Kenapa Matahari Tampak Merah dan Jingga Saat Karhutla? Ini Penjelasannya

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 01 September 2026 | 16:25 WIB
Kenapa Matahari Tampak Merah dan Jingga Saat Karhutla? Ini Penjelasannya
Ilustrasi fenomena matahari merah saat terbenam (dok.Pixabay/JodyDellDavis)

Suara.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tak hanya menimbulkan asap dan menurunkan kualitas udara. Di sejumlah wilayah, fenomena ini juga dapat membuat matahari terlihat berwarna merah atau jingga.

Dosen Departemen Geofisika dan Meteorologi IPB University, Dr. Givo Alsepan, menjelaskan perubahan warna tersebut terjadi karena partikel aerosol yang terdapat dalam asap berinteraksi dengan cahaya matahari.

Menurutnya, asap dapat bekerja seperti filter optik alami. Ketika cahaya matahari melewati lapisan asap, sebagian cahaya dihamburkan dan diserap oleh partikel-partikel di dalamnya. Akibatnya, cahaya yang sampai ke mata manusia relatif lebih banyak mengandung warna merah dan jingga.

"Sehingga cahaya matahari yang diserap oleh asap begitu sampai ke mata kita relatif lebih kaya warna merah dan jingga," jelas Givo.

Pada kondisi atmosfer normal, cahaya matahari yang terdiri dari berbagai panjang gelombang berinteraksi dengan molekul udara. Cahaya dengan panjang gelombang lebih pendek, seperti biru, lebih mudah dihamburkan. Proses inilah yang membuat langit pada siang hari tampak biru.

Namun, ketika karhutla terjadi, konsentrasi aerosol di udara meningkat. Partikel seperti jelaga, abu, dan material organik hasil pembakaran kemudian memengaruhi bagaimana cahaya matahari diteruskan, dihamburkan, atau diserap.

Ukuran, bentuk, dan komposisi partikel tersebut turut menentukan warna cahaya yang akhirnya terlihat dari permukaan bumi.

Mengapa Lebih Merah Saat Pagi dan Sore?

Fenomena matahari berwarna merah atau jingga biasanya terlihat lebih jelas saat matahari terbit dan terbenam.

baca juga

Pada waktu tersebut, posisi matahari berada lebih dekat dengan horizon. Cahaya matahari harus menempuh lintasan yang lebih panjang melalui atmosfer sebelum mencapai mata manusia.

"Semakin panjang lintasan cahaya di atmosfer, semakin besar peluang cahaya berinteraksi dengan molekul udara dan aerosol. Karena itu, warna merah atau jingga biasanya lebih kuat pada pagi dan sore hari," kata Givo.

Namun, warna matahari tidak bisa digunakan untuk menentukan seberapa pekat asap atau seberapa buruk kualitas udara di suatu wilayah.

Asap yang berada di lapisan atmosfer yang lebih tinggi, misalnya, dapat membuat matahari tampak merah tanpa berarti konsentrasi PM2.5 di permukaan otomatis tinggi.

"Jadi, warna matahari tidak bisa dijadikan satu-satunya alat ukur kualitas udara," tegasnya.
Warna yang terlihat dari suatu wilayah juga dipengaruhi berbagai faktor lain, seperti ketinggian lapisan asap, ukuran dan komposisi aerosol, kelembapan, awan, posisi matahari, serta kondisi angin.

Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak menjadikan perubahan warna matahari sebagai patokan tunggal untuk menilai kondisi udara. Informasi mengenai kualitas udara tetap perlu mengacu pada pengukuran dan informasi resmi.

Penulis: Chairunisa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Andai Sekolah Tetap Masuk saat Karhutla, Ini Dampak Kabut Asap bagi Kesehatan Anak

Andai Sekolah Tetap Masuk saat Karhutla, Ini Dampak Kabut Asap bagi Kesehatan Anak

Lifestyle | Selasa, 01 September 2026 | 16:05 WIB

Mengenal Ubi Bombing, Alternatif Pemadaman Karhutla Berbasis Tepung Singkong

Mengenal Ubi Bombing, Alternatif Pemadaman Karhutla Berbasis Tepung Singkong

News | Selasa, 01 September 2026 | 15:03 WIB

Karhutla HLG Londerang Mulai Terkendali, Bagaimana Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci?

Karhutla HLG Londerang Mulai Terkendali, Bagaimana Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci?

News | Selasa, 01 September 2026 | 14:39 WIB

Terkini

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:17 WIB

Menyusuri Makam Imam Al Bukhari di Uzbekistan, Ada Jejak Bung Karno di Soekarno Hall

Menyusuri Makam Imam Al Bukhari di Uzbekistan, Ada Jejak Bung Karno di Soekarno Hall

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:16 WIB

×