Karhutla 2026: Nusa Tenggara Timur Catat Area Terbakar Terluas, Lampaui Kalimantan

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:47 WIB
Karhutla 2026: Nusa Tenggara Timur Catat Area Terbakar Terluas, Lampaui Kalimantan
Foto udara asap mengepul dari kebun kelapa sawit dan pinang yang terbakar di Desa Pandan Sejahtera, Tanjung Jabung Timur, Jambi, Selasa (25/8/2026). [ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/YU]
baca 10 detik
  • MapBiomas Fire mencatat 25.053 hektare lahan pasca-deforestasi di Indonesia terbakar sepanjang Januari hingga Juni 2026.
  • Kalimantan Barat dan Riau menjadi dua provinsi dengan area terbakar terbesar pada kategori lahan pasca-deforestasi tersebut.
  • Nusa Tenggara Timur tercatat sebagai provinsi dengan total area terbakar terbesar secara keseluruhan pada semester pertama 2026.

Suara.com - Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi provinsi dengan area terbakar paling luas di Indonesia sepanjang Januari-Juni 2026, menurut analisis MapBiomas Fire.

Luas area terbakar di provinsi tersebut mencapai 26.591 hektare, sedikit lebih tinggi dibandingkan Kalimantan Barat yang mencapai 25.629 hektare.

Temuan ini menunjukkan bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada semester pertama 2026 tidak hanya terkonsentrasi di Sumatera dan Kalimantan, yang selama ini lebih sering menjadi sorotan dalam penanganan kebakaran.

Secara keseluruhan, MapBiomas Fire mencatat 178.232 hektare area terbakar di Indonesia sepanjang Januari-Juni 2026.

Area Terbakar di Indonesia Januari-Juni 2026. (Dok. Map Biomas Indonesia)
Area Terbakar di Indonesia Januari-Juni 2026. (Dok. Map Biomas Indonesia)

Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan catatan Sistem Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi) milik Kementerian Kehutanan yang mencatat 107.465,47 hektare pada periode yang sama.

Perbedaan tersebut terutama berkaitan dengan metode pemantauan. MapBiomas Fire menggunakan citra satelit Sentinel-2 dan model deep learning untuk mengidentifikasi area terbakar pada berbagai jenis tutupan lahan.

NTT Lampaui Kalimantan Barat

Dari total area terbakar yang dipetakan MapBiomas Fire, NTT menyumbang sekitar 26.591 hektare.

Kalimantan Barat berada di urutan kedua dengan 25.629 hektare, sementara sejumlah wilayah lain di Sumatera dan Kalimantan juga mencatat area terbakar cukup besar.

baca juga

Jika digabungkan, wilayah Bali dan Nusa Tenggara menyumbang 33.338 hektare atau sekitar 18,7 persen dari seluruh area terbakar nasional.

Kontribusi tersebut bahkan mendekati Kalimantan yang menyumbang sekitar 21,13 persen.

Data ini memperlihatkan bahwa perhatian terhadap karhutla perlu melihat wilayah yang lebih luas. Karakteristik NTT yang memiliki banyak savana dan tutupan vegetasi non-hutan juga membuat pemantauan kebakaran membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada kawasan hutan.

MapBiomas Fire menggunakan klasifikasi berbasis citra satelit untuk mendeteksi area terbakar pada berbagai kelas tutupan lahan, termasuk savana, semak, dan lahan pertanian non-sawah.

Bukan Sekadar Persoalan Luas Kebakaran

Kebakaran yang terjadi pada semester pertama 2026 juga menyentuh sejumlah kawasan dengan fungsi ekologis penting.

Sekitar 40.016 hektare atau 22% dari total area terbakar berada di lahan gambut. Sementara 82.662 hektare atau 46% berada di kawasan hutan negara.

Sebanyak 179 kawasan konservasi juga teridentifikasi mengalami kebakaran, termasuk 39 taman nasional.

Di luar kawasan tersebut, MapBiomas Fire menemukan sekitar 25.053 hektare area terbakar berada di lahan yang sebelumnya mengalami deforestasi sepanjang 2001-2025.

Temuan lain menunjukkan sekitar 22.703 hektare area terbakar berada di kawasan hutan yang telah dialihfungsikan untuk cadangan pangan, food estate, atau program cetak sawah rakyat. Kabupaten Merauke menyumbang sekitar 8.084 hektare dari area tersebut.

Mengapa NTT Perlu Diperhatikan?

Bagi Auriga Nusantara, temuan mengenai tingginya area terbakar di NTT menunjukkan perlunya memperluas perhatian dalam pemantauan karhutla.

Selama ini, kebijakan dan pemberitaan mengenai kebakaran kerap berfokus pada wilayah Sumatera dan Kalimantan. Padahal, data MapBiomas Fire menunjukkan kawasan Bali-Nusa Tenggara juga menyumbang bagian signifikan dari total area terbakar nasional.

