Pidato Prabowo Tak Beri Kepastian, 20 Ribu PPPK Paruh Waktu Siap Geruduk Istana

Bella, Bagaskara Isdiansyah

Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:12 WIB
Pidato Prabowo Tak Beri Kepastian, 20 Ribu PPPK Paruh Waktu Siap Geruduk Istana
Ilustrasi - pegawai PPPK paruh waktu Dinkes DKI Jakarta berunjuk rasa di Balai Kota pada Selasa, 21 Juli 2026. (Suara.com/Yoga)
baca 10 detik
  • Aliansi PPPK Paruh Waktu Indonesia akan berunjuk rasa di Istana Negara Jakarta pada 7 September 2026.
  • Aksi dipicu kekecewaan atas pidato Presiden Prabowo pada 14 Agustus 2026 yang mengabaikan tenaga honorer.
  • Massa menuntut pengalihan seluruh PPPK Paruh Waktu ke PPPK 2026 serta pemindahan gaji dari APBD ke APBN.

Suara.com - Aliansi PPPK Paruh Waktu Indonesia (PWI) menyatakan sikap tegas akan turun ke jalan melakukan aksi "Silatnas" (Silaturahmi Nasional) di depan Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 7 September 2026 mendatang.

Aksi ini dipicu oleh rasa kecewa mendalam atas isi pidato kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto pada 14 Agustus lalu yang dinilai mengabaikan nasib jutaan tenaga honorer paruh waktu.

Sekretaris Jenderal Aliansi PPPK Paruh Waktu Indonesia, Rini Antika, mengonfirmasi bahwa salah satu alasan kuat digelarnya aksi ini adalah karena sejauh ini pemerintah dan DPR dianggap baru mengakomodasi kepentingan profesi tertentu, salah satunya PPPK profesi guru.

"Betul sekali, ini salah satunya," ujar Rini Antika saat dikonfirmasi Suara.com mengenai apakah aksi ini dipicu oleh kebijakan yang baru mengakomodasi nasib PPPK profesi guru, Kamis (20/8/2026).

Rini menjelaskan bahwa pihak aliansi merasa harapan yang selama ini dijanjikan oleh pemerintah pusat menguap begitu saja.

"Dan Aliansi PPPK Paruh Waktu Indonesia kecewa, prihatin, sekaligus sikap tegas atas pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia pada 14 Agustus 2026. Selama ini, Aliansi PPPK Paruh Waktu Indonesia telah menempuh jalan persuasif, konstitusional, dan bermartabat. Kami telah melakukan audiensi dan komunikasi dengan berbagai lembaga negara, termasuk Kementerian PAN-RB, Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, serta DPR RI," tuturnya.

Ratusan guru PPPK paruh waktu kawal audiensi DPRD Tulungagung. [Dok. Antara]
Ratusan guru PPPK paruh waktu kawal audiensi DPRD Tulungagung. [Dok. Antara]

Ia menambahkan bahwa dalam berbagai pertemuan sebelumnya, pihak pemerintah sempat menjanjikan akan ada kabar baik dalam pidato kenegaraan. Namun, kenyataannya justru sebaliknya.

"Dalam berbagai komunikasi dan pertemuan tersebut, kami memperoleh penyampaian bahwa pemerintah pusat telah menyiapkan solusi dan kabar baik bagi PPPK, termasuk PPPK Paruh Waktu, yang akan disampaikan secara langsung oleh Presiden dalam momentum pidato kenegaraan. Namun pada kenyataannya, dalam pidato kenegaraan tanggal 14 Agustus 2026, harapan tersebut tidak kami temukan," kata Rini.

Rini juga mengkritik fokus pemerintah yang lebih mengutamakan pembangunan infrastruktur fisik dibandingkan dengan kesejahteraan sumber daya manusia yang menjalankan pelayanan publik.

baca juga

"Presiden menyampaikan berbagai agenda besar pembangunan, termasuk transformasi dan pembangunan infrastruktur. Kami menghargai pembangunan negeri. Tetapi kami bertanya: di mana manusia yang selama ini menjalankan pelayanan negara? Di mana tenaga kesehatan, tenaga pendidikan, tenaga administrasi, tenaga teknis, dan seluruh PPPK Paruh Waktu yang selama bertahun-tahun bekerja dan mengabdi?" tanyanya.

"Apakah pembangunan hanya tentang gedung dan infrastruktur, sementara manusia yang menjalankan pelayanan negara tidak mendapatkan kepastian atas status, penghasilan, dan masa depannya? Kami tidak menolak pembangunan. Kami hanya meminta agar SDM yang mengabdi kepada negara juga dipandang sebagai bagian penting dari pembangunan Indonesia," lanjutnya menegaskan.

Rini menekankan bahwa janji yang tidak terwujud telah melukai perasaan para tenaga PPPK Paruh Waktu di seluruh Indonesia.

"JANJI YANG TIDAK TERWUJUD TELAH MELUKAI KAMI. Kami bukan sekadar angka yang dapat dipindahkan dari satu kebijakan ke kebijakan lainnya. Kami adalah bagian dari ujung tombak pelayanan publik Indonesia," katanya.

Berdasarkan dokumen seruan aksi yang beredar, terdapat dua tuntutan utama yang akan dibawa dalam Silatnas tersebut:

  1. Alihkan PPPK Paruh Waktu semua profesi (Teknis, Nakes, & Guru) ke PPPK Tahun 2026.
  2. Alihkan Gaji ASN PPPK dari APBD ke APBN.

Karena merasa jalur audiensi formal sudah tidak lagi efektif, Aliansi PWI memutuskan untuk mendatangi langsung pusat kekuasaan.

