- Aliansi 40 Ormas Islam bertakziah ke rumah duka Bambang Setiawan di Jakarta pada Senin, 31 Agustus 2026.
- Aliansi menawarkan bantuan hukum kepada keluarga korban dan mendesak agar peristiwa kericuhan tersebut diproses secara tuntas.
- Aktivis Syarikat Islam meminta masyarakat mengawal kasus ini karena ditemukan indikasi massa terorganisir yang membawa bambu.
Suara.com - Aliansi 40 Ormas Islam untuk Kerukunan Umat Beragama bertakziah ke rumah duka Bambang Setiawan, pedagang cermin yang meninggal dunia buntut kericuhan 27 Agustus.
Direktur LBH Hidayatullah sekaligus Juru Bicara Aliansi 40 Ormas Islam, Syaefullah Hamid, mengatakan selain melakukan takziah, pihaknya juga menawarkan bantuan hukum kepada keluarga korban.
"Kita juga berkenan tadi telah mengajukan bantuan hukum terhadap keluarga korban sebagai bentuk kemanusiaan. Ini peristiwa hukum yang mencederai hak-hak asasi manusia, wajib dibela," katanya di Jakarta, Senin (31/8/2026).
Syaefullah mengatakan peristiwa yang dialami Bambang Setiawan harus diproses secara hukum hingga tuntas agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
"Harus diproses hukum, ini tidak boleh terulang di masa depan," ucapnya.
Sementara itu, Aktivis Syarikat Islam, Gurun Arisastra, meminta masyarakat turut mengawal kasus tersebut. Ia menilai negara tidak boleh kalah oleh premanisme.
"Kita dorong keluarga untuk proses hukum, kawal ini, negara tidak boleh kalah dengan premanisme," kata Gurun.
Gurun mengatakan, berdasarkan video yang beredar di media sosial, terlihat adanya massa yang terorganisir menuju lokasi kericuhan dengan membawa bambu.
"Tentu mudah polisi untuk menelusuri, ada massa yang terorganisir, beramai-ramai membawa bambu menggunakan truk, ada pola yang sama. Tentu ini bisa menjadi petunjuk oleh polisi," tandasnya.