Desil 6-10 Gaji Berapa? Pahami Fakta dan Hoaks Tentang Desil BPS

Nur Khotimah

Kamis, 03 September 2026 | 17:14 WIB
Desil 6-10 Gaji Berapa? Pahami Fakta dan Hoaks Tentang Desil BPS
Ilustrasi desil 6-10. (Tangkapan layar)
baca 10 detik
  • Desil ramai dibahas seiring penggunaan DTSEN sebagai rujukan pemerintah untuk menggambarkan tingkat kesejahteraan masyarakat.
  • Banyak yang mengira nominal gaji tertentu otomatis menentukan seseorang masuk desil tertentu, termasuk desil 6-10.
  • Artikel ini membahas penjelasan BPS mengenai apakah gaji menjadi indikator desil serta meluruskan fakta dan hoaks terkait desil 6-10.

Suara.com - Istilah desil belakangan ramai diperbincangkan seiring penggunaan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai salah satu rujukan pemerintah.

Salah satu pertanyaan yang banyak muncul adalah mengenai desil 6-10 dan berapa sebenarnya gaji seseorang yang masuk dalam kelompok tersebut.

Pertanyaan tersebut muncul karena desil kerap dikaitkan dengan tingkat kesejahteraan masyarakat.

Bahkan, beredar anggapan bahwa seseorang dengan nominal gaji tertentu otomatis akan masuk ke desil tertentu.

Lantas, benarkah gaji termasuk indikator desil? Dan jika benar, desil 6-10 gaji berapa? Simak penjelasan BPS serta fakta dan hoaks tentang desil berikut ini.

Desil 6-10 Gaji Berapa? Ini Kata BPS soal Penentuan Desil

Ilustrasi desil 1-10 (ChatGPT)
Ilustrasi desil 1-10 (ChatGPT)

Tidak ada angka gaji tertentu yang bisa dijadikan patokan bahwa seseorang pasti masuk desil 6, 7, 8, 9, atau 10.

BPS menjelaskan bahwa desil merupakan pengelompokan tingkat kesejahteraan dengan memperhatikan karakteristik keluarga dan wilayah beserta distribusinya.

Desil menunjukkan posisi relatif suatu keluarga dibandingkan keluarga lainnya berdasarkan berbagai karakteristik sosial ekonomi.

Dalam DTSEN, keluarga diperingkatkan berdasarkan kondisi sosial ekonominya, kemudian dibagi menjadi 10 kelompok yang masing-masing mencakup sekitar 10 persen keluarga.

baca juga

Desil 1 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling rendah, sedangkan desil 10 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling tinggi.

Karena sifatnya merupakan pemeringkatan relatif, keluarga yang berada pada desil yang sama belum tentu mempunyai nominal pendapatan atau pengeluaran yang sama.

Begitu pula, keluarga dengan gaji yang sama belum tentu berada pada desil yang sama karena kondisi sosial ekonominya secara keseluruhan dapat berbeda.

BPS juga menegaskan bahwa penentuan desil tidak hanya melihat penghasilan.

Beberapa karakteristik yang dipertimbangkan antara lain kondisi rumah, sumber air minum, bahan bakar dan energi untuk memasak, kepemilikan aset, daya dan konsumsi listrik, komposisi keluarga, pendidikan, pekerjaan, kesehatan, serta disabilitas.

Berbagai karakteristik tersebut kemudian dipertimbangkan secara bersama-sama menggunakan metode statistik Proxy Means Test (PMT) untuk mengestimasi tingkat kesejahteraan keluarga berdasarkan karakteristik yang dapat diamati.

Karena itu, satu indikator saja tidak secara otomatis menentukan posisi desil sebuah keluarga.

Dengan demikian, tidak tepat jika desil 6-10 diterjemahkan sebagai kelompok dengan gaji tertentu.

Desil 6 hingga 10 secara sederhana menunjukkan kelompok yang berada pada posisi kesejahteraan relatif lebih tinggi dibandingkan desil 1 hingga 5, bukan kelompok dengan rentang gaji yang sudah ditetapkan BPS.

Sebagai gambaran, seseorang yang memiliki gaji Rp3 juta per bulan juga tidak bisa langsung disimpulkan masuk desil 5 hanya berdasarkan nominal tersebut.

Fakta dan Hoaks Tentang Desil BPS

Masalah simpang siur informasi seputar desil diatasi oleh BPS dengan membuat materi "Salah Benar Tentang Desil" yang diunggah di media sosial resmi.

Dalam konten tersebut, dijelaskan apa saja daftar fakta dan hoaks tentang BPS. Berikut penjelasan lengkapnya agar tidak salah paham:

1. Hoaks: Gaji Rp3 juta pasti desil 5

Fakta: Tidak ada tabel resmi pengelompokan desil berdasarkan gaji bulanan. Tabel yang selama ini beredar di media sosial bukan data resmi dari BPS ataupun lembaga terkait lainnya.

2. Hoaks: BPS menentukan siapa yang menerima bansos

Fakta: Penetapan penerima bansos adalah kewenangan kementerian atau lembaga terkait. BPS berperan menyediakan data statistik dan sosial ekonomi sebagai bahan kebijakan.

