Pecinta Kopi, Yuk Belajar Bijak Mengelola Material dan Terapkan Ekonomi Sirkular

Fabiola Febrinastri

Senin, 31 Agustus 2026 | 16:56 WIB
Pecinta Kopi, Yuk Belajar Bijak Mengelola Material dan Terapkan Ekonomi Sirkular
Jejak Asri Hobbies Vol.2 “Ngopi Bijak, Sirkluar Berdampak”, Kampanye Indonesia Asri dari PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group), yang mengajak komunitas Indonesia Asri atau ‘Sobat Asri’ untuk melihat aktivitas ngopi dari perspektif yang lebih luas. (Dok: Chandra Asri)

Suara.com - Secangkir kopi bukan sekadar teman untuk memulai hari atau bagian dari gaya hidup. Di balik kenikmatan kopi, terdapat beragam material yang digunakan untuk menjaga kualitas, keamanan, dan kenyamanan produk. Karena itu, kebiasaan ngopi dapat menjadi pintu masuk untuk memahami bagaimana material digunakan dan dikelola secara lebih bertanggung jawab.

Pesan tersebut diangkat melalui Jejak Asri Hobbies Vol. 2 “Ngopi Bijak, Sirkular Berdampak”, bagian dari Kampanye Indonesia Asri yang diinisiasi PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group). Program ini mengajak komunitas Indonesia Asri atau “Sobat Asri” mengenal fungsi material sekaligus memahami penerapan ekonomi sirkular dalam kehidupan sehari-hari.

Memasuki volume kedua, Jejak Asri Hobbies dikemas melalui Workshop Manual Brew Coffee bersama Kopi Nako. Aktivitas yang lekat dengan keseharian masyarakat tersebut dimanfaatkan sebagai sarana edukasi agar konsep keberlanjutan terasa lebih dekat, praktis, dan mudah diterapkan.

Pilihan aktivitas ngopi bukan tanpa alasan. Budaya minum kopi semakin berkembang di Indonesia dan telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Berdasarkan survei GoodStats pada Oktober 2024, sebanyak 71% masyarakat Indonesia memilih membeli kopi di coffee shop dibandingkan menyeduhnya sendiri di rumah.

Mengenal Material dari Secangkir Kopi
Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak melihat bahwa setiap material yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari memiliki fungsi dan karakteristik masing-masing.

Dalam kemasan minuman, misalnya, terdapat material seperti Polypropylene (PP) dan High-Density Polyethylene (HDPE) yang digunakan untuk kebutuhan tertentu. Pemahaman terhadap fungsi dan peruntukan material menjadi langkah penting agar penggunaannya tepat sekaligus membantu masyarakat mengetahui bagaimana material tersebut sebaiknya dikelola setelah selesai digunakan.

Edukasi kemudian berlanjut pada praktik ekonomi sirkular. Peserta diperkenalkan pada bagaimana material pasca pakai yang masih memiliki nilai dapat dikumpulkan, dipilah, dan dikelola agar kembali dimanfaatkan sebagai bahan baku.

Tak hanya material kemasan, peserta juga diajak melihat potensi dari sisa aktivitas ngopi. Ampas kopi, yang umumnya dianggap sebagai limbah, dapat dimanfaatkan kembali menjadi kompos sehingga memiliki nilai dan manfaat baru.

Head of Corporate Communications Chandra Asri Group, Chrysanthi Tarigan, mengatakan edukasi mengenai keberlanjutan akan lebih mudah diterima apabila dikaitkan dengan aktivitas yang sudah akrab dengan masyarakat.

baca juga

“Kami percaya keberlanjutan tidak harus dimulai dari hal yang besar. Justru perubahan bisa dimulai dari aktivitas sederhana yang sudah menjadi bagian dari keseharian kita. Melalui secangkir kopi, misalnya, kita bisa belajar memahami material yang kita gunakan, menggunakannya sesuai dengan kebutuhan dan memikirkan apa yang bisa kita lakukan setelah material tersebut selesai digunakan,” ujar Chrysanthi.

Menurut dia, pengalaman tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan workshop, tetapi dapat diterapkan menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

Pemahaman mengenai material juga dinilai penting untuk membentuk pola penggunaan yang lebih bijak. Setiap material memiliki fungsi dan manfaat yang berbeda sehingga mengenali karakteristik serta peruntukannya dapat membantu masyarakat menentukan pilihan yang tepat sekaligus memahami pengelolaannya setelah digunakan.

Peserta diajak untuk menikmati kopi. (Dok: Chandra Asri)
Peserta diajak untuk menikmati kopi. (Dok: Chandra Asri)

Kopi Nako Dorong Praktik Ekonomi Sirkular
Founder Kopi Nako, Robert Wanasida, menilai aktivitas minum kopi yang telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat memiliki peluang besar untuk menjadi sarana edukasi lingkungan.

Menurutnya, kebiasaan tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan ekonomi sirkular dengan cara yang ringan dan menarik.

“Momentum menikmati kopi di Kopi Nako, kami jadikan sebagai sebuah pengalaman untuk mengenalkan praktik ekonomi sirkular, salah satunya melalui pengenalan produk berbahan daur ulang sebagai wujud tanggung jawab terhadap waste cup material yang digunakan,” ujar Robert.