Perbedaan data antara MapBiomas Fire dan SiPongi juga tidak otomatis berarti salah satu data keliru. Keduanya menggunakan metodologi berbeda sehingga dapat menghasilkan cakupan deteksi yang berbeda pula.

Yang menjadi penting adalah menggunakan berbagai sumber tersebut sebagai pembanding untuk memperoleh gambaran yang lebih lengkap.

Terlebih, area terbakar secara nasional meningkat tajam pada Juni. MapBiomas Fire mencatat luas area terbakar bulan itu meningkat 173 persen dibandingkan Mei.

Artinya, tingginya angka NTT pada semester pertama bukan hanya persoalan statistik. Data tersebut dapat menjadi peringatan bahwa pengendalian karhutla perlu memperhitungkan wilayah yang selama ini berada di luar pusat perhatian, termasuk Nusa Tenggara Timur.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Siapkan Anggaran Penanganan Karhutla Kalimantan, Minta BNPB Tak Mark Up Dana

Purbaya Siapkan Anggaran Penanganan Karhutla Kalimantan, Minta BNPB Tak Mark Up Dana

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2026 | 13:27 WIB

Kualitas Udara Memburuk akibat Karhutla, Kemenkes Siapkan Aturan PJJ untuk Anak Sekolah

Kualitas Udara Memburuk akibat Karhutla, Kemenkes Siapkan Aturan PJJ untuk Anak Sekolah

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 12:56 WIB

Tuding Oknum Investor Sengaja Bakar Hutan, Petrus Natalis Bela Peladang Dayak Soal Karhutla

Tuding Oknum Investor Sengaja Bakar Hutan, Petrus Natalis Bela Peladang Dayak Soal Karhutla

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:59 WIB

Terkini

Sudaryono ke Kepala Sekolah dan Guru: Cek Kelayakan Menu MBG Sebelum Sampai ke Meja Siswa

Sudaryono ke Kepala Sekolah dan Guru: Cek Kelayakan Menu MBG Sebelum Sampai ke Meja Siswa

News | Rabu, 16 September 2026 | 15:15 WIB

6 Airy Sunscreen untuk Pemakai Kacamata agar Frame Hidung Tidak Licin dan Melorot sesuai Review

6 Airy Sunscreen untuk Pemakai Kacamata agar Frame Hidung Tidak Licin dan Melorot sesuai Review

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 15:15 WIB

Day Cream dan Night Cream untuk Flek Hitam, Diformulasikan Adik Oki Setiana Dewi

Day Cream dan Night Cream untuk Flek Hitam, Diformulasikan Adik Oki Setiana Dewi

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 15:11 WIB

Sekilas Sama, Perbedaan Bedak Two Way Cake dengan Bedak Padat Biasa Apa Saja?

Sekilas Sama, Perbedaan Bedak Two Way Cake dengan Bedak Padat Biasa Apa Saja?

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 15:10 WIB

Ini Agenda Kerja Presiden Prabowo di Sulawesi Selatan

Ini Agenda Kerja Presiden Prabowo di Sulawesi Selatan

Sulsel | Rabu, 16 September 2026 | 15:07 WIB

Diumumkan Depan Prabowo, Pramono Tetapkan Tarif LRT Kelapa Gading-Manggarai Rp8 Selama 8 Hari

Diumumkan Depan Prabowo, Pramono Tetapkan Tarif LRT Kelapa Gading-Manggarai Rp8 Selama 8 Hari

News | Rabu, 16 September 2026 | 15:07 WIB

Cashmere Fluffy hingga Korduroi Ringan, Material Hangat Jadi Andalan Gaya Fall/Winter 2026

Cashmere Fluffy hingga Korduroi Ringan, Material Hangat Jadi Andalan Gaya Fall/Winter 2026

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 15:06 WIB

5 Pilihan HP Murah Bersertifikasi IP Tinggi Harga Rp2 Jutaan, Anti Air dan Debu Ekstrem!

5 Pilihan HP Murah Bersertifikasi IP Tinggi Harga Rp2 Jutaan, Anti Air dan Debu Ekstrem!

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 15:04 WIB

Video Serangan Brutal Jhon van Beukering Beredar, Jadi Bukti Baru? Korban Terlihat Tersungkur

Video Serangan Brutal Jhon van Beukering Beredar, Jadi Bukti Baru? Korban Terlihat Tersungkur

Bola | Rabu, 16 September 2026 | 15:04 WIB

Perluas Jaringan, OMODA dan JAECOO Indonesia Buka Dua Dealer Baru di

Perluas Jaringan, OMODA dan JAECOO Indonesia Buka Dua Dealer Baru di

Otomotif | Rabu, 16 September 2026 | 15:03 WIB

×