"Karena suara kami tampaknya belum cukup terdengar melalui meja-meja audiensi, maka Aliansi PPPK Paruh Waktu Indonesia se-Indonesia akan melakukan silaturahmi bersama ke Istana Negara," tegas Rini.

Terkait kekuatan massa yang akan hadir, Rini memprediksi puluhan ribu orang dari berbagai daerah akan memadati kawasan Istana Negara.

"Terlaporkan sampai saat ini kurang lebih 20rb massa," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Jamin Status Guru PPPK ke PNS Tak Ganggu Anggaran, Defisit APBN Tetap 2,4%

Purbaya Jamin Status Guru PPPK ke PNS Tak Ganggu Anggaran, Defisit APBN Tetap 2,4%

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 16:15 WIB

Pejabat Bea Cukai dan Pegawai Blueray Cargo Diperiksa KPK Soal Kasus Gatot Heroe

Pejabat Bea Cukai dan Pegawai Blueray Cargo Diperiksa KPK Soal Kasus Gatot Heroe

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 16:13 WIB

Di Balik Slip Lidah Prabowo, Strategi Komunikasi atau Lemahnya Akurasi Data?

Di Balik Slip Lidah Prabowo, Strategi Komunikasi atau Lemahnya Akurasi Data?

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:23 WIB

Budaya Romantisasi Kemiskinan: Toxic Positivity yang Mengabaikan Realita

Budaya Romantisasi Kemiskinan: Toxic Positivity yang Mengabaikan Realita

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:50 WIB

Purbaya Jamin Tambah Anggaran Korban Bencana Gempa NTT, Tinggal Tunggu Arahan Prabowo

Purbaya Jamin Tambah Anggaran Korban Bencana Gempa NTT, Tinggal Tunggu Arahan Prabowo

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 07:30 WIB

Temui Korban Gempa NTT, Purbaya: Presiden Prabowo Tidak Melupakan Kondisi Masyarakat

Temui Korban Gempa NTT, Purbaya: Presiden Prabowo Tidak Melupakan Kondisi Masyarakat

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Tanggapan Istana soal Sorotan Netizen Terkait Gambar Prabowo di Atraksi Terjun Payung HUT RI

Tanggapan Istana soal Sorotan Netizen Terkait Gambar Prabowo di Atraksi Terjun Payung HUT RI

Video | Rabu, 19 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Soroti 52 Persen BUMN Rugi, Pakar UGM Sebut Perampingan Perusahaan Efektif Jika Korupsi Diberantas

Soroti 52 Persen BUMN Rugi, Pakar UGM Sebut Perampingan Perusahaan Efektif Jika Korupsi Diberantas

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:26 WIB

Urgensi Kehadiran Bursa Mineral dan Komoditas Strategis

Urgensi Kehadiran Bursa Mineral dan Komoditas Strategis

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:22 WIB

Transisi Status PPPK Dimulai Awal 2027, Komisi X DPR Minta Para Guru Tak Lagi Resah

Transisi Status PPPK Dimulai Awal 2027, Komisi X DPR Minta Para Guru Tak Lagi Resah

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:27 WIB

Terkini

Bukan Hanya Batik, Ini 5 Wastra Tradisional Indonesia Punya Makna Filosofis

Bukan Hanya Batik, Ini 5 Wastra Tradisional Indonesia Punya Makna Filosofis

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:17 WIB

Sering Bingung Bedakan Cas AC dan DC Fast Charging pada Mobil Listrik? Begini Penjelasan Mudahnya

Sering Bingung Bedakan Cas AC dan DC Fast Charging pada Mobil Listrik? Begini Penjelasan Mudahnya

Otomotif | Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:16 WIB

Memburu Nakhoda Kampus Hijau: Panitia Pilrek Unila Janjikan Netral

Memburu Nakhoda Kampus Hijau: Panitia Pilrek Unila Janjikan Netral

Lampung | Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:16 WIB

Feng Shui Kamar Tidur di Atas Dapur, Benarkah Bisa Bikin Sial?

Feng Shui Kamar Tidur di Atas Dapur, Benarkah Bisa Bikin Sial?

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:15 WIB

Indonesia Bantah Kongkalikong dengan China untuk Perdagangan ke AS

Indonesia Bantah Kongkalikong dengan China untuk Perdagangan ke AS

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:14 WIB

Pidato Prabowo Tak Beri Kepastian, 20 Ribu PPPK Paruh Waktu Siap Geruduk Istana

Pidato Prabowo Tak Beri Kepastian, 20 Ribu PPPK Paruh Waktu Siap Geruduk Istana

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:12 WIB

Pelita Kecil di Kolong Langit

Pelita Kecil di Kolong Langit

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:05 WIB

Dua Bulan Lagi Bebas! Acil Napi Lapas Warungkiara Malah Kabur Gara-gara Ditegur Main HP

Dua Bulan Lagi Bebas! Acil Napi Lapas Warungkiara Malah Kabur Gara-gara Ditegur Main HP

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Kitab Tanbihul Ghafilin: Mengetuk Hati yang Lalai di Tengah Gemerlap Dunia

Kitab Tanbihul Ghafilin: Mengetuk Hati yang Lalai di Tengah Gemerlap Dunia

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Capek Antre Pertalite? Ini 4 Motor Listrik Uwinfly Termurah untuk Mobilitas Harian Anda

Capek Antre Pertalite? Ini 4 Motor Listrik Uwinfly Termurah untuk Mobilitas Harian Anda

Otomotif | Kamis, 20 Agustus 2026 | 16:58 WIB

×