Malaysia Darurat Asap Kebakaran Hutan Kalimantan, Infeksi ISPA hingga Diterjang Super El Nino

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 28 Agustus 2026 | 12:52 WIB
Malaysia Darurat Asap Kebakaran Hutan Kalimantan, Infeksi ISPA hingga Diterjang Super El Nino
Kondisi Malaysia (CNA)
baca 10 detik
  • Kabut asap kebakaran lahan Indonesia memicu krisis kesehatan dan melumpuhkan sekolah di Malaysia.

  • Kasus ISPA di Malaysia melonjak 124 persen akibat paparan polusi asap beracun harian.

  • Ancaman Super El Nino diprediksi memperparah krisis kabut asap lintas batas di ASEAN.

Penderita asma mengalami peningkatan paling drastis hingga 259 persen, bergerak melonjak dari 61 kasus menjadi 219 penderita dalam periode yang sama.

Klinik kesehatan di wilayah selatan seperti Johor Bahru melaporkan kenaikan kunjungan pasien gangguan pernapasan hingga 30 persen dalam satu minggu terakhir.

Dokter Kepala Klinik ATS, A R Leenah Devi, mengonfirmasi mayoritas pasien datang dengan gejala batuk dan pilek akibat paparan partikel asap pekat.

“Kabut asap juga memperparah kondisi mereka yang sudah sakit akibat virus—kabut asap tersebut memperburuk gejala-gejalanya,” ungkap Dr. Leenah.

Tingginya paparan polutan di udara membuat permintaan masker jenis N95 dan pemurni udara di berbagai apotek meningkat tajam melebihi hari biasa.

Mengapa Fenomena El Nino Memperburuk Krisis Udara Tahun Ini?

Pemerintah Malaysia bahkan mempertimbangkan penyesuaian agenda peringatan Hari Kebangsaan pada 31 Agustus demi melindungi kesehatan 1.500 pelajar yang terlibat.

Departemen Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM) turut menggelar doa khusus di tiga masjid besar untuk memohon perlindungan dari bencana polusi udara.

Pakar politik lingkungan Helena Varkkey memperingatkan potensi ancaman Super El Nino yang menciptakan kondisi jauh lebih panas dan kering dibanding tahun-tahun sebelumnya.

baca juga

“Namun, tahun ini kemungkinan akan terjadi 'Super El Niño'—yang berarti kondisi menjadi jauh lebih panas dan kering—sehingga kabut asap tahun ini diperkirakan akan lebih parah, seperti yang terjadi pada tahun 2015 dan 1997,” papar Helena Varkkey.

Meteorolog Universiti Malaya, Azizan Abu Samah, menegaskan angin monsun barat daya akan terus membawa asap pembakaran lahan di Indonesia ke kawasan tetangga.

“Menangani masalah ini demi kepentingan Indonesia sendiri; ini bukan sekadar masalah eksternal. Warga Indonesia justru lebih terdampak karena konsentrasi polutan akan jauh lebih tinggi di wilayah mereka,” tegas Azizan Abu Samah.

Bagaimana Solusi Regional Dalam Menanggulangi Kebakaran Lahan Musiman?

Azizan menambahkan penanganan krisis asap beracun ini membutuhkan komitmen politis kolektif yang kuat di antara seluruh negara anggota ASEAN.

“Masalah ini bersifat lintas batas, dan penyelesaiannya masih memerlukan kerja sama yang erat di antara negara-negara ASEAN,” lanjut Azizan.

Ia juga menjelaskan kebiasaan membakar lahan masih menjadi metode paling murah dan cepat bagi industri sawit serta kertas di kawasan regional.

“Masalah ini terus berulang; satu-satunya perbedaan saat terjadi El Nino adalah intensitasnya yang jauh lebih parah. Pada periode netral saat tidak ada El Nino, lahan tidak sekering itu, sehingga kebakaran tidak sampai tak terkendali,” pungkas Azizan.

Laporan PBB (UNDRR) mengungkap 98 persen kebakaran hutan di Indonesia disebabkan oleh faktor aktivitas manusia dan dorongan kebutuhan ekonomi lokal.

“Api adalah metode yang lebih murah dan mudah untuk membersihkan lahan untuk tanaman, khususnya kelapa sawit,” tulis laporan analitis UNDER tersebut.

Pusat Meteorologi Khusus ASEAN (ASMC) telah mengeluarkan peringatan bahaya level 3 setelah satelit mendeteksi ratusan titik panas aktif di Kalimantan dan Sumatra.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Malaysia jadi Lawan Kedua

Update Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Malaysia jadi Lawan Kedua

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 11:57 WIB

Kabut Asap Makin Pekat di Palembang, Kota Mulai Berselimut Kelabu

Kabut Asap Makin Pekat di Palembang, Kota Mulai Berselimut Kelabu

Foto | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Karhutla Menggila di Kalteng, 7.634 Hektare Lahan Terbakar

Karhutla Menggila di Kalteng, 7.634 Hektare Lahan Terbakar

Foto | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Terkini

Pasar Kripto Indonesia Menguat, Bursa CFX Catat Kinerja Positif Agustus 2026

Pasar Kripto Indonesia Menguat, Bursa CFX Catat Kinerja Positif Agustus 2026

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 10:15 WIB

Indeks CFX10 Melesat 0,64%, Bitcoin Lagi Terbang

Indeks CFX10 Melesat 0,64%, Bitcoin Lagi Terbang

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 10:14 WIB

Sorenya Dicopot, Eks Menkeu Purbaya Malamnya Bikin Gempar: Sudah Siap Belum?

Sorenya Dicopot, Eks Menkeu Purbaya Malamnya Bikin Gempar: Sudah Siap Belum?

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:08 WIB

Pengen Potongan Belanja Rp50 Ribu Tanpa Ribet? Pakai Kartu BRI Aja

Pengen Potongan Belanja Rp50 Ribu Tanpa Ribet? Pakai Kartu BRI Aja

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 10:04 WIB

Sinergi Industri dan Regulator Makin Kuat Bersama Bursa Kripto CFX

Sinergi Industri dan Regulator Makin Kuat Bersama Bursa Kripto CFX

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 10:04 WIB

Generasi Muda Harus Melek Tradisi: Bagaimana Topeng Blantek Tetap Eksis?

Generasi Muda Harus Melek Tradisi: Bagaimana Topeng Blantek Tetap Eksis?

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 10:01 WIB

Kontroversi Uan Juicy Luicy: Mengapa Humor Misoginis Tak Boleh Dimaklumi

Kontroversi Uan Juicy Luicy: Mengapa Humor Misoginis Tak Boleh Dimaklumi

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 10:00 WIB

Jalur Baru Kelok 23 Bantul Mulai Diuji Coba

Jalur Baru Kelok 23 Bantul Mulai Diuji Coba

Foto | Selasa, 15 September 2026 | 10:00 WIB

Volume Transaksi Naik, Bursa Kripto CFX Perkuat Pasar Aset Digital Indonesia

Volume Transaksi Naik, Bursa Kripto CFX Perkuat Pasar Aset Digital Indonesia

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:59 WIB

Menakar Pencopotan Purbaya: Sarat Kalkulasi Politik 2029 dan Beban Fiskal

Menakar Pencopotan Purbaya: Sarat Kalkulasi Politik 2029 dan Beban Fiskal

News | Selasa, 15 September 2026 | 09:58 WIB

×