- Pedagang cermin bernama Bambang Setiawan tewas dikeroyok kelompok tak dikenal di Jalan Pejompongan Raya, Kamis (27/8/2026).
- Korban diserang menggunakan bambu di dekat rumahnya saat situasi sekitar lokasi kejadian sedang dilanda kericuhan demonstrasi.
- Istri korban mengetahui kematian suaminya setelah menerima pesan dari Rumah Sakit Polri pada Jumat dini hari.
Suara.com - Seorang pria lanjut usia (lansia) bernama Bambang Setiawan (60) tewas usai dipukuli di Jalan Pejompongan Raya, Kamis (27/8/2026).
Bambang yang berprofesi sebagai pedagang cermin pinggir jalan itu tewas usai dikeroyok kelompok tidak dikenal.
Istri Bambang, Sudarsih (57), mengatakan suaminya dipukuli oleh kelompok tidak dikenal usai pulang dari Rumah Sakit Pelni.
Sudarsih menuturkan, peristiwa bermula ketika korban yang berdagang cermin di pinggir Jalan Pejompongan menutup dagangannya karena sudah banyak massa yang ingin melakukan aksi demonstrasi.
Setelah menutup dagangan, Bambang sempat dimintai tolong mengantar tetangganya ke Rumah Sakit Pelni. Setibanya di rumah, keadaan sekitar Pejompongan sudah mulai ricuh.
“Nah, pas udah gitu tapi ini almarhum belum keluar, masih di rumah kan sama saya,” kata Sudarsih, Jumat (28/8/2026).
Tak lama berselang, Bambang keluar rumah untuk mengetahui situasi sekitar rumah.
Sudarsih masih berpikir jika hal itu aman-aman saja karena suaminya tidak ikut membuat kerusuhan. Terlebih, di depan rumah ada anaknya.
“Enggak lama setelah aman, dia keluar. Saya berpikir karena ada anak saya, saya enggak cegah kan,” jelasnya.
![Kendaraan dibakar massa usai menggelar aksi di depan gedung DPR di kawasan Pejompongan, Jakarta, Kamis (27/8/2026). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/28/93364-demo-dpr-27-agustus-demo-27-agustus.jpg)
Namun, nasib berkata lain. Bambang malah menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang tidak dikenal menggunakan bambu.
Sudarsih baru menyadari jika suaminya menjadi korban usai tidak mendapat kabar, meski hari sudah semakin larut.
Sudarsih akhirnya memutuskan keluar rumah untuk mencari Bambang pada dini hari. Ia juga mulai bertanya kepada tetangga lainnya mengenai keberadaan suaminya.
“Jam 01.30 saya masih nyari. Saya berharap Bapaknya itu masih ngobrol sama temen-temennya,” jelasnya.
Sudarsih masih mencoba berpikir positif. Dalam benaknya, sang suami berkemungkinan bersembunyi untuk menghindari gas air mata.
Namun, Sudarsih tiba-tiba menerima pesan yang berasal dari Rumah Sakit Polri. Pihak rumah sakit mengatakan jika Bambang ada di sana.
Kondisinya sudah dalam keadaan meninggal dunia. Berdasarkan video yang diterima Sudarsih, terlihat Bambang sempat dipukuli oleh sekelompok orang tidak dikenal di depan bengkel las tak jauh dari rumahnya.