah ditetapkan," tandasnya.