- Kepala Desa Golo Lanak mengeluarkan dana pribadi Rp200 ribu per perjalanan untuk menjemput bantuan logistik gempa.
- Pemerintah desa telah mengeluarkan total Rp600 ribu akibat tiga kali pengambilan bantuan di kantor kecamatan.
- Jarak 15 hingga 20 kilometer dengan kondisi jalan rusak menjadi kendala utama distribusi logistik di Manggarai.
Suara.com - Pemerintah Desa Golo Lanak, Kecamatan Cibal Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), harus mengeluarkan uang sekitar Rp200 ribu setiap kali menjemput bantuan logistik untuk korban gempa ke kantor kecamatan.
Kepala Desa Golo Lanak Sebastian Mbaik mengatakan bantuan logistik pemerintah disalurkan secara terpusat di kantor kecamatan. Karena itu, pihak desa harus mengambil sendiri bantuan tersebut untuk dibawa ke warga.
"Saya ke kecamatan jemput logistik itu kami bayar punya uang sendiri, Rp200 ribu. Besar atau sedikitnya muatan itu harus Rp200 ribu," kata Sebastian kepada Suara.com, Rabu (26/8/2026).
Menurut Sebastian, jarak kantor kecamatan ke Desa Golo Lanak sekitar 15 hingga 20 kilometer. Perjalanan juga terkendala kondisi jalan yang rusak dan medan menanjak.
"Jaraknya sekitar 15 sampai 20 kilometer dari Desa Golo Lanak ke kantor kecamatan, memang jalannya rusak sekali," ujarnya.

Bantuan logistik tersebut sebelumnya dikirim dari Ruteng, pusat pemerintahan Kabupaten Manggarai, yang berjarak sekitar 75 kilometer dari Desa Golo Lanak.
Hingga kini, pihak desa telah tiga kali menjemput bantuan dari kantor kecamatan. Dengan biaya Rp200 ribu setiap perjalanan, desa telah mengeluarkan sekitar Rp600 ribu.
"Dari kantor camat itu kami tiga kali sudah pergi jemput logistiknya, berarti desa itu siapkan uang Rp600 ribu," tuturnya.
Sebastian mengatakan biaya tersebut bisa kembali dikeluarkan apabila ada bantuan sembako yang tiba di kantor kecamatan. Untuk menutup ongkos perjalanan, pemerintah desa terpaksa menggunakan sebagian anggaran perjalanan dinas.
"Kami siasat pakai uang desa, mungkin perjalanan dinas kami pakai untuk bayar itu separuhnya," ujarnya.
Sebastian berharap pemerintah dapat memperhatikan distribusi bantuan hingga ke wilayah pelosok agar warga terdampak gempa tidak kesulitan mendapatkan bantuan.
"Makanya kami bilang, bukan pemerintah tidak peduli, mungkin karena akses itu, makanya pemerintah kurang terjun langsung ke pelosok-pelosoknya Kabupaten Manggarai," kata Sebastian.
Ia juga berharap pemerintah pusat memberikan perhatian lebih kepada masyarakat di Kabupaten Manggarai dan wilayah Flores lainnya yang terdampak gempa.
"Karena kami mau minta dengan siapa, semuanya di Kabupaten Manggarai, bahkan Flores ini kena gempa semua. Syukur-syukur kalau ada pemerintah pusat memperhatikan kami," harapnya.