- Aliansi Masyarakat Pati Bersatu akan menggelar aksi unjuk rasa di Gedung DPR RI, Jakarta, pada Kamis, 27 Agustus 2027.
- Warga secara sukarela mengirimkan bantuan logistik sejak Selasa, 25 Agustus 2026, yang kini menumpuk di sekitar Gedung DPR RI.
- Koordinator AMPB, Supriyono, menghadapi kendala pemblokiran rekening senilai Rp80 juta serta penutupan akses akun media sosial pribadinya.
Suara.com - Gelombang dukungan publik terhadap rencana aksi unjuk rasa yang akan digelar oleh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di depan Gedung DPR RI, Jakarta, menunjukkan tren yang masif.
Meski menghadapi berbagai kendala teknis dan finansial, solidaritas masyarakat justru terlihat menguat melalui pengiriman berbagai macam bantuan logistik yang mulai memadati area titik aksi AMPB.
Menjelang aksi besar yang dijadwalkan pada Kamis (27/8/2027), berbagai jenis donasi mulai berdatangan ke lokasi.
Berdasarkan pantauan di lapangan, arus pengiriman bantuan ini mulai terlihat signifikan sejak Selasa (25/8/2026) siang pukul 11.00 WIB.
Warga dari berbagai elemen secara sukarela mengirimkan bantuan berupa makanan siap saji, minuman kemasan, hingga buah-buahan segar untuk mendukung massa aksi yang akan datang dari daerah.
Kiriman-kiriman tersebut sebagian besar dikemas rapi dalam kotak kardus. Fenomena ini menarik perhatian karena pengiriman dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari warga yang datang langsung membawa kendaraan pribadi hingga pemanfaatan jasa transportasi daring atau ojek online.
Tumpukan logistik ini kini terkonsentrasi di depan pagar Gedung DPR serta di sekitar posko darurat yang didirikan oleh simpatisan AMPB di kawasan tersebut.
Kondisi di lapangan menunjukkan pemandangan yang kontras. Di satu sisi, tumpukan logistik terus bertambah seiring berjalannya waktu, namun di sisi lain, belum terlihat satu pun anggota maupun koordinator resmi dari AMPB yang berada di lokasi untuk mengelola kiriman tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, perwakilan resmi aliansi belum tampak hadir di sekitar Gedung DPR untuk menerima secara simbolis maupun mendistribusikan bantuan yang terus meluber.
Situasi keamanan di sekitar lokasi terpantau tetap ketat. Sejumlah petugas kepolisian telah bersiaga penuh untuk mengantisipasi jalannya aksi.
Personel kepolisian tampak berjaga di area pagar luar hingga ke bagian dalam kawasan kompleks parlemen.
Penjagaan ini dilakukan sebagai bagian dari prosedur standar pengamanan mengingat aksi AMPB telah masuk dalam agenda pengamanan aparat untuk hari Kamis mendatang.
Di balik derasnya dukungan logistik tersebut, tersimpan cerita perjuangan dari sisi internal AMPB.
Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu, Supriyono yang akrab disapa Botok, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menghadapi tekanan berat terkait akses finansial.
Rekening salah satu Bank Himbara milik Botok yang digunakan untuk menampung dana pribadi dan donasi publik hingga kini masih mengalami kendala akses atau terblokir secara fungsional.
Meskipun status pemblokiran secara sistem dikabarkan sudah terbuka, namun Botok mengaku belum bisa melakukan transaksi apa pun melalui layanan perbankan digitalnya.
Dalam tampilan layar mobile banking miliknya, fitur-fitur transaksi sama sekali tidak muncul dan hanya menyisakan informasi saldo.
Hal ini menjadi hambatan serius mengingat dana yang tersimpan di dalam rekening tersebut mencapai angka Rp80 juta.
Dana tersebut merupakan gabungan dari uang pribadi Botok dan hasil donasi masyarakat yang rencananya akan digunakan untuk membiayai operasional massa dari Pati menuju Jakarta.
Terhambatnya akses uang ini membuat manajemen logistik dan transportasi AMPB mengalami kendala besar di saat waktu pelaksanaan aksi sudah semakin dekat.
"Rencana untuk bayar sewa bis. Soalnya bis di Pati itu kan, Pati-Jakarta sekitar 12 juta, ya," kata Botok di Jakarta pada Senin (24/8/2026).
Masalah yang dihadapi Botok ternyata tidak berhenti pada persoalan perbankan saja. Ia menduga ada upaya sistematis untuk memutus jalur komunikasinya dengan massa dan publik.
Dalam waktu yang hampir bersamaan dengan masalah rekening, akun media sosial TikTok dan aplikasi pesan WhatsApp miliknya juga mendadak tidak bisa diakses atau diblokir.
Botok merinci kronologi hilangnya akses digital miliknya yang terjadi secara beruntun dalam satu hari. Gangguan ini dirasakan sangat janggal karena terjadi tepat saat persiapan aksi sedang berada di puncak kesibukan.
"Tanggal 22 jam 11 siang itu akun TikTok saya di blokir. Setelah itu jam 1 rekening saya diblokir. Terus jam 3 pagi, WA saya hilang," tutur Botok.