9 Dosa Daycare Little Aresha Terungkap di Sidang Perdana, Anak Dikurung hingga Dibiarkan Kehausan

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:52 WIB
9 Dosa Daycare Little Aresha Terungkap di Sidang Perdana, Anak Dikurung hingga Dibiarkan Kehausan
Terdakwa kasus Daycare Little Aresha akhirnya menjalani proses hukum di PN Kota Yogyakarta, Selasa (18/8/2026).[Suarajogja.id/Putu Ayu Palupi]
baca 10 detik
  • Sidang perdana kasus penganiayaan anak Daycare Little Aresha hadirkan 13 tersangka.
  • JPU mengungkap sembilan bentuk kekejaman fisik dan psikis terhadap korban.
  • Korban mengalami pengikatan, kekerasan fisik, hingga penelantaran makanan di ruangan sempit.

3. Mencubit dan Memukul

Kekerasan fisik lainnya juga terungkap dari keterangan mantan pengasuh bernama Dian Novitasari.

Dian disebut mulai bekerja di Little Aresha pada Januari 2026. Namun, ia kemudian memilih mengundurkan diri setelah melihat praktik pengasuhan yang dinilai tidak manusiawi.

Dalam dakwaan, Dian mengaku pernah melihat sejumlah terdakwa mencubit dan memukul anak.

Salah satunya, kesaksian anak L yang berada di kelas Pra TK pernah dipukul menggunakan kayu.

"Korban L menerangkan dirinya pada hari dan tanggal yang tidak diingat pasti, terdakwa Devina memarahi anak L dan memukul kakinya menggunakan kayu karena tidak mau tidur siang," ujar JPU dalam sidang perdana Daycare Little Aresha.

Ilustrasi anak-anak Little Aresha yang diikat (Gemini AI)
Ilustrasi anak-anak Little Aresha yang diikat. (Gemini AI)

4. Menenggelamkan Kepala Anak ke Bak Mandi

Salah satu fakta paling mengejutkan dalam persidangan adalah dugaan tindakan menenggelamkan kepala anak ke dalam bak berisi air.

"Dalam keterangan saksi Dian Novitasari, pengasuh yang melaporkan kasus kekerasan ini pertama kali menyebut pernah melihat para terdakwa mencubit, memukul, mengikat kaki atau tangan anak dengan tali terhadap anak-anak yang rewel atau menangis, bahkan ada pula yang menenggelamkan kepala anak di kamar mandi," ujar JPU.

baca juga

JPU menyebutkan pengasuh yang pernah menenggelamkan kepala anak di kamar mandi adalah Devina Riani dan Fitri Nur Hidayah.

5. Anak Dikurung di Ruangan Gelap

Tidak hanya kekerasan fisik, jaksa juga mengungkap dugaan adanya pengurungan.

Anak yang dianggap bermasalah disebut pernah dimasukkan ke dalam kamar kosong dan gelap.

Perlakuan tersebut diduga membuat anak ketakutan dan menangis.

Dalam dakwaan, rangkaian perlakuan itu disebut menimbulkan penderitaan, baik secara fisik maupun psikis terhadap anak.

Orangtua korban Little Aresha tuntut pelaku dihukum berat (suara.com/shevinna)
Orangtua korban Little Aresha tuntut pelaku dihukum berat (suara.com/shevinna)

6. Anak Tetap Diberi Makan dalam Kondisi Terikat

Praktik pengikatan disebut juga berlangsung ketika anak makan.

Dalam salah satu uraian dakwaan, anak di kelas baby kecil disebut diberi makan ketika masih dalam kondisi terikat.

"Terdakwa memberikan makan kepada anak-anak yang dilakukan dalam kondisi dibedong atau diikat badan atau kakinya meskipun anak dalam kondisi menangis dan kesakitan," keterangan JPU.

Dengan demikian, pengikatan tidak hanya dilakukan saat anak tidur atau beristirahat, tetapi juga ketika mereka menjalani aktivitas dasar seperti makan.

7. Anak Diberi Makan Sisa dan Nasi Air

Dugaan penelantaran juga berkaitan dengan makanan. Jaksa mengungkap nasi sisa makanan anak-anak TK yang dititipkan disebut dikumpulkan.

Nasi tersebut kemudian diolah menjadi bubur dan diberikan kepada anak lainnya.

"Terkadang makanan sisa anak kelas TK, nasinya dikumpulkan lagi kemudian dimasak menjadi bubur, lalu diberikan kepada anak-anak lainnya," ujar JPU.

Bahkan, ada korban anak L yang mengaku hanya diberi sayur bayam dan wortel setiap hari tanpa pernah diberikan snack.

Minuman pun hanya diberikan dari botol bekal orangtua, yang jika habis anak dibiarkan mengalami dehidrasi.

8. Kamar Tidak Layak dan Sempit

Sebanyak 35 anak dengan jumlah pengasuh 3-4 orang dijejalkan ke dalam satu ruangan sempit berukuran 2x3 hingga 4x6 meter.

Ruangan tersebut tidak memiliki AC maupun ventilasi yang layak, hanya mengandalkan kipas angin.

