- Petani di Rejo Farm, Sleman, mendekorasi ratusan buah melon bertema pahlawan untuk memperingati HUT ke-81 RI pada Agustus 2026.
- Aksi kreatif yang melibatkan sepuluh pekerja tersebut bertujuan menanamkan rasa nasionalisme dan mengenang jasa para leluhur bangsa.
- Dekorasi unik ini berhasil menarik minat warga sekitar untuk berkunjung, berfoto, serta menikmati wisata petik buah segar.
Suara.com - Ada yang berbeda di salah satu greenhouse Rejo Farm, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menjelang peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Ratusan buah melon tidak sekadar menunggu waktu panen, tetapi sudah berdandan bak sosok pejuang.
Bagi salah satu petani sekaligus edukator Rejo Farm, Edi Rahmat Hidayat, hiasan tersebut bukan sekadar kreativitas untuk mempercantik melon. Ada pesan nasionalisme yang ingin ditanamkan kepada para petani muda yang bekerja di tempat tersebut.
"Ini untuk mengenang jasa pahlawan dan untuk ikut merasakan perjuangan pahlawan-pahlawan kita dulu, leluhur kita, maka kita menghias melon di Rejo Farm ini sebagai dengan tema Kemerdekaan Republik Indonesia," kata Edi ditemui Senin (10/8/2026).
Disampaikan Edi, kegiatan tersebut menjadi cara sederhana untuk menghubungkan pekerjaan para petani dengan momentum kemerdekaan.
Menurutnya, generasi muda yang bekerja di sektor pertanian juga dapat ikut berjuang membangun Indonesia melalui bidang yang mereka tekuni.
"Artinya kita hidup di negara Indonesia, tentunya nanti ikut andil berjuang untuk membangun Indonesia lewat pertanian, seperti itu," ujarnya.
Lima Menit untuk Sebuah Kreativitas
Ide menghias melon itu, kata Edi, tidak membutuhkan waktu lama. Hanya bermodal kreativitas dan properti yang tersedia, satu buah melon dapat didekorasi hanya dalam hitungan menit.
Satu greenhouse yang dijadikan lokasi dekorasi memiliki populasi sekitar 300 tanaman melon.
Sebanyak 10 orang dilibatkan untuk mengerjakan dekorasi tersebut, sekaligus menjadi bagian dari kegiatan kreatif menyambut kemerdekaan.
"Untuk proses pendekorannya kita tidak butuh waktu lama, 5 menit bisa kita mendekor tiga buah melon, dan satu greenhouse kita proyeksikan itu memang dengan tema kemerdekaan," ungkapnya.
Dekorasi itu sengaja dilakukan bertepatan dengan masa panen yang telah diproyeksikan berlangsung pada Agustus ini. Bagi Edi, suasana panen dan perayaan kemerdekaan memiliki satu kesamaan, yakni rasa bahagia dan bangga.

Panen dan Merdeka
Bagi petani, panen merupakan salah satu momen yang paling ditunggu setelah melalui berbagai proses perawatan tanaman. Oleh sebab itu, momentum panen pada bulan kemerdekaan dianggap menjadi waktu yang tepat untuk merayakan hasil kerja sekaligus mengenang perjuangan para pendahulu.
"Kita bersukacita seperti petani, petani itu kalau saatnya panen itu mereka bahagia. Ini pun sama, kita bahagia panen, bangga panen, dan berbarengan dengan kebanggaan untuk Indonesia merdeka," tuturnya.
Ia menyebut bahwa sosok yang digambarkan pada melon tersebut merupakan figur para pejuang. Namun, keterbatasan properti membuat para petani muda harus mengandalkan kreativitas untuk menerjemahkan sosok tersebut ke dalam bentuk dekorasi melon.
"Ini sosok pejuang yang memang kita kemarin mendekorasikan ini, memproyeksikan dia sebagai pejuang. Dan kemudian karena memang keterbatasan properti, kami mendekornya seperti itu," ungkapnya.
Dekorasi melon yang awalnya dibuat untuk kebutuhan internal justru menarik perhatian warga sekitar. Setelah kabar tentang melon berhias itu menyebar, sejumlah pengunjung datang untuk melihat sekaligus mengabadikan momen.
Pengunjung tidak hanya dapat melihat dan berfoto dengan melon-melon yang dihias. Rejo Farm memang sudah menyiapkan konsep wisata petik buah.
Sehingga pengunjung, termasuk anak-anak, nantinya bisa merasakan langsung pengalaman memanen buah dari greenhouse.
"Banyak antusias dari pengunjung yang setelah tahu melon di Rejo Farm dihias itu mereka pada datang. Mereka datang dan ingin berselfie, berfoto ria sambil menikmati kesegaran melon premium milik kita," ucapnya.
Bagi Edi, pengalaman tersebut bukan hanya soal menikmati buah segar. Aktivitas memetik melon secara langsung juga menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan dunia pertanian kepada anak-anak sejak dini.
Rejo Farm sendiri mulai mengembangkan usahanya secara lebih serius sejak 2024, meski proses risetnya telah dilakukan sejak 2012. Konsep yang dikembangkan tidak hanya berfokus pada satu komoditas, melainkan menghubungkan berbagai aktivitas pertanian dalam satu sistem.
Limbah buah dan kotoran hewan, misalnya, dimanfaatkan untuk menghasilkan pupuk yang kemudian digunakan kembali untuk tanaman melon. Sistem tersebut kemudian terhubung dengan pengembangan lele, maggot, dan ayam.
Menanam Nasionalisme, Menanam Kepedulian
Semangat itu pula yang membuat dekorasi melon bertema kemerdekaan tidak berhenti sebagai kegiatan satu kali. Rejo Farm berencana kembali menggelar kegiatan serupa pada tahun-tahun berikutnya dengan bentuk yang berbeda.
Ia bilang Rejo Farm akan membuka ruang untuk kunjungan wisata edukasi yang mengenalkan dunia pertanian kepada anak-anak sekolah. Harapannya sederhana, anak-anak tidak hanya mengenal makanan sebagai sesuatu yang tersedia di meja makan, tetapi memahami proses panjang di baliknya.
Di tengah perayaan kemerdekaan, melon-melon itu akhirnya menjadi lebih dari sekadar buah yang siap dipanen.
"Kami ingin menanamkan sejak dini, sejak masih sekolah, teman-teman anak-anak masih sekolah, untuk mengenal dunia pertanian agar nanti ke depan mereka peduli, minimal peduli terkait dunia pertanian," pungkasnya.