- Anggota DPR RI Muhammad Habibur Rochman membantah tuduhan meminta aparat memblokir rekening aktivis Supriyono di Jakarta, Rabu (26/8/2026).
- Habibur menegaskan tuduhan tersebut hoaks karena ia bertugas di Komisi IV DPR RI dan berasal dari Dapil Jawa Timur VIII.
- Penyebaran berita bohong menggunakan fotonya di media sosial tersebut dinilai sangat merugikan nama baik pribadi, institusi DPR, serta Partai NasDem.
Suara.com - Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Muhammad Habibur Rochman, secara tegas membantah tuduhan yang beredar di media sosial yang menyebut dirinya sebagai pihak yang meminta aparat penegak hukum (APH) memblokir rekening aktivis Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok.
Politisi NasDem ini menyatakan bahwa dirinya tidak memiliki kewenangan maupun keterkaitan dengan peristiwa tersebut. Ia menduga telah terjadi salah sasaran akibat kemiripan nama.
"Saya tidak pernah menyuruh atau menginstruksikan, bahkan kewenangan pun saya tidak punya untuk melakukan hal semacam itu. Jauhlah dari istilahnya kemampuan saya untuk memblokir rekening seseorang di suatu perbankan, ataupun kepada pihak APH (Aparat Penegak Hukum) khususnya," kata Habibur Rochman di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (26/8/2026).
"Jadi, saya ingin meluruskan bahwa mungkin ada kemiripan nama, tapi saya tegaskan sekali lagi haqqul yaqin 1000% bahwa itu bukanlah saya orangnya," sambungnya.
Habibur Rochman juga memberikan klarifikasi mengenai daerah pilihannya.
Ia menekankan bahwa dirinya bukan berasal dari daerah pemilihan (dapil) Pati sebagaimana yang dinarasikan oleh akun-akun di media sosial.
"Saya klarifikasi bahwa saya bukan anggota DPR di Pati ataupun anggota DPR RI dari dapil Pati. Tapi saya anggota DPR RI dari Dapil Jawa Timur VIII, meliputi Kabupaten/Kota Mojokerto, Jombang, Nganjuk, dan Kabupaten/Kota Madiun. Jadi, dari situ saja sudah jelas bahwa itu adalah fitnah dan juga hoaks yang tidak berdasar," katanya.
Menurutnya, adanya kabar yang tak benar sangat merugikan nama baiknya.
"Tentu ini sangat-sangat mencoreng nama baik saya sebagai pribadi, kemudian DPR RI secara institusi, dan juga Partai NasDem secara kepartaian, kan gitu. Jadi, sekali lagi saya sampaikan bahwa ini yang identik mirip namanya bukanlah diri saya," tegasnya.

Ia mengaku sempat kaget dengan serangan netizen dan buzzer yang datang tiba-tiba. Habibur Rochman merasa sangat dirugikan karena foto-fotonya yang menggunakan seragam resmi partai disebarluaskan untuk mendukung narasi hoaks tersebut.
"Karena sebetulnya di awal saya juga kaget, kenapa tiba-tiba saya diserang oleh buzzer ataupun netizen," kata dia.
Awalnya ia mengaku membiarkan serangan tersebut karena menganggap kemungkinan salah orang.
"Tapi kemudian yang menjadi keresahan saya, banyak sekali di sosial media akun-akun yang menyebarkan (men-share) berita itu menggunakan wajah saya dengan seragam PDH Partai NasDem. Tentu ini sangat merugikan sekali bagi saya secara pribadi dan juga Partai NasDem, karena kami tidak pernah, saya tidak pernah melakukan tindakan apa pun—mau itu sekalipun memblokir maupun berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait, saya tidak punya kemampuan itu," paparnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa secara kedinasan di parlemen, bidang kerjanya sama sekali tidak bersentuhan dengan otoritas perbankan maupun penegakan hukum pidana.
"Selain itu juga, secara tugas, saya di Komisi IV, jadi agak jauh berbeda dengan faktanya. Artinya, saya tidak punya akses baik ke pihak perbankan maupun APH, karena memang saya bukan di komisi terkait yang bermitra dengan pihak-pihak terkait. Jadi, seperti itu," pungkasnya.
Sebelumnya, beredar kabar di media sosial khususnya di instagram terkait nama M Habibur Rochman yang disebut sebagai Anggota DPR asal Pati. Namanya dituding sebagai pihak yang melaporkan ke Aparat agar memblokir rekening Aktivis AMPB Botok.