- Dua wakil rektor Unsoed ikut terjaring operasi tangkap tangan KPK bersama sang rektor.
- Kuat Puji Prayitno memiliki total harta kekayaan sebesar Rp1.942.876.700 tanpa catatan utang.
- Norman Arie Prayogo tercatat memiliki total harta kekayaan sebesar Rp1.750.000.000 dengan utang.
Suara.com - Dua Wakil Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) ikut terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Rektor Unsoed Akhmad Sodiq.
Kedua wakil rektor yang ditangkap yakni Wakil Rektor II Bidang Umum dan Keuangan, Kuat Puji Prayitno, serta Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Norman Arie Prayogo.
Seperti Akhmad Sodiq, harta kekayaan kedua wakil rektor Unsoed tersebut turut menjadi sorotan.
Total harta kekayaan Kuat Puji dan Norman masing-masing tercatat sebesar Rp1.942.876.700 dan Rp1.750.000.000.
Rincian kekayaan Kuat Puji terdiri dari beragam jenis harta, mulai dari tanah dan bangunan, alat transportasi dan mesin, hingga surat berharga.
Dalam LHKPN 2024 yang dilaporkan pada 25 Maret 2025, Kuat Puji tercatat memiliki harta berupa tanah dan bangunan senilai Rp620.000.000. Harta tersebut merupakan hasil sendiri dan berada di Banyumas.
Rinciannya yakni tanah dan bangunan seluas 250 m²/100 m² senilai Rp360.000.000 serta tanah dan bangunan seluas 130 m²/90 m² senilai Rp260.000.000.
Sementara total harta berupa alat transportasi dan mesin mencapai Rp817.000.000. Harta tersebut terdiri dari tiga mobil dan dua motor yang tercatat sebagai hasil sendiri.
Rinciannya yakni mobil Toyota Minibus tahun 2017 senilai Rp240.000.000, Honda HR-V 1.5 SE tahun 2020 senilai Rp290.000.000, Yamaha Aerox 155 tahun 2021 senilai Rp22.000.000, Honda Scoopy 110 tahun 2021 senilai Rp15.000.000, dan Toyota Yaris 1.5 S CVT tahun 2021 senilai Rp250.000.000.
Sedangkan harta bergerak lainnya tercatat Rp20.000.000, surat berharga Rp160.000.000, serta kas dan setara kas Rp325.876.700. Kuat Puji tercatat tidak memiliki utang.
Harta Norman Arie
Berbeda dengan Kuat Puji, Norman Arie tercatat memiliki utang sebesar Rp130.000.000.
Dalam LHKPN 2025 yang dilaporkan pada 2 April 2026, Norman melaporkan harta berupa kas dan setara kas sebesar Rp500.000.000.
Norman hanya memiliki satu bidang tanah dan bangunan di Banyumas yang merupakan hasil sendiri. Tanah dan bangunan tersebut memiliki luas 262 m²/200 m² dengan nilai Rp950.000.000.
Sementara harta berupa alat transportasi dan mesin tercatat senilai Rp430.000.000. Harta tersebut terdiri dari dua mobil yang merupakan hasil sendiri.
Rinciannya yakni Mitsubishi Pajero Sport tahun 2018 senilai Rp250.000.000 dan mobil Velvhire Premium Spund tahun 2010 senilai Rp180.000.000.