Muktamar NU 35, Misteri 'Papi Umba Pakocir' dan Tudingan Intervensi di Balik Kemenangan Gus Kikin

Bangun Santoso

Senin, 31 Agustus 2026 | 15:15 WIB
Muktamar NU 35, Misteri 'Papi Umba Pakocir' dan Tudingan Intervensi di Balik Kemenangan Gus Kikin
Suasana Muktamar NU ke-35 di Jombang, Jawa Timur pada akhir Agustus 2026. [Antara]
baca 10 detik
  • KH Miftachul Akhyar dan Abdul Hakim Mahfudz terpilih memimpin PBNU dalam Muktamar Ke-35 di Jombang pada Agustus 2026.
  • Ketidakhadiran Gus Muhaimin saat pemungutan suara membuat kubu Buya Said kehilangan komando dan memicu kemunculan istilah Papi Umba Pakocir.
  • Sidang Pleno III mengubah mekanisme pemilihan ketua umum menjadi melalui AHWA yang disetujui oleh 401 pemilik suara muktamar.

Dia berargumen bahwa hasil ini bukanlah bentuk kemenangan dari sebuah pertarungan ide atau gagasan yang merdeka, melainkan karena ketiadaan perlawanan yang berarti akibat intervensi.

Ia menegaskan pandangannya terhadap hasil akhir muktamar di Jombang tersebut.

"Saya ingin mengatakan: tidak. Mereka tidak menang. Mereka menang karena tidak ada pertarungan," tegasnya.

Menurutnya, semangat untuk memerdekakan NU dari campur tangan penguasa sebenarnya sudah menggema kuat hingga ke pelosok sebelum muktamar dimulai.

Warga NU di seluruh Indonesia disebut merindukan ketenteraman tanpa intrik dan manuver politik praktis.

Namun, realita di lapangan menunjukkan hal yang berbeda, di mana kekuatan politik yang seharusnya menjadi saluran aspirasi warga NU justru dianggap "dimangsa" oleh kepentingan penguasa.

Perubahan Aturan Main di Ambang Kontestasi

Pengusaha nasional asal Situbondo, Khalilur R. Abdullah Sahlawiy yang dikenal sebagai Gus Lilur, mengungkapkan bahwa surat elektronik (surel) yang pernah ia kirimkan kepada Presiden Prabowo Subianto mendapat respons positif dari pemerintah. [Dok Pribadi]
Khalilur R. Abdullah Sahlawiy yang dikenal sebagai Gus Lilur. [Dok Pribadi]

Selain faktor hilangnya tokoh kunci di saat kritis, Muktamar Ke-35 juga diwarnai dengan perubahan aturan main yang fundamental.

Sidang Pleno III memutuskan sebuah perubahan signifikan dalam mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU. Jika sebelumnya dipilih langsung oleh muktamirin, kini ditetapkan oleh AHWA dari lima nama hasil penjaringan.

baca juga

Data resmi risalah muktamar mencatat bahwa sebanyak 401 dari 552 pemilik suara menyetujui perubahan ini, sementara 150 menolak, dan satu suara dinyatakan tidak sah.

Perubahan aturan di tengah jalan inilah yang memicu syak wasangka mengenai upaya sistematis untuk memenangkan calon tertentu.

Gus Lilur memberikan pernyataan keras terkait mekanisme yang dianggap tidak wajar tersebut.

"Mereka bukan menang. Tapi dimenangkan," ucapnya.

Esensi Ber-NU di Luar Struktur PBNU

Meskipun memberikan kritik tajam terhadap proses muktamar, Khalilur tetap memberikan ucapan selamat atas terpilihnya KH Miftachul Akhyar dan Gus Kikin.

Ia berharap amanah tersebut dapat membawa maslahat bagi umat, meskipun ia tetap pada pendiriannya untuk menjaga jarak dengan struktur formal organisasi.

Bagi sebagian warga NU, esensi organisasi ini tidak terletak pada siapa yang menduduki jabatan di kantor PBNU, melainkan pada nilai-nilai agama yang dijalankan sehari-hari.

"Ber-NU tanpa ber-PBNU. Sebab NU itu bukan kantor. NU itu cara beragama. Ia hidup di langgar-langgar, di majelis tahlil, di pengajian selepas maghrib, di khidmah para kiai kampung yang tidak pernah masuk daftar hadir muktamar mana pun," jelasnya.

Pandangan ini menjadi pengingat bahwa di tengah hiruk-pikuk politik muktamar dan perebutan kekuasaan di tingkat pusat, kekuatan sejati NU tetap berada di tangan para kiai kampung dan jamaah di tingkat akar rumput yang menjaga tradisi keagamaan tanpa mempedulikan siapa yang menghuni kantor pusat. Ia menutup catatannya dengan pesan yang sangat personal sebagai warga NU.

