- Aliansi Masyarakat Pati Bersatu akan menggelar aksi unjuk rasa di Gedung DPR RI, Jakarta, pada Kamis, 27 Agustus 2027.
- Warga secara sukarela mengirimkan bantuan logistik sejak Selasa, 25 Agustus 2026, yang kini menumpuk di sekitar Gedung DPR RI.
- Koordinator AMPB, Supriyono, menghadapi kendala pemblokiran rekening senilai Rp80 juta serta penutupan akses akun media sosial pribadinya.
Meskipun status pemblokiran secara sistem dikabarkan sudah terbuka, namun Botok mengaku belum bisa melakukan transaksi apa pun melalui layanan perbankan digitalnya.
Dalam tampilan layar mobile banking miliknya, fitur-fitur transaksi sama sekali tidak muncul dan hanya menyisakan informasi saldo.
Hal ini menjadi hambatan serius mengingat dana yang tersimpan di dalam rekening tersebut mencapai angka Rp80 juta.
Dana tersebut merupakan gabungan dari uang pribadi Botok dan hasil donasi masyarakat yang rencananya akan digunakan untuk membiayai operasional massa dari Pati menuju Jakarta.
Terhambatnya akses uang ini membuat manajemen logistik dan transportasi AMPB mengalami kendala besar di saat waktu pelaksanaan aksi sudah semakin dekat.
"Rencana untuk bayar sewa bis. Soalnya bis di Pati itu kan, Pati-Jakarta sekitar 12 juta, ya," kata Botok di Jakarta pada Senin (24/8/2026).
Masalah yang dihadapi Botok ternyata tidak berhenti pada persoalan perbankan saja. Ia menduga ada upaya sistematis untuk memutus jalur komunikasinya dengan massa dan publik.
Dalam waktu yang hampir bersamaan dengan masalah rekening, akun media sosial TikTok dan aplikasi pesan WhatsApp miliknya juga mendadak tidak bisa diakses atau diblokir.
Botok merinci kronologi hilangnya akses digital miliknya yang terjadi secara beruntun dalam satu hari. Gangguan ini dirasakan sangat janggal karena terjadi tepat saat persiapan aksi sedang berada di puncak kesibukan.
"Tanggal 22 jam 11 siang itu akun TikTok saya di blokir. Setelah itu jam 1 rekening saya diblokir. Terus jam 3 pagi, WA saya hilang," tutur Botok.