Data Sering Nyangkut, DPRD DKI Minta Mekanisme Sanggah Manual untuk Desil Warga

Muhamad Yasir, Adiyoga Priyambodo

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:40 WIB
Data Sering Nyangkut, DPRD DKI Minta Mekanisme Sanggah Manual untuk Desil Warga
Ilustrasi bansos untuk warga di Kelurahan Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan. [Suara.com/Angga Budhiyanto]
baca 10 detik
  • DPRD DKI Jakarta mengusulkan mekanisme sanggah manual untuk mempercepat perbaikan data desil yang menghambat bantuan sosial.
  • Ketua Komisi E M. Subki menyatakan keterlambatan perubahan data nasional merugikan warga yang membutuhkan pelayanan kesejahteraan.
  • DPRD DKI Jakarta berencana membentuk panitia khusus guna memastikan pendataan ekonomi daerah lebih tepat sasaran.

Suara.com - DPRD DKI Jakarta mengusulkan mekanisme sanggah manual untuk mempercepat perbaikan data desil warga yang selama ini dinilai menghambat penyaluran bantuan sosial hingga program pendidikan.

Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta M. Subki mengatakan persoalan data desil menjadi krusial karena status tersebut menjadi acuan dalam berbagai program pelayanan sosial dan kesejahteraan masyarakat.

“Banyak urusan yang semua datanya tersangkut di desil. Pendidikan, sosial, termasuk di dalamnya Bansos-Bansos, banyak terhambat di desil,” kata Subki usai memimpin rapat kerja bersama Biro Kesejahteraan Sosial (Kesos) Setda DKI Jakarta dan Dinas Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) di Gedung DPRD DKI Jakarta, baru-baru ini.

Menurut Subki, Pemprov DKI perlu segera memfinalisasi data desil agar warga yang merasa status ekonominya tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya memiliki jalur perbaikan yang lebih cepat.

Salah satu solusi yang ditawarkan adalah membuka mekanisme sanggah manual.

Mekanisme tersebut dinilai dapat menjadi alternatif bagi warga yang kesulitan memperbarui data melalui sistem daring.

“Supaya masyarakat nggak bertanya-tanya,” katanya.

Perubahan Data Terlalu Lambat

Subki menjelaskan, lambannya perubahan data desil terjadi karena pengelolaan data tidak sepenuhnya berada di tingkat Pemprov DKI.

baca juga

Data tersebut mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dikelola melalui sistem data nasional.

“Jadi agak lama naiknya, agak lama juga turunnya. Sehingga perubahan data desil yang hasil dari sanggah masyarakat juga dinilai sangat lambat,” jelasnya.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi merugikan warga karena perubahan kondisi ekonomi seseorang tidak selalu langsung tercermin dalam data.

Akibatnya, warga yang seharusnya menerima bantuan atau mengakses program tertentu bisa terkendala karena status desilnya.

Untuk mendorong percepatan perbaikan, Subki juga mengusulkan pembentukan panitia khusus (Pansus) desil di DPRD DKI Jakarta.

Menurutnya, penggunaan data tunggal secara nasional tetap penting untuk memastikan adanya standar pendataan yang sama. Namun, karakteristik sosial dan ekonomi Jakarta dinilai memiliki kekhususan dibandingkan daerah lain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Target 150 Ribu Siswa Sekolah Rakyat Disorot, Dinilai Abaikan Akar Ketimpangan

Target 150 Ribu Siswa Sekolah Rakyat Disorot, Dinilai Abaikan Akar Ketimpangan

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:41 WIB

Bapenda dan BPAD DKI Dapat Suntikan Rp68 Miliar Guna Pulihkan Layanan Pajak dan Aset

Bapenda dan BPAD DKI Dapat Suntikan Rp68 Miliar Guna Pulihkan Layanan Pajak dan Aset

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 14:18 WIB

Pasca Putusan MK, DPR Titip Pemerintah Naikkan Gaji Guru dari Anggaran Pendidikan

Pasca Putusan MK, DPR Titip Pemerintah Naikkan Gaji Guru dari Anggaran Pendidikan

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:44 WIB

Terkini

Data Sering Nyangkut, DPRD DKI Minta Mekanisme Sanggah Manual untuk Desil Warga

Data Sering Nyangkut, DPRD DKI Minta Mekanisme Sanggah Manual untuk Desil Warga

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:40 WIB

Cara Pakai Tinted Sunscreen Yang Benar Ala dr Zie Untuk Samarkan Flek Hitam

Cara Pakai Tinted Sunscreen Yang Benar Ala dr Zie Untuk Samarkan Flek Hitam

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:28 WIB

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:27 WIB

Skybar ibis Styles Yogyakarta Kembali Dibuka, Hadirkan Beragam Agenda Rutin

Skybar ibis Styles Yogyakarta Kembali Dibuka, Hadirkan Beragam Agenda Rutin

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:26 WIB

Kawasan Hutan 60 Hektare Diduga Punya Anggota DPRD Kampar, Belum Ada Tersangka

Kawasan Hutan 60 Hektare Diduga Punya Anggota DPRD Kampar, Belum Ada Tersangka

Riau | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:25 WIB

2026 Is the New 2016, Mengapa Gen Z Kangen Internet yang Dulu?

2026 Is the New 2016, Mengapa Gen Z Kangen Internet yang Dulu?

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:20 WIB

Suzuki XL Terbaru Mulai Diserahkan Kepada Konsumen Jabodetabek

Suzuki XL Terbaru Mulai Diserahkan Kepada Konsumen Jabodetabek

Otomotif | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:19 WIB

Apakah Serum Penumbuh Rambut Aman Digunakan Setiap Hari?

Apakah Serum Penumbuh Rambut Aman Digunakan Setiap Hari?

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:15 WIB

Korban Gempa NNT Butuh 30 Ton Beras, Tenda hingga Obat-obatan

Korban Gempa NNT Butuh 30 Ton Beras, Tenda hingga Obat-obatan

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:10 WIB

Kapal Pesir Berlogo Kemhan Viral! Ternyata Milik Haji Isam untuk Proyek Pangan

Kapal Pesir Berlogo Kemhan Viral! Ternyata Milik Haji Isam untuk Proyek Pangan

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:55 WIB

×