Dari CJIBF 2026, Investasi Rp19,07 Triliun Berpotensi Mengalir ke Jateng

Budi Arista Romadhoni

Kamis, 27 Agustus 2026 | 17:55 WIB
Dari CJIBF 2026, Investasi Rp19,07 Triliun Berpotensi Mengalir ke Jateng
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Gelaran Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026. [Dok humas]
baca 10 detik
  • Pemprov Jateng menyelenggarakan CJIBF 2026 di Jakarta pada 27 Agustus, mencatatkan potensi investasi Rp19,07 triliun.
  • Acara tersebut menghasilkan komitmen kerja sama melalui penandatanganan LoI PMA dan PMDN dari berbagai perusahaan.
  • Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyatakan komitmen mempermudah perizinan demi memperkuat ekosistem investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Suara.com - Gelaran Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di Jakarta mencatatkan potensi investasi senilai Rp19,07 triliun.

Angka tersebut diperkirakan masih terus bertambah seiring adanya sesi one-on-one meeting antara pelaku usaha dan calon investor pada kegiatan yang dihelat di Hotel Bidakara Jakarta Kamis, 27 Agustus 2026.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Tengah, Sakina Rosellasari menyampaikan, CJIBF di Jakarta dilakukan untuk mendekatkan berbagai peluang investasi Jawa Tengah kepada calon investor yang banyak beraktivitas di ibu kota.

“Kegiatan CJIBF diikuti sekitar 400 peserta yang terdiri dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengelola kawasan industri, asosiasi, BUMD, BUMN, perbankan, serta calon investor dari dalam dan luar negeri,” ujar sakina.

CJIBF ini merupakan gelaran yang ke dua, sebelumnya sudah dilaksanakan di Semarang pada Mei 2026.

Pada kegiatan kali ini diawali dengan one-on-one meeting antara pelaku usaha dan calon investor. Dari pertemuan tersebut tercatat 74 pertemuan dari 36 pelaku usaha. Setelah pertemuan ini kemudian akan ditindaklanjuti dengan pendampingan investasi.

Selain itu juga menghasilkan sejumlah komitmen kerja sama investasi. Di antaranya penandatanganan Letter of Intent (LoI) penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN).

Komitmen tersebut antara lain PT Hyrecmas Garam Nusantara dengan rencana investasi Rp681,84 miliar, PT Hailex Technology Indonesia sebesar Rp175 miliar, PT Cipta Kreasi Wisata sebesar Rp200 miliar, serta PT Fayyad Industri Pangan Halal Terhubung dengan rencana investasi Rp8,75 triliun.

Selain itu, terdapat kerja sama pengembangan Waste to Energy melalui PT Energy International bersama tujuh kabupaten/kota di Jawa Tengah, serta komitmen investasi PT Yosun Tire and Rubber Indonesia asal China senilai Rp4 triliun di KEK Industropolis Batang.

baca juga

Perwakilan British Chamber, Danish Chamber of Commerce, dan Consul Asia, Ian Betts, menilai Jawa Tengah memiliki potensi besar terutama pada sektor investasi hijau, ekowisata, serta kawasan industri.

Menurut Ian, konsep pembangunan berkelanjutan menjadi salah satu daya tarik bagi investor global, karena sejalan dengan kebutuhan industri masa depan.

“Saya melihat ada ketertarikan besar terhadap sektor hijau dan berkelanjutan, serta ekowisata. Ini merupakan hal baru dan sangat menarik, sehingga investor asing mungkin akan tertarik dengan peluang tersebut,” kata Ian.

Ia juga menilai keberadaan kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus memberikan keuntungan bagi investor, karena menghadirkan ekosistem usaha yang lebih siap, mulai dari fasilitas, insentif, hingga kepastian dalam menjalankan bisnis.

“Saya tertarik dengan Batang dan Kendal karena keduanya terhubung dengan kawasan ekonomi khusus dan kawasan industri. Bagi saya, kawasan seperti itu lebih mudah dipromosikan kepada investor asing,” ujarnya.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan CJIBF menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat ekosistem investasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah.

“Tugas kami adalah mempermudah izin, menyiapkan lahan, menjaga keamanan, serta menjamin kepastian agar pertumbuhan ekonomi dan bisnis berkembang di Jawa Tengah,” ujar Luthfi.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Gelaran Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026. [Dok humas]
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Gelaran Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026. [Dok humas]

Ia mengatakan setiap kabupaten dan kota di Jawa Tengah memiliki potensi yang berbeda, sehingga strategi investasi perlu disesuaikan dengan karakter dan keunggulan masing-masing daerah.

Melalui pendekatan tersebut, pemerintah daerah ingin memastikan investasi tidak hanya berkembang di pusat ekonomi tertentu, tetapi juga menciptakan pusat pertumbuhan baru di berbagai wilayah.

Selain menarik investasi besar, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga mendorong agar pertumbuhan industri dapat memberikan manfaat bagi pelaku usaha lokal.

Luthfi menyebut, Jawa Tengah memiliki sekitar 4,2 juta UMKM skala mikro yang perlu didorong agar mampu berkembang dan masuk dalam rantai pasok industri.

“Yang dibutuhkan bukan hanya permodalan dan pemasaran, tetapi bagaimana usaha mikro bisa naik kelas menjadi kecil atau menengah,” katanya.

Sementara itu, Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Ichsan Zulkarnaen mengatakan, arah investasi Indonesia ke depan akan semakin diarahkan pada sektor yang memberikan nilai tambah lebih tinggi.

Ia menilai Jawa Tengah memiliki daya tarik investasi yang kuat karena didukung kawasan industri, kawasan ekonomi khusus, serta ekosistem pendukung yang terus berkembang.

“Jawa Tengah menjadi salah satu pendorong investasi karena memiliki dua kawasan ekonomi khusus dan tujuh kawasan industri, yang beberapa di antaranya sudah memiliki fasilitas KLIK (Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi),” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CIMB Niaga Wealth Xpo 2026 Soroti Peran Jurnalisme Kredibel  Dalam Keputusan Investasi

CIMB Niaga Wealth Xpo 2026 Soroti Peran Jurnalisme Kredibel Dalam Keputusan Investasi

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2026 | 13:16 WIB

Malaysia Rugi Rp9 T di Emiten Milik Peter Sondakh (BWPT), Anwar Ibrahim Minta Prabowo Turun Tangan

Malaysia Rugi Rp9 T di Emiten Milik Peter Sondakh (BWPT), Anwar Ibrahim Minta Prabowo Turun Tangan

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2026 | 11:34 WIB

Menikmati Karya Sang Buddha dari Hamparan Sawah Semarang

Menikmati Karya Sang Buddha dari Hamparan Sawah Semarang

Foto | Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:00 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×