Beberapa anak diletakkan di atas playmatte dalam kondisi diikat tanpa pakaian dan hanya memakai popok sekali pakai, sementara yang lain dibiarkan tergeletak di lantai tanpa alas apapun.

9. Anak Berkebutuhan Khusus Tidak Didampingi Pengasuh yang Kompeten

Persidangan juga mengungkap persoalan terhadap anak berkebutuhan khusus.

Dari 144 anak yang disebut menjadi korban dalam dakwaan, terdapat tiga anak berkebutuhan khusus yang dititipkan kepada Little Aresha.

Menurut jaksa, orangtua sebelumnya mendapat informasi bahwa anak berkebutuhan khusus akan mendapatkan perlakuan dan pendampingan yang baik.

Namun, dalam praktiknya, jaksa menyebut tidak terdapat pengasuh yang berkompeten untuk menangani dan mendampingi anak berkebutuhan khusus tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Akui Salah Libatkan Anak dalam Promosi Vape, Bigmo Tertunduk Usai Dicecar 40 Pertanyaan Polisi

Akui Salah Libatkan Anak dalam Promosi Vape, Bigmo Tertunduk Usai Dicecar 40 Pertanyaan Polisi

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 19:14 WIB

Tersangka Kasus Daycare Little Aresha Bertambah Jadi 32 Orang, Lima Mulai Diperiksa

Tersangka Kasus Daycare Little Aresha Bertambah Jadi 32 Orang, Lima Mulai Diperiksa

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 16:28 WIB

Ngeri! Korban Kasus Little Aresha Capai 157 Anak, Tersangka Kini Membengkak Jadi 32 Orang

Ngeri! Korban Kasus Little Aresha Capai 157 Anak, Tersangka Kini Membengkak Jadi 32 Orang

News | Senin, 27 Juli 2026 | 17:34 WIB

Update Kasus Kekerasan Anak Daycare Little Aresha Yogyakarta, Tersangka Jadi 32 Orang

Update Kasus Kekerasan Anak Daycare Little Aresha Yogyakarta, Tersangka Jadi 32 Orang

News | Senin, 27 Juli 2026 | 15:26 WIB

Pelaku Kekerasan Anak Justru Orang Terdekat, Plan Indonesia Ungkap Data Miris

Pelaku Kekerasan Anak Justru Orang Terdekat, Plan Indonesia Ungkap Data Miris

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 11:34 WIB

Menitipkan Lansia di Daycare Bukan Berarti Membuang, Melainkan Merawat Kewarasannya

Menitipkan Lansia di Daycare Bukan Berarti Membuang, Melainkan Merawat Kewarasannya

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 09:15 WIB

Terkini

Blunder Anak John Herdman Berujung Kekalahan Bali United, Johnny Jansen Pasang Badan

Blunder Anak John Herdman Berujung Kekalahan Bali United, Johnny Jansen Pasang Badan

Bola | Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:52 WIB

Ha Young Main Drama Apa Saja? Disorot gara-gara Kontroversi Buyut Pro-Jepang

Ha Young Main Drama Apa Saja? Disorot gara-gara Kontroversi Buyut Pro-Jepang

Entertainment | Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:51 WIB

Harapan dan Capaian di Hari Jadi Ke-81 Jateng

Harapan dan Capaian di Hari Jadi Ke-81 Jateng

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:48 WIB

Aroma Rokok Kretek Membekas di Ingatan Maarten Paes Saat Pertama Tiba di Jakarta

Aroma Rokok Kretek Membekas di Ingatan Maarten Paes Saat Pertama Tiba di Jakarta

Bola | Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:46 WIB

Privilege dalam Pengasuhan: Mengapa Ibu Berduit Dianggap Lebih Siap?

Privilege dalam Pengasuhan: Mengapa Ibu Berduit Dianggap Lebih Siap?

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:45 WIB

Arjuno-Welirang Membara! Pendakian Ditutup Total Usai Api Kepung Puncak Kembar 2

Arjuno-Welirang Membara! Pendakian Ditutup Total Usai Api Kepung Puncak Kembar 2

Malang | Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:42 WIB

Bantah Isu Naik 100 Persen, Gus Irfan: Kenaikan Biaya Haji 2027 Sekitar 10-15 Persen

Bantah Isu Naik 100 Persen, Gus Irfan: Kenaikan Biaya Haji 2027 Sekitar 10-15 Persen

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:40 WIB

Wacana Tol Pekanbaru-Kuansing, Hubungkan Riau dengan Sumbar

Wacana Tol Pekanbaru-Kuansing, Hubungkan Riau dengan Sumbar

Riau | Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:35 WIB

Karya Pakai Jiwa Kalah Cepat dengan AI yang Tak Punya Nyawa

Karya Pakai Jiwa Kalah Cepat dengan AI yang Tak Punya Nyawa

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:30 WIB

KNPB Minta Konflik Papua Dimediasi Negara Lain: Indonesia Harus Buka Diri

KNPB Minta Konflik Papua Dimediasi Negara Lain: Indonesia Harus Buka Diri

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:28 WIB

×