WNI Jadi Korban Tewas! Ini Kronologi Kapal Kargo Diserang Rudal di Selat Bab el-Mandeb

M Nurhadi

Rabu, 12 Agustus 2026 | 07:17 WIB
WNI Jadi Korban Tewas! Ini Kronologi Kapal Kargo Diserang Rudal di Selat Bab el-Mandeb
Selat Bab al-Mandeb dan Selat Hormuz [Rusen dengan penyesuaian oleh Suara.com]
baca 10 detik
  • Kelompok Houthi menyerang kapal kargo Tihamah di Selat Bab el-Mandeb pada 11 Agustus 2026, menewaskan enam orang dan melukai sepuluh lainnya.
  • Militer Amerika Serikat menembakkan dua rudal Hellfire untuk melumpuhkan kapal kontainer Vela Nova di Teluk Oman karena melanggar blokade.
  • Rangkaian serangan militer di Timur Tengah menyebabkan penurunan drastis volume pelayaran komersial harian di Selat Bab el-Mandeb dan Selat Hormuz.

Suara.com - Ketegangan di kawasan perairan Timur Tengah kembali memuncak setelah insiden berdarah menimpa sebuah kapal kargo di Selat Bab el-Mandeb pada Selasa (11/8/2026).

Kementerian Transportasi Yaman mengonfirmasi bahwa empat orang anggota awak kapal tewas dalam serangan teror yang dilancarkan oleh kelompok Houthi yang disokong Iran.

Apabila terkonfirmasi sepenuhnya, insiden ini menandai jatuhnya korban jiwa pertama di pihak pelayaran komersial akibat serangan Houthi sejak konflik regional berskala luas meletus pada 28 Februari lalu.

Menurut data Kementerian Transportasi Yaman, korban tewas terdiri dari tiga warga negara Pakistan dan satu orang Warga Negara Indonesia (WNI). Serangan rudal tersebut dilaporkan membuat awak kapal kehilangan kendali penuh atas navigasi Tihamah.

Tragisnya, jumlah korban tewas bertambah ketika Houthi meluncurkan serangan susulan saat tim penyelamat tiba di lokasi. Penjaga Pantai Yaman mengonfirmasi dua personel dari National Resistance Forces (NRF)—kelompok militer anti-Houthi—tewas diterjang serangan kedua tersebut.

Selain itu, setidaknya sepuluh orang mengalami luka-luka, mencakup tujuh kru kapal, dua petugas Penjaga Pantai, dan satu anggota NRF.

Kapal kargo berukuran kecil bernama Tihamah tersebut diketahui berbendera Mesir dan dimiliki oleh entitas bisnis asal negara yang sama.

Perusahaan analisis keamanan maritim Inggris, Ambrey, mencatat bahwa insiden penembakan terjadi ketika Tihamah sedang berlabuh di sebelah timur laut Pulau Perim, Yaman, setelah sebelumnya bertolak dari Pelabuhan al-Mokha yang dikuasai pemerintah resmi Yaman pada Sabtu lalu.

Pihak Houthi dalam pernyataan terpisah mengklaim telah mengincar kapal yang mengangkut peralatan militer Arab Saudi di Selat Bab el-Mandeb, meskipun tidak menyebutkan nama kapal secara rinci.

baca juga

Klaim ini menyulut respons defensif setelah Houthi secara sepihak mendeklarasikan embargo maritim terhadap Arab Saudi di Laut Merah sejak 20 Juli sebagai balasan atas apa yang mereka tuduhkan sebagai pengepungan wilayah Yaman oleh Riyadh—sebuah tuduhan yang dibantah tegas oleh otoritas Arab Saudi.

Lembaga operasi perdagangan maritim Inggris (UKMTO) mengonfirmasi adanya laporan proyektil tidak dikenal yang menghantam kapal kargo di area koordinat tersebut.

Dilansir dari Reuters, analisis verifikasi visual oleh Reuters berbasis pencocokan struktur dek, tiang kapal, serta pemetaan citra satelit memvalidasi bahwa kapal yang dihantam adalah Tihamah, di mana data penelusuran lalu lintas laut menempatkan posisi kapal berada di dekat Murad, Yaman, pada 11 Agustus.

Di hari yang sama, eskalasi konflik maritim juga meluas hingga ke perairan Teluk Oman. Komando Pusat Amerika Serikat (US Central Command/CENTCOM) mengonfirmasi bahwa pasukan militernya telah melepaskan dua rudal Hellfire yang menargetkan sistem kemudi kapal kontainer Vela Nova berbendera Panama.

Tindakan tegas tersebut diambil untuk melumpuhkan navigasi kapal yang dilaporkan berlayar menuju salah satu pelabuhan di Iran.

CENTCOM menegaskan bahwa kapal Vela Nova berulang kali mengabaikan peringatan resmi untuk menghentikan pelayaran dan melanggar aturan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran yang diberlakukan kembali oleh AS sejak 14 Juli lalu.

Insiden ini mencatatkan Vela Nova sebagai kapal ke-12 yang ditindak secara militer oleh pasukan Amerika Serikat sejak pengumuman blokade pada April, sekaligus kapal ketiga yang dilumpuhkan sejak pemberlakuan kembali blokade bulan lalu.

Analis senior dari kelompok advokasi United Against Nuclear Iran (UANI), Charlie Brown, mengungkapkan bahwa sebelum dicegat di kawasan 71 mil laut (131 km) di lepas pantai Pakistan, kapal Vela Nova terpantau sempat singgah di Pelabuhan Mumbai, India, serta Port Klang, Malaysia.

Kedua pelabuhan tersebut dalam beberapa waktu terakhir intensif dipantau akibat lalu lalang kapal-kapal yang terhubung dengan jaringan perdagangan Iran.