3. Hoaks: Punya motor otomatis tidak menerima bansos

Fakta: Kepemilikan kendaraan bukan satu-satunya penentu. Penilaian kesejahteraan mempertimbangkan berbagai kondisi keluarga.

4. Hoaks: Desil ditentukan dari besaran gaji bulanan

Fakta: Desil merupakan pengelompokan tingkat kesejahteraan penduduk yang disusun berdasarkan berbagai indikator sosial ekonomi keluarga, bukan semata-mata berdasarkan besaran gaji bulanan. Informasi resmi terkait desil dan DTSEN diperoleh melalui kanal resmi pemerintah.

5. Hoaks: Desil adalah label miskin atau kaya

Fakta: Desil adalah pengolompokan tingkat kesejahteraan dengan memperhatikan karakteristik keluarga dan wilayah beserta distribusinya. Desil digunakan untuk prioritas penargetan program, bukan sebagai cap status sosial bagi seseorang.

6. Hoaks: Status desil bisa berubah otomatis tanpa proses

Fakta: Perubahan desil dapat terjadi apabila terdapat perubahan atau pembaruan data yang menjadi dasar pemeringkatan, baik yang berasal dari data administratif, pemutakhiran oleh kementerian/lembaga dan pemerintah daerah, maupun pembaruan informasi oleh masyarakat melalui SIKS-NG, Cek Bansos, atau Kanal Cek DTSEN.

Dengan memahami hal tersebut, pertanyaan "desil 6-10 gaji berapa?" sebenarnya tidak memiliki jawaban berupa rentang nominal gaji yang pasti.

Untuk mengetahui posisi desil, kondisi sosial ekonomi keluarga perlu dinilai secara keseluruhan berdasarkan data dan metode yang digunakan dalam DTSEN, bukan hanya melihat slip gaji atau nominal penghasilan bulanan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BPS Wanti-wanti Ancaman Penurunan Stok Beras Nasional Jelang Akhir Tahun

BPS Wanti-wanti Ancaman Penurunan Stok Beras Nasional Jelang Akhir Tahun

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 12:00 WIB

Perjalanan Wisatawan Lokal per Juli 2026 Capai Rekor Tertinggi Sejak 2019

Perjalanan Wisatawan Lokal per Juli 2026 Capai Rekor Tertinggi Sejak 2019

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 08:55 WIB

Kunjungan Wisman ke RI Pecah Rekor di Juli 2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19 2020

Kunjungan Wisman ke RI Pecah Rekor di Juli 2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19 2020

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 08:45 WIB

Terkini

Pencarian 5 Jurnalis Masih Berlanjut, Tim SAR Gabungan Menyisir Lewat Laut, Darat, dan Udara

Pencarian 5 Jurnalis Masih Berlanjut, Tim SAR Gabungan Menyisir Lewat Laut, Darat, dan Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 11:57 WIB

Sinyal Darurat di Laut Jawa: Tim SAR Sisir Titik Koordinat Terakhir Kapal Virgo Transport 8

Sinyal Darurat di Laut Jawa: Tim SAR Sisir Titik Koordinat Terakhir Kapal Virgo Transport 8

News | Minggu, 13 September 2026 | 11:56 WIB

Lima Tahun Integrasi BRI, Pegadaian, dan PNM, UMKM Naik Kelas

Lima Tahun Integrasi BRI, Pegadaian, dan PNM, UMKM Naik Kelas

Lampung | Minggu, 13 September 2026 | 11:56 WIB

Cara PHE NSO Kembalikan Jalan Pulang Gajah Lewat Restorasi Lahan Kritis

Cara PHE NSO Kembalikan Jalan Pulang Gajah Lewat Restorasi Lahan Kritis

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 11:55 WIB

5 Tahun Holding Ultra Mikro, Ekosistem UMKM Makin Kuat

5 Tahun Holding Ultra Mikro, Ekosistem UMKM Makin Kuat

Bekaci | Minggu, 13 September 2026 | 11:53 WIB

Gubsu Bobby Nasution Minta Publik Hentikan Komentar Negatif terhadap Korban MBG di Karo

Gubsu Bobby Nasution Minta Publik Hentikan Komentar Negatif terhadap Korban MBG di Karo

News | Minggu, 13 September 2026 | 11:53 WIB

Lima Tahun Holding Ultra Mikro, UMKM Makin Naik Kelas

Lima Tahun Holding Ultra Mikro, UMKM Makin Naik Kelas

Bogor | Minggu, 13 September 2026 | 11:50 WIB

Pepatah Lama Kini Dibantah Gen Z, Benarkah Nasihatnya Tak Lagi Relevan?

Pepatah Lama Kini Dibantah Gen Z, Benarkah Nasihatnya Tak Lagi Relevan?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 11:50 WIB

Cara Memilih Body Serum untuk Mencerahkan Kulit, Lengkap dengan Rekomendasi Murahnya

Cara Memilih Body Serum untuk Mencerahkan Kulit, Lengkap dengan Rekomendasi Murahnya

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 11:48 WIB

Holding Ultra Mikro 5 Tahun, Jutaan UMKM Makin Berdaya

Holding Ultra Mikro 5 Tahun, Jutaan UMKM Makin Berdaya

Surakarta | Minggu, 13 September 2026 | 11:47 WIB

×