- Jepang mengerahkan tiga helikopter angkut berat CH-47 Chinook untuk mengatasi karhutla di Kalimantan.
- Armada helikopter ini diangkut kapal JS Kunisaki untuk operasi pemadaman dan penyaluran logistik.
- Helikopter Chinook memiliki kapasitas angkut air 5.000 liter dan sanggup membawa 55 personel.
Suara.com - Jepang siap menerjunkan tiga helikopter CH-47 Chinook milik angkatan daratnya demi mempercepat pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan. Kehadiran armada udara super jumbo ini tidak hanya memperkuat gempuran water bombing, tetapi juga memutus isolasi distribusi logistik serta personel di medan sulit.
Seluruh armada udara buatan Kawasaki Heavy Industries tersebut akan langsung diberangkatkan menuju Indonesia menggunakan kapal militer JS Kunisaki begitu persiapan operasional tuntas. Langkah taktis ini membawa angin segar bagi penanganan karhutla nasional yang kerap terkendala akses darat dan keterbatasan kapasitas angkut air.
Keterlibatan langsung militer Jepang lewat penyediaan alutsista berdaya angkat raksasa ini menjadi amunisi baru yang signifikan di lapangan. Efektivitas penanganan titik api di area pedalaman Kalimantan diprediksi meningkat pesat berkat kemampuan jelajah dan kapasitas angkut ekstrem dari helikopter ini.
![Foto udara asap membumbung tinggi dari kebakaran hutan dan lahan gambut di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Jumat (31/7/2026). [ANTARA FOTO/Jessica Wuysang/YU]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/26/78266-foto-udara-asap-membumbung-tinggi-dari-kebakaran-hutan-dan-lahan-gambut.jpg)
Mengusung desain ikonik dua rotor utama di depan dan belakang, Chinook mampu menghasilkan daya angkat luar biasa tanpa memerlukan rotor ekor. Keunggulan rancangan tandem rotor ini memberikan stabilitas tinggi saat membawa beban ekstrem, termasuk tangki air raksasa untuk operasi udara.
Bagaimana Ketangguhan Spesifikasi Helikopter Raksasa Ini?
Varian CH-47JA yang dioperasikan Jepang memiliki panjang tubuh lebih dari 30 meter dengan bobot lepas landas maksimum menembus 22,68 ton. Dua mesin turboshaft T55-K-712 terpasang kuat untuk menggerakkan helikopter ini hingga kecepatan jelajah 260 kilometer per jam.
Daya jangkau operasionalnya yang mencapai 1.040 kilometer memungkinkan armada ini menjangkau pelosok pedalaman Kalimantan tanpa perlu sering mengisi bahan bakar. Ruang kabinnya yang sangat lapang sanggup memuat tiga awak beserta 55 personel penyelamat sekaligus.
Kapasitas angkut personel yang masif ini membuat penempatan tim pemadam di zona terisolasi menjadi jauh lebih cepat dan efisien. Perlengkapan berat dan pasokan logistik darurat kini bisa di drop langsung ke titik lokasi yang mustahil diakses jalur darat.
Senjata utama armada ini dalam memadamkan kobaran api terletak pada penggunaan kantong air Bambi Bucket yang digantung di bawah bodi helikopter. Angkatan Darat Jepang tercatat biasa mengoperasikan kantong air raksasa ini dengan kapasitas hingga 5.000 liter dalam sekali angkut.
Seberapa Efektif Helikopter Ini Menerjang Titik Api?
Mekanisme pemadaman dilakukan dengan menurunkan kantong raksasa langsung ke sungai atau danau terdekat sebelum terbang mengguyur titik api dari udara. Guyuran air setara lima ton dalam sekali terbang ini efektif meredam sebaran api di area kritis yang tak tersentuh kendaraan darat.
Meskipun demikian, otoritas pemerintah Jepang hingga saat ini belum merilis rincian konfigurasi maupun kapasitas pasti bucket yang dibawa ke Kalimantan. Terlepas dari spesifikasi kantong air yang akan dipasang, fleksibilitas misi helikopter ini tetap menjadi keunggulan utama.
Selain melancarkan aksi water bombing, Chinook juga difungsikan sebagai tulang punggung mobilisasi pasukan pemadam serta distribusi perlengkapan vital. Kehadiran armada angkut berat ini melengkapi potret historis dan ketangguhan helikopter Chinook yang terus diandalkan dalam berbagai misi kemanusiaan global.