“Pencegatan dan pelumpuhan kapal Vela Nova berbendera Panama di dekat garis blokade Teluk Oman menegaskan tingkat pengawasan yang kini diterapkan secara sangat ketat terhadap seluruh jalur pelayaran yang terhubung dengan Iran,” ujar Charlie Brown.

Rangkaian serangan di Selat Bab el-Mandeb dan Teluk Oman kian memperburuk krisis jalur distribusi logistik global. Berdasarkan data penyedia analisis komoditas Kpler, volume lalu lintas kapal yang melintasi Selat Bab el-Mandeb dan Laut Merah telah merosot lebih dari 50% dibandingkan periode sebelumnya.

Deklarasi blokade maritim yang dilancarkan oleh Houthi sejak bulan lalu semakin menekan angka perlintasan harian. Sepanjang pekan lalu, rata-rata kapal komersial yang berani melintasi Selat Bab el-Mandeb menyusut hingga tersisa 32 kapal per hari, turun signifikan jika dibandingkan dengan rerata normal sebelum era blokade yang mencapai 50 kapal per hari.

Dampak kemacetan dan guncangan keamanan terasa jauh lebih parah di Selat Hormuz. Data terbaru dari LSEG mencatat hanya ada enam kapal komersial yang berani melintasi Selat Hormuz pada hari Senin. Angka ini merosot tajam dari rata-rata 10 hari terakhir sebanyak 11 kapal, serta berbanding jauh dari volume lalu lintas normal sebelum pecahnya konflik yang biasanya mampu mencapai 130 hingga 140 kapal per hari. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

2 ABK WNI Selamat dari Serangan Drone di Selat Bab Al-Mandeb Alami Luka-luka

2 ABK WNI Selamat dari Serangan Drone di Selat Bab Al-Mandeb Alami Luka-luka

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 07:06 WIB

Iran Tahan Pembukaan Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Tembus 88 Dolar AS

Iran Tahan Pembukaan Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Tembus 88 Dolar AS

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 07:05 WIB

Total 3 WNI Jadi Korban Serangan Bom Drone Houthi Yaman di  Selat Bab Al Mandeb

Total 3 WNI Jadi Korban Serangan Bom Drone Houthi Yaman di Selat Bab Al Mandeb

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:26 WIB

ABK WNI Tewas Diserang Kelompok Houthi di Selat Bab Al Mandeb

ABK WNI Tewas Diserang Kelompok Houthi di Selat Bab Al Mandeb

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:18 WIB

Kemlu: Ancaman Saksi Ekonomi AS Tanda Tak Mampu Diplomasi Damai dengan Iran

Kemlu: Ancaman Saksi Ekonomi AS Tanda Tak Mampu Diplomasi Damai dengan Iran

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 14:32 WIB

7 WNI Terombang Ambing di Perairan Zhuhai China, Terjebak di Kapal MV Star Janet

7 WNI Terombang Ambing di Perairan Zhuhai China, Terjebak di Kapal MV Star Janet

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 12:35 WIB

Terkini

Pertumbuhan Ekonomi 8% Hanya Mimpi Jika Industri Manufaktur Lesu

Pertumbuhan Ekonomi 8% Hanya Mimpi Jika Industri Manufaktur Lesu

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 18:08 WIB

Kupas Tuntas 'Palu Arit di Ladang Tebu', Bukti Nyata Tragedi 1965 Tak Sekadar Hitam Putih!

Kupas Tuntas 'Palu Arit di Ladang Tebu', Bukti Nyata Tragedi 1965 Tak Sekadar Hitam Putih!

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 18:05 WIB

Ketika Turbin Kembali Diharapkan Berputar, Rumah Kopi Pelakat Menunggu Energi dari Air

Ketika Turbin Kembali Diharapkan Berputar, Rumah Kopi Pelakat Menunggu Energi dari Air

Sumsel | Minggu, 27 September 2026 | 18:03 WIB

Cari Info Kesehatan Makin Mudah, Peran Apoteker Tetap Jadi Rujukan Konsumen

Cari Info Kesehatan Makin Mudah, Peran Apoteker Tetap Jadi Rujukan Konsumen

Health | Minggu, 27 September 2026 | 17:45 WIB

Haji Isam Bukan Pengendali Saham BYAN

Haji Isam Bukan Pengendali Saham BYAN

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 17:43 WIB

Persiapan Dana Pensiun Harus Dimulai Sejak Hari Pertama Bekerja

Persiapan Dana Pensiun Harus Dimulai Sejak Hari Pertama Bekerja

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 17:36 WIB

CFX Mulai Bidik Tokenisasi Aset Riil dan Stablecoin

CFX Mulai Bidik Tokenisasi Aset Riil dan Stablecoin

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 17:31 WIB

RUU Ketenagakerjaan Jangan Fokus di Perlindungan, Tapi Penciptaan Lapangan Kerja

RUU Ketenagakerjaan Jangan Fokus di Perlindungan, Tapi Penciptaan Lapangan Kerja

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 17:28 WIB

Spesial HUT ke-81 KAI, Pelanggan Cukup Bayar 81 Persen untuk Naik KA Sindang Marga

Spesial HUT ke-81 KAI, Pelanggan Cukup Bayar 81 Persen untuk Naik KA Sindang Marga

Sumsel | Minggu, 27 September 2026 | 17:25 WIB

Arti Cicak Jatuh di Kepala atau Bahu Menurut Primbon Jawa, Pertanda Apa?

Arti Cicak Jatuh di Kepala atau Bahu Menurut Primbon Jawa, Pertanda Apa?

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 17:20 WIB

×