"Kantor boleh berganti penghuni. Cara beragama tidak boleh berganti pemilik," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tepis Isu Paket Titipan Istana! Gus Ipul Jamin Pemilihan Ketum PBNU Tanpa Intervensi Prabowo

Tepis Isu Paket Titipan Istana! Gus Ipul Jamin Pemilihan Ketum PBNU Tanpa Intervensi Prabowo

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 20:13 WIB

Relasi NU dan Pemerintah: Represi di Era Soeharto, 'Berbagi' Tambang di Masa Kini

Relasi NU dan Pemerintah: Represi di Era Soeharto, 'Berbagi' Tambang di Masa Kini

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 19:22 WIB

Gus Kikin Nahkodai PBNU, Membaca Arah NU di Tengah Tantangan Politik dan Global

Gus Kikin Nahkodai PBNU, Membaca Arah NU di Tengah Tantangan Politik dan Global

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Gus Kikin Pimpin NU, Ujian Sesungguhnya Dimulai: Rekonsiliasi, Khittah, hingga Kemandirian Ekonomi

Gus Kikin Pimpin NU, Ujian Sesungguhnya Dimulai: Rekonsiliasi, Khittah, hingga Kemandirian Ekonomi

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 17:47 WIB

Gerindra Tepis Isu Rais Aam dan Ketum PBNU Baru 'Paket Titipan' Prabowo

Gerindra Tepis Isu Rais Aam dan Ketum PBNU Baru 'Paket Titipan' Prabowo

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 16:46 WIB

Kantongi Kartu Anggota Seumur Hidup, Prabowo Disebut Presiden Kedua dari Kalangan NU

Kantongi Kartu Anggota Seumur Hidup, Prabowo Disebut Presiden Kedua dari Kalangan NU

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 15:36 WIB

Mayoritas Nahdliyin Gerah NU Diseret ke Politik dan Bisnis Tambang

Mayoritas Nahdliyin Gerah NU Diseret ke Politik dan Bisnis Tambang

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 13:56 WIB

Terkini

Kasus Korupsi Bibit Nanas: Kubu Eks Pj Gubernur Sulsel Serang Balik Perhitungan BPKP

Kasus Korupsi Bibit Nanas: Kubu Eks Pj Gubernur Sulsel Serang Balik Perhitungan BPKP

Sulsel | Rabu, 04 November 2026 | 10:48 WIB

Megawati Ditelepon: Halo...Halo...Sudah Mulai Sadapnya?

Megawati Ditelepon: Halo...Halo...Sudah Mulai Sadapnya?

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:45 WIB

Penyadapan Presiden Disebut sebagai Pengkhianatan Negara, Gerindra Desak Otak Pelaku Dibongkar

Penyadapan Presiden Disebut sebagai Pengkhianatan Negara, Gerindra Desak Otak Pelaku Dibongkar

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:43 WIB

Curiga Bukan Inisiatif Pribadi, Gerindra Desak Bongkar Otak Penyuruh Listyo Sadap Prabowo

Curiga Bukan Inisiatif Pribadi, Gerindra Desak Bongkar Otak Penyuruh Listyo Sadap Prabowo

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:43 WIB

Cetak Sejarah, REJURAN Indonesia Raih Gelar Top Global Distributor 4 Tahun Berturut-turut

Cetak Sejarah, REJURAN Indonesia Raih Gelar Top Global Distributor 4 Tahun Berturut-turut

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 10:40 WIB

Listyo Sigit Jadi Tersangka, Guru Besar Trisakti Soroti Pertarungan Geng Solo vs Hambalang

Listyo Sigit Jadi Tersangka, Guru Besar Trisakti Soroti Pertarungan Geng Solo vs Hambalang

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:35 WIB

Mahfud MD: Saya Kaget LSP Kok Dilepas, Apa Ada Nego?

Mahfud MD: Saya Kaget LSP Kok Dilepas, Apa Ada Nego?

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:33 WIB

Lombok Tengah Masih Siaga Kekeringan

Lombok Tengah Masih Siaga Kekeringan

Bali | Rabu, 04 November 2026 | 10:30 WIB

Merenungkan Arti Cinta dan Prinsip Iman dalam Novel Imama Al-Hafidzh

Merenungkan Arti Cinta dan Prinsip Iman dalam Novel Imama Al-Hafidzh

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 10:30 WIB

Daftar Pasal yang Menjerat Listyo Sigit Cs Kasus Sadap Prabowo, Terancam 10 Tahun Penjara

Daftar Pasal yang Menjerat Listyo Sigit Cs Kasus Sadap Prabowo, Terancam 10 Tahun Penjara

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:24 WIB

×