Kopi Nako juga mengajak pelanggan menggunakan mesin rinser untuk mencuci langsung gelas plastik bekas pakai. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pengelolaan material pasca konsumsi sekaligus memperkenalkan praktik ekonomi sirkular yang dapat dilakukan dalam aktivitas sehari-hari.

Dari Hobi Menjadi Kebiasaan Berkelanjutan
Melalui Jejak Asri Hobbies, Kampanye Indonesia Asri terus membawa edukasi lingkungan ke dalam aktivitas yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Pendekatan ini menggabungkan hobi, edukasi, dan aksi agar ekonomi sirkular tidak dipandang semata sebagai konsep yang hanya dapat diterapkan dalam skala industri.

Sebaliknya, praktik tersebut dapat dimulai dari hal sederhana: bagaimana seseorang menggunakan, memperlakukan, memilah, dan mengelola barang serta material setelah selesai digunakan.

Pada akhirnya, secangkir kopi dapat memberikan pelajaran yang lebih luas. Dari mengenali material yang digunakan, memanfaatkannya sesuai fungsi, hingga memikirkan kehidupan material setelah digunakan, setiap langkah kecil dapat menjadi bagian dari perubahan menuju pola hidup yang lebih berkelanjutan.

Sebab, dari hobi kita belajar, dari kebiasaan kita membangun perubahan—dan perubahan kecil bisa dimulai dari secangkir kopi. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dari Coffee Shop ke Tempat Sampah, Bagaimana Perjalanan Gelas Kopi Setelah Dipakai?

Dari Coffee Shop ke Tempat Sampah, Bagaimana Perjalanan Gelas Kopi Setelah Dipakai?

Lifestyle | Senin, 31 Agustus 2026 | 13:44 WIB

Eksplorasi Cita Rasa Kopi Dunia: Mengenal Karakter Unik Biji Kopi Yirgacheffe

Eksplorasi Cita Rasa Kopi Dunia: Mengenal Karakter Unik Biji Kopi Yirgacheffe

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:03 WIB

Pasti Ada Solusi Kemenkum Bawa Jalan Keluar Bagi Perjuangan 12 Tahun Kopi Mamasa

Pasti Ada Solusi Kemenkum Bawa Jalan Keluar Bagi Perjuangan 12 Tahun Kopi Mamasa

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 14:48 WIB

Ekonomi Sirkular Buka Peluang Pendapatan Baru

Ekonomi Sirkular Buka Peluang Pendapatan Baru

Bisnis | Selasa, 25 Agustus 2026 | 08:19 WIB

Mengintip Material di Balik Gaya Hidup Modern, Dari Gadget hingga Interior Rumah

Mengintip Material di Balik Gaya Hidup Modern, Dari Gadget hingga Interior Rumah

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:55 WIB

Gaya Hidup Keluarga Makin Dinamis, Akses Nutrisi Berkualitas Jadi Kebutuhan

Gaya Hidup Keluarga Makin Dinamis, Akses Nutrisi Berkualitas Jadi Kebutuhan

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 14:36 WIB

Terkini

Donald Trump Sebut Perang Iran Segera Berakhir Usai Pemilu AS

Donald Trump Sebut Perang Iran Segera Berakhir Usai Pemilu AS

News | Minggu, 13 September 2026 | 07:25 WIB

Apa Perbedaan antara Cleansing Gel dan Cleansing Foam?

Apa Perbedaan antara Cleansing Gel dan Cleansing Foam?

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 07:18 WIB

Saat Cinta Datang Terlambat: Belajar Merelakan dari Lagu Raim Laode "Dunia yang Nanti"

Saat Cinta Datang Terlambat: Belajar Merelakan dari Lagu Raim Laode "Dunia yang Nanti"

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 07:15 WIB

Kata-kata Andika Mahesa Setelah Kangen Band Bubar

Kata-kata Andika Mahesa Setelah Kangen Band Bubar

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 07:05 WIB

Update Terkini 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, SAR Temukan 4 Benda Ini

Update Terkini 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, SAR Temukan 4 Benda Ini

News | Minggu, 13 September 2026 | 07:03 WIB

294 Karhutla Terjadi di Ogan Ilir hingga September 2026

294 Karhutla Terjadi di Ogan Ilir hingga September 2026

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 07:00 WIB

Pejabat Desa di Bengkalis Jual Hutan Cagar Biosfer UNESCO Senilai Rp2 Miliar

Pejabat Desa di Bengkalis Jual Hutan Cagar Biosfer UNESCO Senilai Rp2 Miliar

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 06:58 WIB

Denis Kolinger Puji Dukungan Jakmania Saat Persija Bungkam Persib di Menit Akhir

Denis Kolinger Puji Dukungan Jakmania Saat Persija Bungkam Persib di Menit Akhir

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 06:57 WIB

4 Shio yang Menarik Keberuntungan 13 September 2026: Masa Sulit Segera Berlalu

4 Shio yang Menarik Keberuntungan 13 September 2026: Masa Sulit Segera Berlalu

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 06:56 WIB

Kemarau Jabar: 325 Hektare Lahan Terbakar dan 215 Ribu KK Terdampak Kekeringan

Kemarau Jabar: 325 Hektare Lahan Terbakar dan 215 Ribu KK Terdampak Kekeringan

Jabar | Minggu, 13 September 2026 | 06:50 WIB

×